Wednesday 11 February 2026
Octaviana Latong
49
Morowalikab.go.id – Bungku – Pembangunan infrastruktur kesehatan ditegaskan bukan sebagai terminus pembangunan daerah, melainkan sebagai instrumen transformatif dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang humanis, responsif, serta berorientasi pada keselamatan pasien.
Pernyataan tersebut disampaikan Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abd. Rauf, saat meresmikan Gedung Ruang Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Morowali, Rabu (11/02/2026). Peresmian ini diproyeksikan sebagai aksentuasi reformasi sistem layanan kesehatan daerah yang diarahkan pada penguatan standar mutu sekaligus percepatan peningkatan klasifikasi rumah sakit menuju tipe B.
Dalam Sambutannya. Bupati Iksan menegaskan bahwa dimensi fisik bangunan tidak dapat dijadikan indikator tunggal keberhasilan institusi kesehatan. Menurutnya, substansi utama terletak pada kualitas pelayanan yang diberikan kepada masyarakat.
“Rumah sakit tidak cukup hanya megah secara bangunan. Parameter utamanya adalah kualitas pelayanan. Sebab, 20 persen kesembuhan pasien ditentukan oleh pelayanan yang diterima,” ujarnya menegaskan.
Orang Nomor 1 di Bumi Tepeasa Moroso tersebut, mengemukakan bahwa sepanjang satu tahun terakhir, dirinya melakukan supervisi langsung terhadap operasional rumah sakit, termasuk inspeksi mendadak sebagai instrumen evaluatif guna memastikan efektivitas pelayanan berjalan sesuai standar. Langkah tersebut, lanjutnya, merupakan manifestasi komitmen pemerintah daerah dalam membangun tata kelola kesehatan yang akuntabel, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan riil masyarakat.
Ia memastikan bahwa Pemerintah Kabupaten Morowali berkomitmen memenuhi kebutuhan sarana-prasarana medis, penguatan fasilitas penunjang, hingga dukungan terhadap kesejahteraan tenaga kesehatan, sepanjang diiringi dengan peningkatan kualitas pelayanan yang terukur dan berkelanjutan.
“Silakan ajukan kebutuhan fasilitas. Pemerintah siap mendukung. Namun, tunjukkan pelayanan yang prima kepada masyarakat. Rumah sakit adalah wajah peradaban pelayanan publik kita,” imbuhnya.
Dikesempatan ini, Bupati Iksan memaparkan proyeksi pengembangan RSUD Morowali pada tahun 2027 yang mencakup pembangunan gedung bertingkat terintegrasi dengan pusat layanan penunjang, ruang tunggu representatif, serta fasilitas pendukung bagi keluarga pasien. Konsep tersebut dirancang untuk membentuk ekosistem layanan kesehatan modern yang tidak hanya memenuhi standar klinis, tetapi juga menghadirkan kenyamanan dan kepastian layanan.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur RSUD Morowali, Maskur dalam laporannya menyampaikan bahwa selama satu tahun terakhir pihaknya telah merealisasikan sedikitnya delapan unit pembangunan dan renovasi strategis sebagai bagian dari akselerasi peningkatan mutu layanan.
Pengembangan tersebut meliputi pembangunan gedung workshop, gedung gas medis, renovasi dan perluasan Instalasi Gawat Darurat (IGD), peningkatan fasilitas Intensive Care Unit (ICU), pembangunan ruang perawatan jantung, penataan front office, serta pengadaan fasilitas cath lab sebagai bagian dari pemenuhan persyaratan administratif dan teknis menuju rumah sakit kelas B.
Pada momentum tersebut, Bupati Morowali turut menandatangani prasasti peresmian gedung pelayanan didampingi Asisten III Bidang Administrasi Umum, Plt. Direktur RSUD, serta Direktur lama RSUD Morowali. Agenda dilanjutkan dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) Pelaksana Tugas Direktur RSUD Morowali kepada Maskur, S.Kep., Ns., M.M., yang diserahkan langsung oleh Bupati dan didampingi Kepala BKPSDMD Kabupaten Morowali.
.jpg)