Thursday 09 April 2026
Salsadila Rahim
20
Morowalikab.go.id-Bungku- Pemerintah Daerah Kabupaten Morowali (PEMDAKAB) bersama Tim Validasi dari Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia baru saja usai menggelar rapat pertemuan online melalui zoom meeting di Aula Bappelitbangda. Rapat tersebut dihadiri langsung oleh Sekertaris Daerah Morowali, Drs.Yusman Mahbub,M.Si, Kepala Bappelitbangda, Hasyim,S.Pi, seluruh kepala OPD terkait, juga Kepala Puskesmas Se-Kabupaten Morowali serta peserta rapat lainnya. Kamis, (9/4/2026)

Rapat yang digelar ini bertujuan untuk membahas serta memaparkan capaian, inovasi, tantangan, serta rencana tindak lanjut pemerintah daerah dalam rangka percepatan penurunan dan penghapusan kemiskinan ekstrem yang terintegritas dengan upaya percepatan penurunan stunting pada tahun 2023-2025 di Kabupaten Morowali. Diketahui Pemdakab Morowali menempatkan penanganan kemiskinan dan penurunan stunting menjadi sebuah prioritas strategis daerah, sebab kedua aspek tersebut berkaitan langsung dengan kesejahteraan masyarakat, kualitas sumber daya manusia, juga keberlangsungan pembangunan di Morowali.

Dalam rapat online bersama KEMENDAGRI, Yusman Mahbub menegaskan bahwa daerah Kabupaten Morowali diketahui memiliki angka pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi sebesar 10,81% pada tahun 2025, hal tersebut didukung oleh sektor industri, pertambangan, perikanan dan pertanian. Sehingga Pemerintah Morowali berupaya untuk terus memastikan agara manfaat dari pertumbuhan tersebut semakin merata dan dirasakan langsung oleh masyarakat, terkhusus pada keluarga rentan dan kelompok prioritas.
Berdasarkan dari upaya yang dimaksud, Morowali akhirnya dapat memenunjukkan hasil capaian yang positif. Tingkat kemiskinan Kabupaten Morowali mengalami penurunan dari 11,55% pada tahun 2024 menjadi 10,38% pada tahun 2025. Sejalan dengan itu, angka stunting berdasarkan rilis e-PPGBM juga menunjukkan hasil positif penurunan dari angka 4,60% pada tahun 2024 menjadi 3,80% pada tahun 2025. Capaian tersebut menunjukkan bahwa intervensi Pemdakab Morowali tidak hanya berdampak pada aspek ekonomi rumah tangga, namun juga pada peningkatan kualitas kesehatan ibu dan anak serta kualitas hidup keluarga secara menyeluruh.

Melalui rapat daring juga Yusman Mahbub menambahkan, hasil capaian yang ada pada saaat ini merupakan buah dari sinergi program lintas OPD yang mencakup pendidikan, kesehatan, bantuan sosial, rumah layak huni, sanitasi, air bersih, pemberdayaan ekonomi masyarakat, juga penguatan basis data sasaran melaui verifikasi dan validasi yang berkelanjutan.
Pemerintah Daerah Kabupaten Morowali berkomitmen bahwa penanganan kemiskinan dan penurunan angka stunting merupakan proses yang berkelanjutan sehingga dibutuhkan sinergi bersama oleh seluruh lintas sektor dan dukungan semua pihak. Serta menegaskan untuk memperkuat intervensi yang integritas, berbasis data hasil verfikasi dan validasi serta berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.