Wednesday 11 February 2026
Octaviana Latong
100
Morowalikab.go.id – Bungku – Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abd Rauf, memimpin Apel Siaga Ketentraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) Linmas dan Pemadam Kebakaran Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan pelepasan anggota Satpol PP dan Damkar pada 10 kecamatan se-Kabupaten Morowali. Kegiatan tersebut berlangsung di halaman Kantor Satpol PP dan Damkar Morowali, Rabu (11/02/2026).
Apel siaga ini diposisikan sebagai forum konsolidasi struktural sekaligus reposisi orientasi kerja aparatur penegak Peraturan Daerah dalam menghadapi kompleksitas dinamika sosial di tingkat kecamatan. Momentum tersebut juga dimaknai sebagai penguatan kembali ortodoksi disiplin komando dan loyalitas hierarkis dalam sistem pengamanan daerah.
Dalam amanatnya, Bupati Iksan menegaskan bahwa karakter pasukan mengandung konsekuensi etik berupa kepatuhan total terhadap instruksi pimpinan. Ia menggarisbawahi bahwa dalam konstruksi organisasi yang berbasis komando, perintah tidak menjadi ruang deliberasi, melainkan mandat yang harus dieksekusi secara presisi, terukur, dan bertanggung jawab.
“Sebagai pasukan, jangan pernah mendiskusikan perintah ketika hendak bergerak. Laksanakan terlebih dahulu. Soal kalkulasi risiko dan konsekuensi anggaran, itu menjadi domain pimpinan,” ujarnya.
Menurutnya, terdapat diferensiasi mendasar antara aparatur administratif yang bekerja dalam ekosistem birokrasi formal dengan personel Satpol PP dan Damkar yang beroperasi di medan sosial terbuka. Aparat di kecamatan, kata dia, bersentuhan langsung dengan volatilitas situasi, eskalasi konflik horizontal, hingga potensi gangguan ketertiban umum yang menuntut kecepatan respons dan ketegasan sikap.
Bupati Iksan juga menekankan imperatif kehadiran negara dalam setiap ruang publik yang berpotensi memunculkan disrupsi ketenteraman. Ia memandang eksistensi aparatur di lapangan bukan sekadar simbol representatif, melainkan instrumen strategis dalam deteksi dini, mitigasi risiko, serta stabilisasi keadaan.
“Kita tidak boleh absen di titik-titik keramaian. Pemerintah harus hadir sebagai manifestasi otoritas. Informasi harus diperoleh secara cepat dan akurat. Identitas sebagai aparat menjadi legitimasi sekaligus proteksi dalam menjalankan fungsi pengamanan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Bupati Iksan mengingatkan pentingnya kesinambungan komunikasi lintas unit, terutama menjelang dinamika restrukturisasi perangkat daerah dan pelantikan pejabat yang berpotensi merekonfigurasi struktur organisasi. Ia berharap transisi kelembagaan tidak menggerus kohesi internal antara Satpol PP dan Damkar.
“Apapun konfigurasi organisasinya nanti, komunikasi harus tetap solid. Kita berada dalam satu arsitektur pelayanan publik yang sama,” katanya.
Dalam konteks fiskal, Bupati mengakui adanya keterbatasan ruang anggaran. Namun demikian, ia memastikan bahwa kendala pembiayaan tidak boleh menjadi determinan stagnasi operasional. Optimalisasi perencanaan dan penyesuaian melalui mekanisme perubahan anggaran akan ditempuh guna menjamin kontinuitas tugas pengamanan dan penanggulangan kebakaran.
Apel siaga tersebut ditutup dengan pelepasan resmi personel Satpol PP dan Damkar yang akan kembali melaksanakan tugas di 10 kecamatan. Pelepasan itu sekaligus menjadi penegasan komitmen kolektif untuk menjaga stabilitas ketenteraman dan ketertiban umum dengan berlandaskan disiplin komando, soliditas internal, serta orientasi pada kepentingan publik.
Hadir diantaranya, Kasat PolPP dan Damkar Morowali Syahrul bersama Seluruh Personil Pol PP dan Damkar.