Monday 28 October 2024
Octaviana Latong
907

Morowalikab.go.id-Bungku- Para Pemuda Morowali menggelorakan semangat persatuan dan nasionalisme dalam peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-96 yang digelar di Halaman Kantor Bupati Morowali. Upacara yang berlangsung dengan khidmat ini mengusung tema “Maju Bersama Indonesia Raya” dan dihadiri oleh berbagai organisasi kepemudaan, pelajar, mahasiswa, serta perwakilan dari pemerintah daerah, Senin (28/10/24).
Upacara bendera pada peringatan kali ini bertindak sebagai Komandan Upacara yaitu Taufan, S.STP., seorang pemuda Morowali yang mencatatkan prestasi sebagai Lurah termuda di Kabupaten Morowali. Taufan, yang saat ini menjabat sebagai Lurah Marsaoleh, Kecamatan Bungku Tengah, menginspirasi para peserta upacara dengan kepemimpinannya yang penuh semangat dan kedisiplinan. Kiprah Taufan sebagai pemuda yang sudah menjabat posisi strategis di pemerintahan turut menguatkan pesan persatuan dan kontribusi pemuda untuk membangun bangsa.

Salah satu momen yang memeriahkan upacara adalah kehadiran Zahra Aisyah Aplizya, Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Tingkat Nasional asal SMA Negeri 2 Bungku. Zahra, dengan penuh semangat, hadir sebagai simbol generasi muda Morowali yang siap menjaga nilai-nilai perjuangan dan persatuan di tengah era modern. Kehadirannya menyemangati peserta upacara dan mengingatkan kembali pentingnya peran pemuda dalam menjaga persatuan bangsa.
Berbagai elemen masyarakat, khususnya kaum muda, turut terlibat dalam upacara tersebut. Mulai dari SMPN 2 Bungku, SMAN 2 Bungku, SMK Pertambangan, dan organisasi kepemudaan lainnya seperti Gerakan Pramuka SMP 2 Bungku, Palang Merah Remaja (PMR) SMP 2 Bungku, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kabupaten Morowali, Pemuda Pancasila, hingga Karang Taruna Kelurahan Marsaoleh, semuanya menyatu dalam momen bersejarah ini. Mereka tampil rapi dalam barisan, menunjukkan komitmen untuk bersatu demi cita-cita luhur bangsa.

Semangat nasionalisme terpancar dari seluruh peserta yang berdiri tegak menghadap bendera, mengingat kembali ikrar para pemuda di tahun 1928 untuk bersatu sebagai satu bangsa, satu bahasa, dan satu tanah air. Upacara ini menjadi momentum penting yang mengingatkan akan peran generasi muda Morowali sebagai penjaga persatuan dan pelopor kemajuan.