Mediasi Pemda Morowali Terhadap Perusahaan, dan Masyarakat Terdampak Banjir Lahirkan Kesepakatan Bersama

  Friday 06 September 2019   helman kaimu     2389

PPID - morowalikab.go.id - Bungku - Menindaklanjuti hasil mediasi tahap pertama, (Selasa, 03/09), Pemda Morowali menggelar pertemuan kedua untuk membicarakan tuntutan masyarakat dari tiga desa terdampak banjir. Pemerintah Daerah, Perusahaaan Pemegang Izin Usaha Pertambanagan (IUP) serta masyarakat tiga desa, yakni: Desa Lele, Dampala dan Siumbatu kembali menggelar pertemuan di Ruang Pola Kantor Bupati pada Rabu (05/09), setelah sebelumnya telah dilaksanakan pertemuan di Ruang kerja Bupati Morowali.

Hadir dalam pelaksanaan rapat diantaranya Bupati Morowali, Drs. Taslim, Kapolres Morowali, AKBP. Bagus Setiyawan, Kasdim 1311/Morowali Mayor Inf. Arifin Rito Wibowo, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Drs. Bambang S. Soerojo, S.Sos, Kadis Lingkungan Hidup Daerah Drs. Fajar, Kaban Kesbangpol dan Linmas Drs. Abd. Wahid asan, M.Pd, Perwakilan Perusahaan Pemegang IUP, Kepala Desa, Toko Agama, Toko Masyarakat dan Toko Pemuda Desa Lele, Dampala dan Siumbatu Kecamatan Bahodopi.

Dalam arahannya, Bupati Taslim mengatakan pertemuan kedua ini membahas kesepakan antara Pemda, pihak Perusahaan dan Masyarakat Terdampak banjir tentang besaran persentase ganti rugi setiap barang yang dinyatakan hilang dan/atau rusak termasuk membahas normalisasi sungai Dampala. Olenya itu kita simpulkan bahwa dalam proses ganti rugi kita mengacu data dari Pemerintah Desa yang sudah masuk pada Dinas Sosial.

‘’Hari ini yang kita sepakati ganti rugi dalam bentuk barang atau dalam bentuk uang. Ini perlu kita sepakati secara bersama-sama, karena pihak perusahaan tinggal menunggu ganti rugi berdasarkan kesepakan bersama", ujarnya.

Dtambahkannya, jumlah Kepala Keluarga (KK) yang masuk dalam data pada tiga desa terdampak banjir sebanyak 420 (KK), meliputi: Desa Lele berjumlah 128 KK, Dampala 253 KK, dan Siumbatu sebanyak 39 KK. Olenya dari semua KK yang terdampak banjir akan kami upayakan untuk diselesaikan proses ganti ruginya, untuk itu pertemuan hari ini diharapkan bisa menghasilkan kesepakatan bersama kepada semua pihak yang terkait. Hal ini dilakukan demi terwujudnya situasi dan kondusif dikalangan masyarakat  terdampak banjir.

Menyinggung ganti rugi lahan pertanian warga yang berada dipinggiran sungai, Taslim menegaskan bahwa untuk ganti rugi lahan perkebunan dipinggir sungai tidak masuk dalam kategori  ganti rugi lahan yang ada hanya ganti rugi rumah-rumah warga dan perabot rumahnya yang mengalami kerusakan berat maupun kerusakan ringan.

Adapun hasil mediasi tahap kedua, sebagai berikut;

  1. Menyelesaikan ganti rugi masyarakat di tiga Desa anatara lain, Desa Lele, Dampala dan Siumbatu Kecamatan Bahodopi dengan mengacu pada data kerugian yang dialami masing-masing Kepala Keluarga dengan nilai ekonomis barang dihitung 50% (lima pulu persen) dari nilai barang baru.
  2. Dinas Sosial segera melaksanakan pendataan harga barang di Pasaran sebagai acuan/referensi pembayaran ganti rugi.
  3. Normalisasi Sungai akan dibebankan kepada perusaaan dengan masing-masing perusahaan menyediakan peralatan yang dibutuhkan dengan jumlah alat sesuai kebutuhan lapangan dan dikoordinir oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Daerah Kabupaten Morowali.
  4. Pada hari Senin tanggal 9 September 2019 akan diadakan rapat kembali untuk membahas besaran nilai ganti rugi berdasarkan data dari Dinas Sosial.

Foto/Kontributor IKP Kominfo: HK

Berita Terkait

musrenbang-kecamatan-2026-dimulai-pemkab-morowali-fokuskan-infrastruktur-dan-ekonomi-inklusif

Musrenbang Kecamatan 2026 Dimulai, Pemkab Morowali Fokuskan Infrastruktur dan Ekonomi Inklusif

Morowalikab.go.id – Bumi Raya – Pemerintah Kabupaten Morowali resmi menggelar tahapan awal Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Kecamatan Tahun 2026 sebagai bagian dari persiapan penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (

menindaklanjuti-masukan-masyarakat-terhadap-kelangkaan-minyak-goreng-wabup-morowali-resmikan-kegiatan-pasar-murah-kecamatan-bungku-barat

MENINDAKLANJUTI MASUKAN MASYARAKAT TERHADAP KELANGKAAN MINYAK GORENG – WABUP MOROWALI RESMIKAN KEGIATAN PASAR MURAH KECAMATAN BUNGKU BARAT

Morowalikab.Go.Id –Bungku- Wakil Bupati Morowali Dr. H. Najamudin, S.Ag., S.Pd., M.Pd., Membuka secara resmi Kegiatan Pasar MurahKecamatan Bungku Barat di Aula Kantor Camat Bungku Barat, Desa Wosu. Melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian

bupati-taslim-buka-rakor-pembinaan-dan-pengawasan-lpg-dan-bbm

Bupati Taslim Buka Rakor Pembinaan dan Pengawasan LPG dan BBM 2021

Morowalikab.go.id-Bungku- Bupati Morowali Drs. Taslim membuka rapat koordinasi pembinaan dan pengawasan LPG dan BBM yang digelar oleh bagian perekenomian dan sumber daya alam Sekretariat Daerah Kabupaten Morowali, Kamis (4/03). Kegiatan berlangsun

pemkab-morowali-gelar-musrenbang-rpjpd-tahun-2025-2045

Pemkab Morowali Gelar Musrenbang RPJPD Tahun 2025-2045

Morowalikab.go.id -Bungku- Pemerintah Kabupaten Morowali melalui Badan Perencanaan dan Penelitian Pengembangan Pembangunan Daerah (Bappelitbangda) menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan dalam Penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah

36-paskibraka-morowali-resmi-dikukuhkan

36 Paskibraka Morowali Resmi Dikukuhkan

PPID - morowalikab.go.id - Bungku - Bupati Morowali Drs. Taslim mengukuhkan 36 Anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Morowali yang akan bertugas pada peringatan detik-detik proklamasi 17 Agustus 2019.   Pengukuhan berlangsung di Aula