Tuesday 07 September 2021
helman kaimu
2130
Morowalikab.go.id, Bumi Raya, Usai mengikuti Lomba Perpustakaan Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah dan ditetapkan sebagai peringkat I se-Sulteng, kini perpustakaan ‘’Moro Pinter’’ Desa Harapan Jaya, Kecamatan Bumi Raya, Kabupaten Morowali ikuti penilaian lomba Perpustakaan Tingkat Nasional mewakili Provinsi Sulawesi Tengah, Senin (6/9/21).
Penilaian lomba yang berlangsung secara virtual di Gedung Perpustakaan ‘’Moro Pinter’’ turut dihadiri Bupati Morowali yang diwakili Asisten III Bidang Administrasi dan Umum, Husban Laonu, SP., M.Si, Kadis Perpustakaan Daerah, Zaenuddin, S.Pd., M.Pd, Camat Bumi Raya, Abd. Malik Hafid, S.HI., M.Si, Kapolsek Bumi Raya, IPTU. Zulfan, sejumlah pejabat Eselon III Dinas Perpustakaan Daerah, Kades Harapan Jaya, Katiman, dan seluruh anggota pengurus Perpustakaan ‘’Moro Pinter’’.
Dalam kesempatan tersebut, Asisten III, Husban Laonu ucapkan rasa syukur dan rasa bangga dimana perpustakaan ‘’Moro Pinter’’ Desa Harapan Jaya, Kecamatan Bumi Raya, Kabupaten Morowali terpilih sebagai perwakilan Prov Sulteng mengikuti lomba Perpustakaan Tingkat Nasional.
‘’Kami selaku Pemda dan seluruh masyarakat, sangat bersyukur dan bangga, dimana Perpustakaan desa asal kabupaten Morowali yakni perpustakaan ‘’Moro Pinter’’ terpilih sebagai perwakilan Prov Sulteng mengikuti lomba perpustakaan tingkat nasional. Mudah-mudahan dalam penilaian lomba, pengurus perpustakaan ‘’Moro Pintar’’ mendapat juara sesuai yang diharapkan.
Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan Daerah, Zainuddin, S.Pd., M.Pd, mengatakan bahwa berdasarkan Undang-undang No 43 Tahun 2007, perpustakaan diamanatkan 5 fungsu utama.
‘’Lima fungsi utama perpustakaan diantaranya, pertama, Menjadi pusat dan sumber informasi tentang ilmu pengetahuan pendidikan, kesehatan dan informasi lainnya. Kedua, sebagai pusat ruang belajar mandiri bagi masyarakat umum dan anak usia sekolah. Ketiga, Sebagai sumber pustaka dalam rangka pengembangan IPTEK, pengembangan inovasi peningkatan SDM. Keempat, sebagai pusat budaya dan pengembangan budaya lokal, dan Kelima, sebagai alternatif tempat wisata,’’ jelasnya.
Dari amanat Undang-undang 43 tentang perpustakaan, sejak Tahun 2018, Pemerintah Pusat melalui Perpustakaan RI, menetapkan Program Prioritas Perpustakaan yakni Perpustakaan Berbasis Transformasi Inklusi Sosial.
‘’Dalam inklusi sosial mengabarkan bahwa perpustakaan yang ada dapat difungsikan masyarakat secara langsung. Untuk itu, dalam pelaksanaan lomba ini merupakan bagian untuk mencapai, sejumlah hal yakni Pemda melalui perpustakaan daerah memberikan apresiasi bagi pengelola atas keberhasilannya dalam mengembangkan perpustakaan yang memenuhi Standar Pelayanan Minimal Perpustakaan, Meningkatkan motivasi kepada pengelola perpustakaan sehingga senantiasa dapat mengelola perpustakaan yang siap melayani masyarakat desa secara prima dan profesional, meningkatkan partisipasi masyarakat terlibat secara langsung memanfaatkan perpustakaan yang ada, dan mewujudkan perpustakaan sebagai teladan bagi perpustakaan desa lainnya,’’ ujar Zainuddin.
Usai menyampaikan sambutan, Asisten III, bersama Kadis Perpustakaan Daerah, dan Forkopimcam Bumi Raya, serta pengurus Perpustakaan ‘’Moro Pinter’’ mengikuti prosesi penilaian yang diawali dengan tahap wawancara dengan tim juri nasional, dilanjutkan peninjauan aktivitas dan fasilitas perpustakaan secara virtual.