Friday 06 February 2026
Octaviana Latong
20
Morowalikab.go.id – Bungku — Dinas Lingkungan Hidup Daerah (DLHD) Kabupaten Morowali melakukan pengawasan berjenjang terhadap dugaan sedimentasi di kawasan JT yang dikeluhkan masyarakat, dengan fokus utama pada perlindungan ekosistem mangrove.
Hal tersebut disampaikan Kepala DLHD Morowali, Nukrah, dalam pertemuan kunjungan kerja Komisi III DPRD Provinsi Sulawesi Tengah bersama Pemerintah Kabupaten Morowali yang digelar di Aula Lantai I Kantor Bupati Morowali, Jumat (6/2/2026).

Nukrah menjelaskan, sebelum pelaksanaan Rapat Dengar Pendapat (RDP), DLHD Morowali telah melakukan peninjauan langsung ke lapangan sebagai respons awal atas aduan masyarakat.
“Hasil verifikasi menunjukkan bahwa sedimentasi yang terjadi tidak dapat dikaitkan dengan satu perusahaan tertentu, melainkan dipengaruhi oleh kondisi topografi wilayah serta aktivitas sejumlah perusahaan dalam satu kawasan.” Ungkapnya

Sebagai langkah pengendalian awal, DLHD Morowali melakukan pengawasan rutin terhadap tiga perusahaan. Dari hasil pengawasan tersebut, DLHD menerbitkan rekomendasi teknis bersifat korektif disertai penetapan tenggat waktu perbaikan.
Lebih lanjut, Nukrah menegaskan bahwa pengawasan akan diperluas ke perusahaan lain di sekitar lokasi terdampak, mengingat permasalahan lingkungan bersifat kumulatif.
Ia menyebut bahwa Pengawasan diprioritaskan pada wilayah pesisir yang memiliki ekosistem mangrove karena perannya yang strategis dalam menjaga keseimbangan lingkungan dan keberlanjutan kehidupan masyarakat pesisir.
“Meski menghadapi keterbatasan kewenangan dan dukungan anggaran, DLHD Morowali dengan tegas berkomitmen untuk memaksimalkan pengawasan rutin serta mendorong sinergi lintas sektor guna memperkuat upaya perlindungan lingkungan secara berkelanjutan.” Katanya