Monday 23 February 2026
helman kaimu
34
Morowalikab.go.id – Bungku - Bupati Iksan Baharudin Abdul Rauf memerintahkan jajaran perangkat daerah, khususnya Dinas Perumahan Kabupaten Morowali dan Dinas Sosial Kabupaten Morowali, untuk segera mengambil langkah konkret usai pelaksanaan apel. Ia menegaskan kedua dinas tersebut harus segera bekerja, menyusun data terperinci, serta merumuskan tindakan prioritas yang akan dilaksanakan dalam tiga bulan ke depan. Hal tersebut dikatakannya saat pimpin apel umum di Halaman Kantor Bupati, Kompleks Perkantoran Fonuasingko Bungku, Desa Bente, Kecamatan Bungku Tengah pada Senin (23/2/26).

Dalam arahannya, bupati menekankan program perumahan harus dilaksanakan secara tepat sasaran. Ia mengingatkan agar pembangunan rumah tidak dilakukan jika penerima manfaat belum jelas, meskipun anggaran yang tersedia mencapai sekitar Rp43 miliar. Menurutnya, anggaran besar tidak boleh dibelanjakan tanpa memastikan masyarakat yang paling membutuhkan benar-benar menjadi prioritas.

Bupati menyoroti kondisi riil masyarakat di wilayah kepulauan yang masih memprihatinkan. Ia mengungkapkan masih terdapat rumah yang dihuni dua hingga tiga kepala keluarga sekaligus, bahkan sebagian di antaranya berada dalam kondisi tidak layak huni dan terancam roboh. Situasi tersebut, kata dia, harus menjadi perhatian utama dalam perencanaan program perumahan.
Ia juga menegaskan bahwa tahun kedua masa pemerintahannya bukanlah periode yang bisa dijalankan secara biasa. Menurutnya, tahun ketiga akan menjadi puncak pembuktian kemampuan pemerintah daerah dalam membawa perubahan nyata bagi pembangunan daerah. Karena itu, seluruh perangkat daerah diminta bekerja serius, terukur, dan fokus pada hasil yang langsung dirasakan masyarakat.
Bupati menambahkan bahwa komitmennya membangun Kabupaten Morowali dilandasi niat tulus untuk memperbaiki berbagai persoalan yang masih ada. Ia menegaskan kepercayaan rakyat yang diberikan kepadanya harus dijawab dengan kerja nyata, terutama dalam memperbaiki kondisi sosial dan kesejahteraan masyarakat yang selama ini belum tertangani secara optimal.
Top of Form
Bottom of Form