Wednesday 15 July 2026
Octaviana Latong
12
Morowalikab.go.id – Bungku Pesisir – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-15 Kecamatan Bungku Pesisir yang dirangkaikan dengan kegiatan jalan sehat dan ramah tamah menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam percepatan penurunan stunting di Kabupaten Morowali. Kegiatan tersebut berlangsung di halaman Kantor Camat Bungku Pesisir, Rabu (15/7/2026).
Pada kesempatan itu, Sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Morowali, Nursia, menyampaikan sosialisasi mengenai pentingnya kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung percepatan penurunan stunting.
Dalam pemaparannya, Nursia menjelaskan bahwa pemerintah melalui Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga/BKKBN) telah menerima mandat langsung dari Presiden sebagai koordinator percepatan penurunan stunting. Menurutnya, amanah tersebut tidak dapat dijalankan oleh satu instansi saja, melainkan membutuhkan sinergi dan kolaborasi lintas sektor.
"Di daerah, percepatan penurunan stunting dilaksanakan melalui kerja sama berbagai perangkat daerah, di antaranya Bappeda, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas Perikanan, Dinas Pertanian, Dinas Komunikasi dan Informatika, Dinas Perumahan, serta seluruh jajaran pemerintah kecamatan hingga pemerintah desa," ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga kekompakan dan keberlanjutan program di tingkat desa, khususnya dalam pergantian kepemimpinan. Menurutnya, pergantian kepala desa maupun camat tidak boleh menghambat program yang telah berjalan, terutama peran kader yang telah memiliki pengalaman dan dedikasi dalam melayani masyarakat.
"Kader-kader yang telah berpengalaman dan memiliki dedikasi hendaknya tetap dirangkul. Jangan setiap terjadi pergantian kepala desa atau camat, seluruh kader ikut diganti. Yang harus menjadi pertimbangan adalah pengalaman dan dedikasi mereka agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan secara optimal," tegasnya.
Selain itu, Nursia mengajak Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) di tingkat desa dan kecamatan untuk rutin melaksanakan rapat koordinasi sedikitnya satu kali setiap triwulan. Langkah tersebut dinilai penting agar setiap kendala di lapangan dapat segera diidentifikasi, dibahas, dan diselesaikan secara bersama.
Menurutnya, evaluasi yang dilakukan secara berkala juga akan meningkatkan kualitas pelaporan serta menjadi salah satu indikator penting dalam penilaian pelaksanaan program stunting di tingkat provinsi maupun nasional.
Mengakhiri sambutannya, Nursia mengajak seluruh masyarakat menjadikan kegiatan jalan sehat sebagai simbol kebersamaan dalam membangun keluarga yang sehat dan berkualitas.
"Mari kita jadikan kegiatan jalan sehat ini sebagai simbol bahwa membangun keluarga yang sehat merupakan tanggung jawab bersama. Setiap langkah kecil yang kita lakukan hari ini merupakan bagian dari ikhtiar besar untuk mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan bebas stunting," katanya.
Ia turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan peringatan HUT ke-15 Kecamatan Bungku Pesisir.
"Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah hadir dan mendukung terselenggaranya kegiatan ini. Semoga Kecamatan Bungku Pesisir semakin maju, masyarakatnya semakin kompak, dan kesejahteraan masyarakat terus meningkat," tutupnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Morowali Iriane Ilyas, Anggota DPRD Kabupaten Morowali Herlan, Camat Bungku Pesisir Burhanudin, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Bungku Pesisir, Ketua TP PKK Kecamatan Bungku Pesisir, serta masyarakat Kecamatan Bungku Pesisir.
.jpg)