Bupati Iksan Pimpin Rapat Tindak Lanjut Audiensi Gerakan Petani Indonesia Menggugat (GAPIT) Morowali

  Wednesday 14 May 2025   Maisarah     353

Morowalikab.go.id -Bungku- Bupati Morowali, Iksan Baharuddin Abd Rauf memimpin langsung rapat audiensi terkait Penyelesaian Masalah Pembangunan Crossing Jalur Pipa Baku dan bangunan Intake di Sungai Karaupa Oleh PT. BTIIG, bertempat di Aula Kantor Bupati Morowali, Kompleks Perkantoran Fonuasingko, Desa Bente Kecamatan Bungku Tengah, Rabu (14/05).

WhatsApp Image 2025-05-14 at 12-00-56_ecd335d7

WhatsApp Image 2025-05-14 at 12-00-33_4d8e5e38

Rapat dihadiri Kapolres Morowali, AKBP Suprianto, Wakil Ketua II DPRD Morowali Sultanah Hadie, Para Asisten dan staf Ahli Setkab Morowali, Para pimpinan OPD Teknis terkait, Camat Witaponda, Camat Bumi Raya, Management PT. BTIIG, Koordinator GAPIT Morowali, Masyakarat kecamatan Witaponda, Bumi Raya dan Bungku Barat serta insan pers.

WhatsApp Image 2025-05-14 at 12-00-33_b14008de

Dalam arahannya, Iksan menuturkan bahwa pentingnya etika dan komunikasi perusahaan sebelum investasi dilakukan. Masyarakat tidak menolak investasi, namun menuntut transparansi dan komunikasi yang baik.

“Investasi harus dilakukan dengan bertanggung jawab dan memperhatikan kepentingan masyarakat lokal. Investasi yang baik harus memberikan manfaat ekonomi yang signifikan bagi daerah dan masyarakat, tanpa mengorbankan lingkungan dan hak-hak masyarakat.” Ungkapnya

Lebih lanjut, dirinya menegaskan kepentingan masyarakat lokal yang akan terdampak langsung pada akses sumber daya alam pada 3 (tiga) kecamatan yaitu Witaponda, Bumi Raya dan Bungku Barat sebagai penopang dan lumbung pangan Kabupaten Morowali.

“Saya sebagai Bupati Morowali yang membawahi seluruh jajaran pemerintah di kabupaten ini, menolak kegiatan pemasangan pipa yang ada.” Jelasnya.

Orang Nomor Satu di Bumi Tepe Asa Moroso itu juga menekankan kepada pihak perusahaan untuk mematuhi dan mengikuti mekanisme dan prosedur yang berlaku. Perusahaan harus melakukan kajian lingkungan yang mendalam dan memperoleh izin yang diperlukan sebelum melakukan pembangunan.

 

 

Berita Terkait

target-bupati-taslim-dalam-penutupan-pelatihan-tahap-pertama-program-morowali-pandai-berhitung

Bupati Taslim Tutup Pelatihan Tahap Pertama Program Morowali Pandai Berhitung

morowalikab.go.id -Bungku- Bupati Morowali, Drs.Taslim, secara resmi menutup kegiatan Pelatihan Tahap Pertama Program Morowali pandai berhitung melalui Pelatihan Excel In Arithmetics yang bekerjasama dengan Yayasan Indonesia Jaya, di Anjungan Pant

bupati-iksan-baharudin-abdul-rauf-pimpin-upacara-hut-ri-ke-80-di-morowali

Bupati Iksan Baharudin Abdul Rauf Pimpin Upacara HUT RI ke-80 di Morowali

Morowalikab.go.id – Bungku – Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf, memimpin upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia yang digelar di Alun-alun Rumah Jabatan Bupati Morowali, Desa Matansala,

optimis-tingkatkan-pelayanan-ini-penegasan-bupati-morowali-lewat-musrenbang-kecamatan-bungku-timur

Optimis Tingkatkan Pelayanan, ini Penegasan Bupati Morowali Lewat Musrenbang Bungku Timur.

Morowalikab.go.id- Bungku- Pada Tahun 2023, APBD Kabupaten Morowali mengalami peningkatan dengan mencapai 1.9 Triliun, artinya bahwa program-program yang telah direalisasikan benar benar tepat sasaran, Maka dengan anggaran yang dicapai ini  kita

launching-pemberian-jaminan-hidup-masyarakat-bupati-morowali-paparkan-realisasi-program-pro-rakyat

Launching Program Pemberian Jaminan Hidup Masyarakat, Bupati Morowali Paparkan Realisasi Program Pro Rakyat.

Morowalikab.go.id, Bungku, Untuk mewujudkan masyarakat Morowali sejahtera bersama, Pemerintah Daerah Kabupaten Morowali melalui Dinas Sosial Daerah Launching Program Pemerintah Daerah berupa pemberian jaminan hidup Tahfidz, Pondok Pesantren, Janda

tak-hanya-bangun-gedung-bupati-iksan-dorong-rsud-morowali-utamakan-keselamatan-pasien

Tak Hanya Bangun Gedung, Bupati Iksan Dorong RSUD Morowali Utamakan Keselamatan Pasien

Morowalikab.go.id – Bungku – Pembangunan infrastruktur kesehatan ditegaskan bukan sebagai terminus pembangunan daerah, melainkan sebagai instrumen transformatif dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang humanis, responsif, serta berorient