Menghadirkan Kesalehan Sosial, Refleksi Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Tahun 2019

  Wednesday 30 October 2019   kary kabidikp     2122

Kesalehan Individual, Tamparan Buat Humanisme dalam Konteks Beragama

(Renungan untuk Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW)

Oleh: pr47

Masihkah memiliki arti dan makna Maulid Nabi Muhammad SAW tahun 2019 bagi perjalanan kehidupan sosial kolektif kita sebagai bangsa? Pertanyaan ini menggelitik kemanusiaan kita selaku mahluk sosial. Jika saja masih memiliki arti dan makna, maka sudah selayaknya akhlak mulia nun agung dari Baginda Nabi Muhammad SAW menjadi panutan dan tauladan dari setiap anak bangsa. Dengan demikian Islam Rahmatan Lil Alamin - Islam yang membawa rahmat bagi alam semesta menjadi nyata dalam setiap denyut nadi umat, penyandang KTP Republik Indonesia.

Jangan sampai arti dan maknanya menjadi scarcity, sehingga arti dan makna yang langka dan berharga itu akan pergi tanpa bekas, seiring dengan waktu yang terus berputar. Menghindarkan diri dari jebakan seremonial yang alpa terhadap perjuangan Beliau untuk menunjukkan akhlak dan perilaku mulia. Peringatan Maulid seharusnya menggugah seluruhy elemen masyarakat untuk selalu kembali pada kondrat sesungguhnya dalam meneladani dan mengamalkan ajaran-ajaran serta akhlak Baginda Nabi Muhammad SAW.

Sekarang, mungkin kita mulai menyadari jika kehidupan sosial berbangsa harus dikembalikan pada keluhuran dan akhlak yang mulia. Mengembalikan Human pada kodrat menjunjung tinggi kemanusiaan, kehidupan manusia yang berbhineka. Hal ini menegaskan kembali kehidupan bersama yang saling berhubungan dengan baik., saling ta'aruf dan ta'awun - saling berhubungan dengan baik dan saling membantu. Sebab dalam hubungan antarmanusia yang paling berperan adalah etika. Melalui etika juga mengatur bagaimana orang dipandang layak dalam melakukan hubungan antaragama.

Kesadaran kolektif anak bangsa terhadap kondisi di mana dimunculkannya agama dalam 2 posisi yang berbeda, yaitu: pertama, agama dijadikan faktor integratif. Artinya, agama dijadikan alat pemersatu dalam masyarakat. dan kedua, agama dijadikan faktor disintegrasi. Di mana agama sering digunakan sebagai simbol pembenar perselisihan yang berpotensi memcah-belah persatuan bangsa.

Khas Indonesia, kehidupan beragama akan selalu diwarnai perspektif politik. Hal ini melahirkan kekhawatiran terjadinya pelunturan moral agama itu sendiri. Keberanian untuk mengakui jika religi tanpa perspektif humanistik, niscaya akan menunjukkan wajah yang bengis dan kejam. Sedangkan politisasi agama secara berlebihan akan melahirkan demoralisasi yang akan mengurangi nilai kesucian agama, yang jika dibiarkan akan mengakibatkan desakralisasi agama.

Singgasana kemanusiaan melalui dimensi humanisme yang cenderung rapuh, dangkal dan sempit harus segera kita akhiri. Kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara dari seluruh komponen bangsa ini sudah selayaknya menonjolkan sikap yang toleran daripada sikap apriori, yang menjadi ciri khas masyarakat yang pluraristik yang mengedepankan sikap-sikap humanis.

Jujur untuk mengakui jika telah terjadi pelemahan terhadap dimensi kemanusiaan. Di mana bangsa ini menghadapi kesulitan dalam menjalani interaksi sosial dengan komponen bangsa lain, khususnya yang berbeda agama. Sepertinya bangsa ini disibukkan oleh kesalehan individual, namun lemah dalam merancang kesalehan sosial. Karenanya, ketika diperhadapkan pada masalah kemasyarakatan akan mengalami kesulitan karena rendahnya pengalaman kesalehan sosial.

