Thursday 04 March 2021
Octaviana Latong
1772
Morowalikab.go.id-Bungku- Bupati Morowali Drs. Taslim membuka rapat koordinasi pembinaan dan pengawasan LPG dan BBM yang digelar oleh bagian perekenomian dan sumber daya alam Sekretariat Daerah Kabupaten Morowali, Kamis (4/03).
Kegiatan berlangsung di Ruangan Aula Kantor Bupati. Turut hadir Asisten II Syukri Mattorang, Kabag Ekonomi Setkab Morowali Muhammad Yusup, S.Psi , Kasi Pidana Umum Kab. Morowali Benu, Perwakilan TNI/Polri, Perwakilan Kajari Morowali, sejumlah pejabat eselon II Lingkup pemda Morowali, serta peserta Rakor.
Bupati Morowali Drs. Taslim, pihaknya mengatakan akan melakukan pembenahan sistem pendistribusian gas LPG bersubsidi sesuai aturan. Perlu dibuat komitmen kesepakatan oleh pelaku pendistribusian Bersama pemerintah Kabupaten Morowali.
“ Kita harus punya komitmen untuk tidak melakukan semua kegiatan yang tidak seusai dengan pendstirbusian gas LPG bersubsidi seusai aturan. Saya mohon agar pelayanan perlu diperbaiki, kita tingkatkan pelayanan jangan sampai pertamina menjadi tempatnya seorang mafia” Ungkapnya.
Setelah mengetahui jumlah kuota LPG Tabung 3 Kg untuk Morowali Tahun 2020, pihaknya akan segera melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait guna mengendalikan pendistribusian, pemerataan dan menjamin ketersediaan LPG 3 kg bersubsidi di Kabupaten Morowali.
“Kita berharap distribusi tabung 3 Kg ini tepat sasaran dan tepat harga sesuai harga eceran tertinggi. dan yang paling penting kita harus menjamin hak masyarakat miskin mendapatkan gas 3 Kg yang subsidi,” tuturnya.
Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dalam upaya mengatasi permasalahan pendistribusian yang mengakibatkan kelangkaan dan harga tinggi gas LPG 3 kg bersubsidi di Kabupaten Morowali.
“ Melalui forum ini, mari kita Bersama-sama duduk , menyelesaikan persoalan, karena kami juga akan mendengarkan apa yang menjadi kegelisahan kalian dalam rangka melaksanakan amanah tadi, apa kesulitan di Pertamina, kesulitan perindustrian pengawasanya sehingga perlu diadakannya kerja sama yang baik antara pelaku usaha gas LPG bersama petugas keamanan dalam membantu pengawasan jika terjadi kejadian yang tidak diinginkan”. Tutupnya