Puasa Presentasikan Keimanan Rabbaniyah dan kepekaan Insyaniyah

  Wednesday 20 April 2022   Iqbal Mirza     2704

images

Morowalikab.go.Id Puasa yang dirindukan Tulisan ini mengetengahkan dua karakteristik puasa yang dirindukan oleh Allah Swt: Pertama, Puasa yang mempresentasi kecintaan dan keimanan rabbaniyah.

Puasa Ramadhan merupakan cerminan puncak keimanan dan manusia kepada Allah.

Oleh karenanya puasa dipandang sebagai sebuah ibadah yang berbeda dengan ibadah yang lain.

Ibadah puasa adalah ibadah batin yang tersembunyi jauh dari perilaku riya yang dapat diinderawi oleh orang lain.

Puasa adalah ibadah khas pembuktian keimanan dan kecintaan sejati antara makhluk dan sang khalik.

Hakikat inilah yang tersarikan dari hadist yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim yang artinya” Semua amal Bani Adam untuknya, kecuali puasa, ia untuk- Ku dan Aku yang akan memberi ganjarannya” (HR.Bukhari Muslim).

Penisbahan puasa kepada Allah dalam hadits di atas adalah penisbahan dari sisi makna kemuliaan (tasyrif), dalam arti sedemikian mulia dari segi keikhlasan, sehingga janji Allah sendiri yang menentukan kadar ganjarannya yang tak terkira.

Hanya Allah yang tau seberapa besar balasan pahala orang berpuasa dan ini tentunya berbeda dengan ibadah yang lain.

Sebagaimana yang dinukilkan dalam sebuah hadits qudsi “Setiap amalan kebaikan yang dilakukan manusia akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan semisal hingga tujuh ratus kali lipat.

Allah berfirman, (yang artinya) kecuali amalan puasa, amalan puasa tersebut adalah untuk- Ku

Aku sendiri yang akan membalasnya.

Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku (HR.Muslim).

Tentang pentingnya standar keikhlasan dalam puasa Ramadhan ini juga diperkuat dalam hadist Rasulullah lainnya yang juga diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim yang artinya “Barang siapa yang berpuasa Ramadhan yang didorong oleh keimanan dan keikhlasan maka diampuni dosanya yang terdahulu, Dan siapa yang bangun malam Qadar dengan keimanan dan keikhlasan telah diampuni dosanya yang telah lalu” (HR.Bukhari Muslim).Dari sini dapat dipahami bahwa inti dari amalan puasa Ramadhan tentang makna terdalam dari sebuah ibadah yang dilandasi keimanan dan keikhlasan.

Puasa mengajarkan manusia tentang kecintaan kepada ridha Allah bukan untuk hal-hal yang berhubungan dengan pandangan manusia lainnya.

Melalui ibadah puasa Allah mengajarkan bahwa amalan yang paling dirindukan dari hamba adalah amalan yang muncul dari sikap batin bukan amalan yang demonstratif.

Kedua, Puasa yang mempresentasikan kesadaran dan kepekaan Insaniyah.

Puasa mengajarkan kita tentang kepekaan sesama.

Bagian dari sisi makna menahan diri dari makan dan minum adalah untuk memunculkan sebuah perasaan kepekaan terhadap kondisi sosial.

Kesadaran bahwa di sekeliling kita adanya banyak fakir miskin yang selalu menjalani hari-harinya dengan kelaparan karena ketidakcukupan makanan.

Kelanjutan dari kesadaran ini kemudian kita menemukan banyak amalan yang dianjurkan tentang perlunya kesalehan sosial seperti bersedekah, menyantuni fakir miskin, berbagi makanan dan lain-lain.

Bahkan diriwayatkan bahwa mukimin yang memiliki kesadaran filantropi dalam bulan Ramadhan ini menjadi sosok yang dirindukan oleh surganya Allah; pemberi makanan orang yang lapar, orang yang berpuasa dan orang yang selalu menjaga lisan.

Allah merindukan puasa dari hambanya yang memiliki kepedulian bersama dan menjaga lisan dari menyakiti.

Sebaliknya Allah tidak menginginkan amalan puasa hamba yang abai menjaga lisan dan perbuatan keji.Hal ini sebagaimana yang dinukilkan dalam sebuah hadist “Barang siapa yang tidak dapat meninggalkan perkataan perkataan kotor dan mengamalkannya.

Maka Allah tidak butuh dari rasa lapar dan dahaga yang dia tahan ( HR.Bukhari).

Dalam hadits yang lain yang diriwayatkan oleh Abu Huraira bahwa Rasulullah bersabda “Puasa bukan sekedar menahan makan dan minum saja, akan tetapi puasa adalah menahan diri dari perkataan lagw (sia-sia) dan rafats (jorok).

Apabila ada orang yang mencelamu atau berbuat usil kepadamu, katakana kepadanya aku sedang puasa, aku sedang puasa!” (HR.Ibnu Majah dan Hakim).

Semoga kita dapat mengoptimalkan amalan yang penuh dengan pengampunan ini.

Kita menyadari bahwa jiwa dan raga kita dipenuhi noda dan dosa.

Allah mempersembahkan Ramadhan bentuk kasih sayang-Nya bagi hamba-hamba yang merindukan keampunan.

Semoga puasa kita Ramadhan ini termasuk puasa yang dirindukan Allah.

Berita Terkait

sekda-yusman-mahbub-buka-rembuk-stunting-kabupaten-morowali-tahun-2024

Sekda Yusman Mahbub Buka Rembuk Stunting Kabupaten Morowali Tahun 2024

Morowalikab.go.id -Bungku- Pemerintah Kabupaten Morowali menggelar rembuk stunting Tahun 2024 dalam rangka melakukan komitmen bersama untuk pencegahan, pengendalian dan penurunan stunting di Kabupaten Morowali, Jumat (31/05). Rembuk stunting terse

peringati-hari-bela-negara-pemkab-morowali-gelar-upacara-bendera

Peringati Hari Bela Negara Ke-71, Pemkab Morowali Gelar Upacara Bendera

Morowalikab.go.id – Bungku - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Morowali, menggelar upacara bendera memperingati Hari Bela Negara ke-71 tahun 2019 di Halaman Kantor Bupati, Kompleks Perkantoran Fonuasingko Bungku, Kamis (19/12/19). Bertindak selaku Ins

pemkab-morowali-menggelar-upacara-hari-bela-negara-ke-74-dirangkaikan-hari-kesadaran-nasional

Pemkab Morowali Menggelar Upacara Hari Bela Negara Ke-74, dirangkaikan Hari Kesadaran Nasional

Morowalikab.id-Bungku- Pemerintah Daerah Kabupaten Morowali melalui Dinas Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) menggelar Upacara Hari Bela Negara Ke-74 Tahun yang dirangkaikan dengan Hari Kesadaran Nasional, di Pelataran Kantor Bupati Komplek Per

ramadhan-ke-17-pemkab-morowali-safari-di-seluruh-masjid-bungku-timur

Ramadhan Ke 17, Pemkab Morowali Safari di Seluruh Masjid Bungku Timur

Morowalikab.go.id -Bungku - Ramdhan ke 17 merupakan malam terakhir Pemerintah Daerah Kabupaten Morowali melaksanakan Safari Ramadhan di seluruh masjid Kecamatan Bungku Timur, Jumat (07/04/2023) Safari tersebut, dipimpin oleh Bupati Morowali, Drs.

yusman-mahbub-pimpin-upacara-tabur-bunga-peringati-hari-pahlawan-di-pelabuhan-bungku

Yusman Mahbub, Pimpin Upacara Tabur Bunga Peringati Hari Pahlawan di Pelabuhan Bungku

Morowalikab.go.id - Bungku – Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan yang jatuh pada tanggal 10 November, Pejabat Bupati Morowali, Drs. Yusman Mahbub, memimpin upacara tabur bunga di Pelabuhan Bungku, Kecamatan Bungku Tengah, pada Senin pagi