Jaga Stabilitas Harga Jelang Hari Raya Idul Fitri , Bupati Morowali Resmi Membuka Pasar Murah di Kecamatan Witaponda

  Monday 25 April 2022   helman kaimu     2128

1 (3)

Morowalikab.go.id, Witaponda, Bupati Morowali, Drs. Taslim, resmikan pembukaan pasar murah di Kecamatan Witaponda. Pembukaan pasar murah tersebut bertujuan untuk menstabilkan harga Sembilan bahan pokok (Sembako), serta membantu meringankan beban yang menjadi kebutuhan warga.

Kegiatan yang di inisiasi Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Morowali tersebut berlangsung di Gedung Serba Guna Desa Laantula Jaya, Senin (25/04/22).

2 (1)

Dalam sambutannya, Bupati Morowali, Taslim mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan sesuatu yang sudah dilakukan secara nasional.

Tujuannya adalah untuk mengantisipasi terjadinya kelangkaan maupun melonjaknya kenaikan harga sembako, sehingga dibuat kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah dalam rangka untuk mengantisipasi gejolak atau kondisi yang  menyusahkan tersebut

‘’Kegiatan ini tidak serta merta menjadi solusi, namun bentuk upaya pemerintah dalam meringankan beban masyarakat yang kurang mampu, sehingga dengan demikian Insya Allah masyarakat kita bisa mendapatkan kebutuhan pokoknya, utamanya dalam menghadapi persiapan pelaksanaan hari raya Idul Fitri,’’ tuturnya.

Dikesempatan tersebut, mantan anggota DPRD Morowali itu, juga menekankan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban dalam menyambut hari raya Idul Fitri

‘’Saat menyambut hari raya Idul Fitri, keamanan dan ketertiban harus kita jaga secara Bersama-sama sehingga tercipta suasana aman dan nyaman saat berinadah,’’ pungkasnya.

Ditempat yang sama, Kadis Perindag, H. Zainal, SE., M.Si, menjelaskan maksud dan tujuan pelaksanaan pasar murah.

‘’Maksud dan tujuan diadakannya pasar murah pada setiap kecamatan untuk mengantisipasi kelangkaan Sembilan bahan pokok khususnya minyak goreng dan gas, membantu masyarakat yang tidak mampu khususnya yang berkategori ekonomi lemah di Sembilan desa se kecamatan witaponda,’’ pungkasnya.

Disaksikan Ketua TP-PKK Kabupaten Morowali, Ny. Asnoni Taslim, Camat Witaponda, Nasron, S.Sos, Bupati Morowali menyerahkan sembako kepada perwakilan masing-masing desa se Kecamatan Witaponda, pertanda resminya pembukaan kegiatan pasar murah di Kecamatan lumbung beras tersebut.

 

 

 

Berita Terkait

pemilu-2024-pj-bupati-morowali-coblos-di-tps-1-tofoiso-sekda-di-tps-3-marsaoleh

Pemilu 2024, Pj Bupati Morowali Coblos di TPS 1 Tofoiso, Sekda di TPS 3 Marsaoleh

Morowalikab.go.id-Bungku- Selasa (14/02/2024), Penjabat (Pj) Bupati Morowali, Ir.H.A Rachmansyah Ismail, M.Agr., MP., turut serta dalam proses demokrasi dengan memberikan hak suaranya dalam Pemilu Legislatif 2024.   Penyaluran Hak suara oleh

pj-bupati-morowali-tinjau-fasilitas-prioritas-masyarakat-bungku-selatan-yang-siap-dibangun

Pj Bupati Morowali Tinjau Fasilitas Prioritas Masyarakat Bungku Selatan yang Siap Dibangun

Morowalikab.go.id – Bungku Selatan – Penjabat (PJ) Bupati Morowali, Ir. H. A. Rachmansyah Ismail melakukan tinjauan menyeluruh di Pulau Paku Kecamatan Bungku Selatan untuk mengevaluasi fasilitas skala prioritas yang akan segera di

masjid-megah-mulai-hadir-dikawasan-industri

MASJID MEGAH MULAI HADIR DIKAWASAN INDUSTRI

Morowalikab.go.id: menjawab tantangan sejumlah pihak untuk membangun tempat-tempat ibadah bagi seluruh karyawannya. PT. Indonesia Morowali Industrial Park (PT. IMIP). Mulai memperlihatkan komitmennya, hal ini dibuktikan dengan peletakan batu pertama

kendalikan-inflasi-daerah-bupati-morowali-ikuti-rakor-secara-virtual

Kendalikan Inflasi Daerah, Bupati Morowali Ikuti Rakor Secara Virtual

Morowalikab.go.id, Bungku, Bupati Morowali, Drs. Taslim, bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Camat dan Kades se Kabupaten Morowali, mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) dan Kerjasama Pengendalian Inflasi Daerah serta Penyelesaian

hoax-kembali-beredar-video-tka-cina-aniaya-warga-morowali

Hoax: Kembali Beredar Video TKA Cina Aniaya Warga Morowali

Morowalikab.go.id – Bungku – Kembali beredar informasi di beberapa platform media sosial, konten dengan narasi yang menyebutkan bahwa Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Cina melakukan penganiayaan terhadap warga lokal di Morowali. Namun, se