Menghadirkan Kesalehan Sosial, Refleksi Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Tahun 2019

  Wednesday 30 October 2019   kary kabidikp     2235

Kesalehan Individual, Tamparan Buat Humanisme dalam Konteks Beragama

(Renungan untuk Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW)

Oleh: pr47

Masihkah memiliki arti dan makna Maulid Nabi Muhammad SAW tahun 2019 bagi perjalanan kehidupan sosial kolektif kita sebagai bangsa? Pertanyaan ini menggelitik kemanusiaan kita selaku mahluk sosial. Jika saja masih memiliki arti dan makna, maka sudah selayaknya akhlak mulia nun agung dari Baginda Nabi Muhammad SAW menjadi panutan dan tauladan dari setiap anak bangsa. Dengan demikian Islam Rahmatan Lil Alamin - Islam yang membawa rahmat bagi alam semesta menjadi nyata dalam setiap denyut nadi umat, penyandang KTP Republik Indonesia.

Jangan sampai arti dan maknanya menjadi scarcity, sehingga arti dan makna yang langka dan berharga itu akan pergi tanpa bekas, seiring dengan waktu yang terus berputar. Menghindarkan diri dari jebakan seremonial yang alpa terhadap perjuangan Beliau untuk menunjukkan akhlak dan perilaku mulia. Peringatan Maulid seharusnya menggugah seluruhy elemen masyarakat untuk selalu kembali pada kondrat sesungguhnya dalam meneladani dan mengamalkan ajaran-ajaran serta akhlak Baginda Nabi Muhammad SAW.

Sekarang, mungkin kita mulai menyadari jika kehidupan sosial berbangsa harus dikembalikan pada keluhuran dan akhlak yang mulia. Mengembalikan Human pada kodrat menjunjung tinggi kemanusiaan, kehidupan manusia yang berbhineka. Hal ini menegaskan kembali kehidupan bersama yang saling berhubungan dengan baik., saling ta'aruf dan ta'awun - saling berhubungan dengan baik dan saling membantu. Sebab dalam hubungan antarmanusia yang paling berperan adalah etika. Melalui etika juga mengatur bagaimana orang dipandang layak dalam melakukan hubungan antaragama.

Kesadaran kolektif anak bangsa terhadap kondisi di mana dimunculkannya agama dalam 2 posisi yang berbeda, yaitu: pertama, agama dijadikan faktor integratif. Artinya, agama dijadikan alat pemersatu dalam masyarakat. dan kedua, agama dijadikan faktor disintegrasi. Di mana agama sering digunakan sebagai simbol pembenar perselisihan yang berpotensi memcah-belah persatuan bangsa.

Khas Indonesia, kehidupan beragama akan selalu diwarnai perspektif politik. Hal ini melahirkan kekhawatiran terjadinya pelunturan moral agama itu sendiri. Keberanian untuk mengakui jika religi tanpa perspektif humanistik, niscaya akan menunjukkan wajah yang bengis dan kejam. Sedangkan politisasi agama secara berlebihan akan melahirkan demoralisasi yang akan mengurangi nilai kesucian agama, yang jika dibiarkan akan mengakibatkan desakralisasi agama.

Singgasana kemanusiaan melalui dimensi humanisme yang cenderung rapuh, dangkal dan sempit harus segera kita akhiri. Kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara dari seluruh komponen bangsa ini sudah selayaknya menonjolkan sikap yang toleran daripada sikap apriori, yang menjadi ciri khas masyarakat yang pluraristik yang mengedepankan sikap-sikap humanis.

Jujur untuk mengakui jika telah terjadi pelemahan terhadap dimensi kemanusiaan. Di mana bangsa ini menghadapi kesulitan dalam menjalani interaksi sosial dengan komponen bangsa lain, khususnya yang berbeda agama. Sepertinya bangsa ini disibukkan oleh kesalehan individual, namun lemah dalam merancang kesalehan sosial. Karenanya, ketika diperhadapkan pada masalah kemasyarakatan akan mengalami kesulitan karena rendahnya pengalaman kesalehan sosial.

Momentum Maulid Nabi Muhammad SAW, menjadi lompatan akhlak mulia untuk menjalankan nilai-nilai agama secara utuh dalam bingkai humanis. Dimensi teologi, hukum, ritual dan moral yang menjunjung tinggi humanisme tetap dijadikan rujukan dalam menciptakan keharmonisan sosial.

