DPRD Morowali Formalkan Konsultasi Publik Empat Ranperda Inisiatif 2026, Tekankan Presisi Regulatif dan Efektivitas Implementasi

  Thursday 12 February 2026   Octaviana Latong     614

dok dprd1 (1)

Morowalikab.go.id – Bungku – Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Morowali, Sultanah Hadie, secara resmi membuka konsultasi publik terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) inisiatif DPRD Tahun 2026, yang digelar di Ruang Rapat Aspirasi DPRD Morowali, Kamis (12/02/2026).

Agenda konsultatif tersebut mengelaborasi empat instrumen regulatif strategis, masing-masing Ranperda tentang Penyelenggaraan Reklame, Kawasan Tanpa Rokok (KTR), Perlindungan dan Pengelolaan Mutu Air, serta Pengelolaan Data Pertanahan Morowali. 

Dalam sambutannya, Sultanah Hadie menegaskan bahwa pembentukan regulasi daerah tidak sekadar memenuhi prasyarat administratif legislasi, melainkan merupakan ikhtiar konstitusional dalam menghadirkan kepastian hukum yang responsif terhadap dinamika sosial masyarakat.

“Perda yang kita rumuskan hari ini harus mampu menjadi instrumen pengendali sekaligus solusi atas problematika faktual di tengah masyarakat, khususnya terkait tata kelola reklame, pengendalian konsumsi rokok di ruang publik, kualitas lingkungan hidup, serta validitas data pertanahan,” ujarnya.

dok dprd1 (2)

Ia menekankan urgensi penyusunan regulasi yang berorientasi pada kebermanfaatan substantif, bukan semata formalitas normatif. Menurutnya, Ranperda tentang Kawasan Tanpa Rokok dan Mutu Air memiliki dimensi ekologis dan kesehatan publik yang signifikan, sementara regulasi reklame dan pertanahan menyentuh aspek tata ruang dan optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Mengakhiri sambutannya, Sultanah Hadie secara resmi membuka forum konsultasi publik tersebut dengan harapan seluruh masukan yang berkembang dapat memperkaya substansi akademik dan yuridis rancangan regulasi. “Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, konsultasi publik Ranperda inisiatif DPRD Tahun 2026 secara resmi saya nyatakan dibuka,” tuturnya.

dok dprd1 (7)

Sementara itu, Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Morowali, Muslimin, menegaskan bahwa inisiatif legislasi DPRD harus diikuti dengan kesiapan teknokratis pada tataran implementasi dan pengawasan. Ia mengingatkan bahwa efektivitas suatu perda tidak hanya ditentukan oleh kualitas redaksional normanya, tetapi juga oleh kapasitas eksekutorial perangkat daerah.

“Kita tidak ingin perda yang telah melalui proses panjang legislasi justru mengalami defisit implementasi di lapangan. Kesiapan monitoring dan pengawasan menjadi variabel krusial agar regulasi tidak berhenti sebagai dokumen normatif,” tegasnya.

Muslimin secara khusus menyoroti Ranperda Penyelenggaraan Reklame yang dinilai memiliki korelasi langsung terhadap potensi PAD. Ia mengungkapkan masih maraknya pemasangan reklame tanpa izin yang berimplikasi pada kebocoran pendapatan daerah serta pelanggaran tata ruang.

“Banyak reklame terpasang tanpa mekanisme perizinan yang sah. Ini bukan hanya persoalan estetika kota, tetapi juga menyangkut kepatuhan fiskal. Ranperda ini harus mampu menjadi instrumen penertiban sekaligus optimalisasi penerimaan daerah,” jelasnya.

dok dprd1 (8)

Ia juga mendorong kolaborasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD), termasuk peran teknis Satpol PP dalam penegakan regulasi, agar setiap perda yang disahkan memiliki daya guna dan daya laku yang efektif.

Konsultasi publik ini dihadiri sejumlah kepala OPD, narasumber ahli, kepala sekolah, kepala desa, serta pemangku kepentingan lainnya. Forum tersebut menjadi ruang partisipatif untuk menghimpun masukan konstruktif sebelum Ranperda memasuki tahapan pembahasan lanjutan dan harmonisasi.


dok dprd1 (5)

Berita Terkait

sekretariat-daerah-pemkab-morowali-gelar-harmonisasi-identifikasi-penyetaraan-jabatan-struktural-ke-jabatan-fungsional

Sekretariat Daerah Pemkab Morowali Gelar Harmonisasi Identifikasi Penyetaraan Jabatan Struktural ke Fungsional

Morowalikab.go.id-Bungku- Pemerintah Daerah Kabupaten Morowali,  untuk penyederhanaan birokrasi melalui , Sekretariat Daerah Kabupaten Morowali menggelar Sosialisasi Harmonisasi Identifikasi Penyetaraan Jabatan struktural ke Jabatan fungsional,

upaya-pemda-morowali-tekan-angka-stunting-lewat-rembuk-stunting

Upaya Pemda Morowali Tekan Angka Stunting Lewat Rembuk Stunting

Morowalikab.go.id- Bungku- Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, menggelar Rembuk Aksi Percepatan Stunting sebagai upaya untuk mengatasi masalah stunting yang masih menjadi perhatian serius, Bertempat di Ruang Pola Kantor Bup

optimalkan-pengumpulan-zakat-wabup-buka-sosialisasi-program-baznas-morowali-tahun-2019-2024

Optimalkan Pengelolaan Zakat, Wabup Buka Sosialisasi Program Baznas Morowali Tahun 2019-2024

Morowali, IKP Komifo, Untuk mengoptimalkan pengumpulan zakat yang lebih baik, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Morowali periode 2019-2024 menggelar Sosialisasi Program Layanan Berzakat melalui Baznas, di Ruang Pola Kantor Bupati Morowa

harkitnas-soliditas-persatuan-dan-kesatuan-bangsa

HARKITNAS, SOLIDITAS PERSATUAN DAN KESATUAN BANGSA

Morowalikab.go.id: ‘’Hari Kebangkitan Nasional merupakan momen dimana seluruh aspek lapisan masyarakat untuk menjaga jiwa solidaritas persatuan dan kesatuan baik dilingkungan keluarga maupun masyarakat, hal ini dimaksudkan untuk penguatan stabili

tingkatkan-sdm-berkualitas-bupati-morowali-tandatangani-nota-kesepahaman-dengan-universitas-terbuka-tentang-penyetaraan-guru-guru-pns-dii-ke-jenjang-s1-ta-2021

Tingkatkan SDM berkualitas: Bupati Morowali Tandatangani Nota Kesepahaman dengan Universitas Terbuka tentang Penyetaraan Guru-guru PNS DII Ke jenjang S1 T.A 2021.

Morowalikab.go.id-Bungku- Sebagai upaya untuk mendukung peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) di Kabupaten Morowali, melalui Pendidikan yang Berkualitas. Bupati Morowali Drs. Taslim melakukan Penandatanganan Nota kesepahaman dengan Universitas Terbuk