Tuesday 01 October 2019
Winda Bestari
1866
PPID - morowalikab.go.id - Bungku - Menindaklanjuti Surat Ketua Umum SP - SMIP, perihal Permintaan Dialog, tanggal 27 September 2019, maka Pemda Morowali kemudian menggelar rapat pembahasan tuntutan Aliansi Buruh dan Rakyat Bersatu pada Selasa, (01/10).
Rapat yang berlangsung di Ruang Rapat Bupati tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Morowali, Drs. Taslim, serta dihadiri oleh Dandim 1311/Morowali, Yoga Raharja, Kapolres Morowali Utara, Bagus Setiawan, Asisten I Bidang Administrasi Pemerintahan dan Kesra, Bambang Soerodjo, Kaban Kesbangpol, Abd Wahid Hasan, Kadistransnaker, Abdurahman, serta para perwakilan serikat pekerja.
Membuka dialog, Taslim menyebut bahwa Pemerintah memiliki kewajiban untuk memberikan respon secara cepat dan cermat setiap tuntutan masyarakat, demikian pula dengan apa yang disampaikan oleh SP-SMIP. Gerak cepat ini bukanlah upaya untuk menghalangi aksi demontrasi yang sudah dijadwalkan oleh SP-SMIP, tetapi lebih pada resposifitas pemerintah daerah terhadap apa yang menjadi tuntutan tersebut.
"Jangan menganggap kalian (Red: Serikat Buruh) sedang menggadaikan idealisme, seperti isu yang sengaja dikembangkan untuk melegitimasi pertemuan ini. Namun perlu diketahui, dialog adalah cara lain yang bisa kita gunakan untuk merespon dengan cepat agar mendapatkan solusi atas tuntutan yang ada", ujar Taslim.
"Undangan dialog yang pemda inisiasi ini adalah wadah penyempurnaan inti harapan masyarakat dan para pekerja. Saya bersyukur teman-teman sekalian mau meluangkan waktu untuk berdiskusi bersama", lanjutnya.
Taslim juga menegaskan kembali bahwa dialog tersebut bukan upaya untuk menekan gerakan tetapi itu justru untuk membuka ruang diskusi yang setara antara Pemda dan perwakilan buruh guna menemukan titik terang. Ketika dialog dilakukan, maka sangat besar harapan terdapat kesepahaman antara pemerintah daerah dengan Serikat Pekerja, sehingga mampu menjadi kekuatan untuk disampaikan kepada pihak perusahaan dan pihak-pihka lainnya.
"Dialog merupakan langkah yang baik, sebab Pemda memiliki keterbatasan dalam menentukan apa yang menjadi kesepahaman, tanpa melibatkan elemen masyarakat. Menyelesaikan masalah dengan dialog menjadi kebijakan yang akan selalu dilakukan oleh pemerintah daerah, sehingga melalui SP-SMIP yang respersentatif menyuarakan suara buruh, semoga terdapat kesepahaman antara pemda dan serikat pekerja", pungkasnya.
Dari dialog tersebut telah mencapai mufakat dengan mengagendakan pertemuan selanjutnya yang melibatkan pihak perusahaan. Pertemuan rencananya akan digelar kembali pada 03 Oktober 2019. Untuk maksud tersebut, Bupati Taslim mereschedule agenda Talkshow secara live di INews Tv dalam acara Good Morning Indonesia, yang awalnya direncanakan pada (Jumat, 4/10) menjadi (Jumat, 11/10). (Kominfo/IKP-k4r7&Winda).