Momentum Maulid Nabi Muhammad SAW, menjadi lompatan akhlak mulia untuk menjalankan nilai-nilai agama secara utuh dalam bingkai humanis. Dimensi teologi, hukum, ritual dan moral yang menjunjung tinggi humanisme tetap dijadikan rujukan dalam menciptakan keharmonisan sosial.

Pengalaman memberikan pelajaran bagi kita. Pada saat agama dijadikan sebagai instrumen dalam mengangkat martabat dan harkat kemanusiaan, maka agama akan menjadi faktor integratif, perekat umat manusia. Akan tetapi jika dihadirkan untuk memperebutkan kepentingan kelompok, kepentingan yang lebih kecil, atau kepentingan primordial, maka dapat dipastikan agama akan menjadi kekuatan disintegratif. Pilihan ada dalam genggaman kita masing-masing. Saatnya mengedepankan kesalehan sosial, dengan meredam kesalehan individualis.

Menghadirkan jiwa yang berakhlak mulia dalam momentum Maulid Nabi Muhammad SAW, semoga dapat dijadikan momentum yang kesekian kalinya untuk menghadirkan keharmonisan sosial berbangsa dan bernegara. Spriritualitas melintas batas merupakan warisan keberagaman diterima sebagai keharmonisan dalam membentuk watak dasar semangat Bhineka Tunggal Ika,....semoga!!!!

(Kominfo/pr47)

Berita Terkait

hadiri-kuliah-umum-psdku-untad-morowali-bupati-berikan-motivasi-mahasiswa-baru

Hadiri Kuliah Umum PSDKU Untad Morowali, Bupati Berikan Motivasi Mahasiswa Baru

morowalikab.go.id - Bungku - Dalam rangka Pelaksanaan Kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Untad Morowali, Bupati Morowali, Drs. Taslim berkesempatan memberikan Kuliah Umum bagi mah

pemkab-morowali-gelar-rapat-persiapan-pencanangan-kampung-pancasila

Pemkab Morowali, Gelar Rapat Persiapan Pencanangan Kampung Pancasila

  Morowalikab.go.id-Bungku- Dalam rangka Mensukseskan Rapat Persiapan kegiatan pencanangan Kampung Pancasila di Kabupaten Morowali, Pemerintah Daerah Morowali, melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Daerah melaksanakan rapa

letakan-batu-pertama-pembangunan-ponpes-di-kecamatan-menui-kepulauan-pemkab-morowali-gelar-tabligh-akbar-bersama-ust-dasat-latif

Letakan Batu Pertama Pembangunan Ponpes di Kecamatan Menui Kepulauan, Pemkab Morowali Gelar Tabligh Akbar Bersama Ust. Das’at Latif

Morowalikab.go.id, Bungku, Dalam rangka peletakan batu pertama pembangunan Pondok Pesantren Alkhairaat di Kecamatan Menui Kepulauan, Pemerintah Daerah Kabupaten Morowali menggelar Tabligh Akbar bersama Ustad Kondang, Das’at Latif  pada

lestarikan-budaya-dan-lingkungan-desa-sainoa-tuai-apresiasi-dari-wabup-iriane-dalam-lomba-evaluasi-tahun-2025

Lestarikan Budaya dan Lingkungan, Desa Sainoa Tuai Apresiasi dari Wabup Iriane dalam Lomba Evaluasi Tahun 2025.

Morowalikab.go.id – Bungku Selatan – Pemerintah Kabupaten Morowali melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPMDP3A) menggelar Lomba Evaluasi Perkembangan Desa dan Kelurahan Tingkat K

pemkab-morowali-tegaskan-kepedulian-terhadap-guru-kontrak-dengan-klarifikasi-gaji-ta-2023

Pemkab Morowali Tegaskan Kepedulian Terhadap Guru Kontrak, dengan Klarifikasi Gaji T.A 2023

  Morowalikab.go.id-Bungku- Pemerintah Daerah Morowali akhirnya memberikan klarifikasi resmi terkait isu gaji guru kontrak Tahun Anggaran 2023 yang belum terbayarkan. Isu ini telah menjadi perbincangan hangat di masyarakat sejak beberapa wakt