Thursday 05 February 2026
Tiya Lestari
20
Morowalikab.go.id – Bungku – Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Morowali terus memperkuat komitmennya dalam menyediakan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) melalui peluncuran 5 unit PerumBAZ di Desa Bahomoleo, Kecamatan Bungku Tengah.
Program PerumBAZ ini merupakan hasil sinergi antara Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Morowali sebagai upaya memperluas jangkauan bantuan perumahan bagi masyarakat yang membutuhkan.
Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Morowali, Icwan Bahmid, MM, menyampaikan bahwa pembangunan PerumBAZ merupakan bentuk inovasi dan solusi atas tantangan di lapangan, khususnya bagi MBR yang belum memiliki lahan sendiri.
“Program bantuan perumahan ini merupakan bagian dari kegiatan Dinas Perumahan Tahun Anggaran 2025. Tahun ini, dukungan anggaran untuk bantuan rumah bagi MBR mengalami peningkatan signifikan, dari Rp65 juta per unit menjadi Rp120 juta per unit,” jelasnya.
Icwan Bahmid menambahkan, bantuan perumahan tersebut telah disalurkan dan tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Morowali. Namun, dalam pelaksanaannya, terdapat persyaratan teknis yang mengharuskan penerima bantuan memiliki lahan sendiri, sementara masih banyak masyarakat berpenghasilan rendah yang belum memenuhi ketentuan tersebut.
“Kondisi ini menjadi catatan penting bagi Dinas Perumahan. Melalui kolaborasi dengan BAZNAS, program PerumBAZ hadir sebagai alternatif solusi agar masyarakat MBR yang belum memiliki lahan tetap bisa memperoleh rumah layak huni,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Dinas Perumahan akan terus mendorong perluasan kerja sama serupa agar program PerumBAZ dapat menjangkau seluruh kecamatan di Kabupaten Morowali. Selain pembangunan rumah, Dinas Perumahan juga telah merencanakan kegiatan pengerasan jalan untuk menunjang akses dan kualitas kawasan perumahan.
.jpg)
“Harapan kami, sinergi ini dapat terus berlanjut dan diperluas, sehingga program perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah dapat berjalan optimal, merata, dan berkelanjutan,” tutup Icwan Bahmid.