Wednesday 15 July 2026
helman kaimu
14
Morowalikab.go.id – Bungku Selatan – Usai pelaksanaan Upacara Pembukaan Tentara Manunggal Masuk Desa (TMMD) ke-129 Tahun Anggaran 2026 Kodim 1311/Morowali, Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf bersama Komandan Kodim 1311/Morowali, Letkol Inf. Baja Sirait, meninjau langsung titik nol pembangunan TMMD di Desa Polewali, Kecamatan Bungku Selatan, Rabu (15/7/2026). Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan lokasi yang menjadi sasaran fisik program TMMD sekaligus melihat kondisi lapangan sebelum pekerjaan dimulai.

Kegiatan yang mengusung tema "Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa" tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Morowali Herdiyanto Marzuki, Wakil Ketua I DPRD Ihwan Moh. Thaiyeb, sejumlah pejabat eselon II dan III, Camat Bungku Selatan, para kepala desa se-Kecamatan Bungku Selatan, serta masyarakat setempat. Kehadiran seluruh unsur pemerintah, TNI, dan masyarakat mencerminkan sinergi yang kuat dalam mendukung percepatan pembangunan di wilayah pedesaan.

Di sela peninjauan, Bupati Iksan Baharudin Abdul Rauf menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Morowali berkomitmen mendukung penuh pelaksanaan program TMMD sebagai bentuk kolaborasi nyata antara pemerintah daerah dan TNI dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, peninjauan tersebut untuk melihat sejauh mana persiapan secara teknis sehingga seluruh pekerjaan dapat berjalan sesuai perencanaan.

Ia menambahkan, berdasarkan hasil peninjauan, tidak ditemukan kendala berarti di lapangan. Dukungan dari pemerintah kecamatan, pemerintah desa, hingga masyarakat dinilai sangat baik sehingga diyakini akan memperlancar pelaksanaan seluruh rangkaian kegiatan TMMD. Selain pembangunan infrastruktur, Bupati juga berharap program kolaboratif tersebut dapat menyentuh sektor pendidikan dan peningkatan fasilitas umum agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat secara luas.
Diketahui, selain pembangunan infrastruktur, TMMD ke-129 juga melaksanakan berbagai program pemberdayaan masyarakat, di antaranya penyediaan air bersih, penguatan ketahanan pangan, rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH), penghijauan, serta percepatan penurunan angka stunting sebagai upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat di pedesaan.
Top of Form
Bottom of Form