Pengalaman memberikan pelajaran bagi kita. Pada saat agama dijadikan sebagai instrumen dalam mengangkat martabat dan harkat kemanusiaan, maka agama akan menjadi faktor integratif, perekat umat manusia. Akan tetapi jika dihadirkan untuk memperebutkan kepentingan kelompok, kepentingan yang lebih kecil, atau kepentingan primordial, maka dapat dipastikan agama akan menjadi kekuatan disintegratif. Pilihan ada dalam genggaman kita masing-masing. Saatnya mengedepankan kesalehan sosial, dengan meredam kesalehan individualis.

Menghadirkan jiwa yang berakhlak mulia dalam momentum Maulid Nabi Muhammad SAW, semoga dapat dijadikan momentum yang kesekian kalinya untuk menghadirkan keharmonisan sosial berbangsa dan bernegara. Spriritualitas melintas batas merupakan warisan keberagaman diterima sebagai keharmonisan dalam membentuk watak dasar semangat Bhineka Tunggal Ika,....semoga!!!!

(Kominfo/pr47)

Berita Terkait

menuju-haul-guru-tua-ke-51-syair-syair-sang-guru-terhadap-kecintaan-pada-rasulullah-saw-dan-pendidikan

MENUJU HAUL GURU TUA KE-51: Syair-Syair Sang Guru Terhadap Kecintaan Pada Rasulullah SAW dan Pendidikan

PPID - morowalikab.go.id - Bungku - Al-Habib Idrus bin Salim Al-Jufri atau lebih dikenal dengan Sayyid Idrus bin Salim Al-Jufri (SIS Al-Jufri) atau Guru Tua, lahir di Tarim, Hadramaut, Yaman, 15 Maret 1892. Wafat di Palu, Sulawesi Tengah, 22 Desember

wujudkan-pelayanan-kepegawaian-berbasis-elektronik-kaban-bkpsdm-morowali-alwan-h-abubakar-sosialisasikan-proper-inovasi-smart-kgb

Wujudkan Pelayanan Kepegawaian Berbasis Elektronik, Kepala BKPSDM Morowali, Alwan H. Abubakar Sosialisasikan Proper Inovasi Smart KGB

Morowalikab.go.id, Bungku, Untuk meningkatkan kinerja pelayanan kepegawaian yang optimal berbasis elektronik, Kepala Badan Kepegawaian, Peningkatan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Morowali, Alwan H. Abubakar, SP Sosialisasikan Proyek Peruba

pemkab-morowali-gelar-halal-bi-halal-bupati-iksan-tekankan-sinergitas-dan-kolaborasi-bersama

Pemkab Morowali Gelar Halal Bi Halal, Bupati Iksan Tekankan Sinergitas dan Kolaborasi Bersama

Morowalikab.go.id -Bungku- Pemerintah Kabupaten Morowali gelar Halal Bihalal bersama Forkopimda,  jajaran ASN, PPPK dan Honorer di Lingkup Pemerintah Kabupaten Morowali, bertempat di Halaman Kantor Bupati Morowali, Desa Bente Kecamatan Bungku Te

lagi-rachmansyah-ismail-ungkap-kabar-gembira-bagi-petugas-rumah-ibadah-dan-kades-se-kecamatan-bungku-barat

Lagi, Rachmansyah Ismail Ungkap Kabar Gembira bagi Petugas Rumah Ibadah dan Kades se-Kecamatan Bungku Barat

Morowalikab.go.id – Bungku Barat - Dalam suasana penuh syukur dan kebahagiaan, lagi-lagi, Penjabat (Pj) Bupati Morowali Provinsi Sulawesi Tengah, Ir. H. A. Rachmansyah Ismail, M.Agr., MP mengumumkan kabar gembira bagi petugas rumah ibadah da

dpmdp3a-morowali-gelar-pelatihan-manajemen-penanganan-kasus-kekerasan-terhadap-perempuan-dan-anak

DPMDP3A Morowali Gelar Pelatihan Manajemen Penanganan Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak

Morowalikab.go.id-Bungku- Pemerintah Daerah Morowali, melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak menyelenggarakan Pelatihan Manajemen Penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten