Thursday 09 July 2026
Octaviana Latong
23
Morowalikab.go.id — Bupati Morowali yang diwakili oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Yusman Mahbub secara resmi membuka kegiatan Kick-Off Meeting pembentukan Forum Sinergi Morowali (FORWALI), yang berlangsung di ruang rapat Kantor Bupati Morowali, Kamis (09/07/2026).
Kegiatan ini digelar sebagai langkah awal membangun wadah koordinasi, komunikasi, dan kolaborasi antara Pemerintah Daerah, dunia usaha/industri, serta masyarakat dalam membahas berbagai isu strategis di Kabupaten Morowali, khususnya di bidang sosial, lingkungan, ketenagakerjaan, dan Corporate Social Responsibility (CSR).
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Tahir, unsur Forkopimda, Para Pimpinan OPD terkait Lingkup Pemkab Morowali, Ketua Adat Tobungku, para camat se-Kabupaten Morowali, perwakilan perusahaan, serikat pekerja, serta berbagai elemen masyarakat.
Dalam sambutannya, Sekda Morowali Yusman Mahbub menegaskan bahwa keberadaan forum komunikasi yang inklusif menjadi salah satu kunci dalam memperkuat pembangunan daerah.
“Semakin banyak ruang komunikasi dan forum diskusi yang terbentuk, maka akan semakin besar pula peluang kita membangun Morowali yang lebih baik. FORWALI diharapkan menjadi media strategis untuk menyampaikan aspirasi dan memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa FORWALI merupakan bagian dari inovasi daerah yang akan diuji secara akademis melalui program Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II di Lembaga Administrasi Negara (LAN).
“Forum ini tidak hanya sebagai wadah komunikasi, tetapi juga menjadi inovasi yang akan diuji secara ilmiah. Harapannya, FORWALI dapat menjadi model kolaborasi efektif dalam menangani berbagai persoalan daerah,” tambahnya.
Sementara itu, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra, Tahir, menjelaskan bahwa FORWALI merupakan proyek perubahan yang mengedepankan pendekatan preventif dalam penyelesaian masalah.
“Forum ini kita dorong bersifat pencegahan. Kita ingin merespons isu-isu yang berkembang sejak dini sebelum menjadi konflik besar. Selama ini pendekatan yang dilakukan cenderung reaktif, sehingga melalui FORWALI kita perkuat dialog rutin dan kolaborasi lintas sektor,” jelasnya.
Ia menambahkan, FORWALI akan melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah, dunia usaha, TNI/Polri, serikat pekerja, LSM, hingga masyarakat luas. Selain itu, akan dibangun sistem pengaduan serta mekanisme kerja yang terstruktur guna menampung aspirasi dan menyelesaikan persoalan secara bersama.
Dari unsur adat, Ketua Adati Tobungku Maidhzun Ilwan Ridwan. menyambut baik pembentukan forum tersebut dan menekankan pentingnya menjaga kebersamaan serta objektivitas.
“Forum ini harus menjadi ruang bersama untuk menjaga keharmonisan daerah. Semua pihak harus berperan aktif dan fokus pada solusi, bukan saling menyalahkan,” ungkapnya.
Perwakilan pihak, SP SMIP Asfar juga menyoroti pentingnya perhatian terhadap isu ketenagakerjaan, khususnya terkait kesempatan kerja bagi tenaga lokal serta pengawasan implementasi kebijakan di kawasan industri dan pertambangan.
Sementara itu, perwakilan Kepolisian yang hadir mewakili Kapolres Morowali memberikan apresiasi terhadap pembentukan FORWALI sebagai langkah inovatif pemerintah daerah.
“Forum ini sangat baik sebagai wadah penyelesaian masalah secara preventif dan kekeluargaan. Namun, kami berharap forum ini tetap objektif dan tidak dipolitisasi, sehingga benar-benar menjadi solusi bagi masyarakat,” ujarnya.
Rapat diakhiri dengan penandatanganan kontingen bersama oleh seluruh peserta rapat kick off meeting pembentukan FORWALI.