Pemkab Morowali Gelar Expose Pendahuluan D3TLH dan FGD Penyusunan RPPLH

  Friday 05 November 2021   Winda Bestari     3701

WhatsApp Image 2021-11-05 at 14-36-28

Morowalikab.go.id-Bungku- Dinas Lingkungan Hidup Daerah Kabupaten Morowali menggelar Expose Pendahuluan Daya Dukung Daya Tampung Lingkungan Hidup (D3TLH), dan Focus Group Discussion (FGD) penyusunan dokumen Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (RPPLH), Jumat (05/11). Diketahui, narasumber dalam acara expose tersebut adalah Dr. Ir. Syamsuddin Laude, S.P., M.P., IPM ASEAN Eng., dengan materi pendahuluan D3TLH dan Dr. Ir. Isrun, S.P., M.P., IPM ASEAN Eng dengan materi seminar awal penyusunan RPPLH.

Kegiatan ini bertujuan untuk menghasilkan penyajian data dan informasi daya dukung tampung lingkungan hidup berbasis jasa lingkungan dan status daya dukung daya tampung  lingkungan hidup penyediaan pangan dan air di Kabupaten Morowali. Kajian tersebut kemudian dituangkan dalam penyusunan RPPLH yang merupakan perencanaan tertulis dengan memuat potensi, masalah lingkungan hidup, serta upaya perlindungan dan pengelolaannya dalam kurun waktu tertentu.

WhatsApp Image 2021-11-05 at 14-36-29 (1)

Kepala DLHD Morowali berujar, penyusunan D3TLH dan RPPLH merupakan amanat Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, bahwa sesuai kewenangannya, Bupati/Walikota wajib menetapkan Daya Dukung Daya Tampung Lingkungan Hidup (D3TLH) dan wajib menyusun Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (RPPLH). Andi Kahar, ST mengungkap, bahwa kegiatan tersebut juga dalam rangka menindaklanjuti Surat Gubernur Sulawesi Tengah Nomor 660/478/DS.LH perihal Percepatan Penetapan D3TLH dan RPPLH.

“Oleh karena itu, kami (red: DLHD Morowali) harus segera menyusun dokumen D3TLH sebagai bagian yang tak terpisahkan dalam penyusunan RPPLH dan KLHS” ucapnya.

Secara teoritis D3TLH adalah kemampuan lingkungan hidup untuk mendukung perikehidupan manusia, makhluk hidup lain dan keseimbangan antar keduanya. Maknanya adalah adanya supply (ketersediaan) dari alam dan lingkungan serta adanya demand (kebutuhan) dari manusia dan makhluk lain. Sedangkan tujuan interaksinya adalah tercapainya keseimbangan antara ketersediaan dan kebutuhan.

"Informasi karakteristik bentang alam dan tipe vegetasi pada wilayah ekoregion menjadi acuan untuk melaksanakan inventarisasi lingkungan hidup, pengukuran D3TLH dan penyusunan RPPLH”, pungkas Dr. Ir. Syamsuddin Laude.

WhatsApp Image 2021-11-05 at 14-36-29

Sementara itu, penyusunan dokumen D3TLH adalah dasar penyusunan dokumen Rencana Perlindungan Pengelolaan Lingkungan Hidup (RPPLH). RPPLH ditingkat Kabupaten/Kota, disusun oleh Bupati/Walikota dan diatur dengan peraturan daerah kabupaten/kota.

"RPPLH memiliki kedudukan sebagai haluan dasar dari kebutuhan akan informasi D3TLH memiliki 4 (empat) muatan utama, penilaian pemanfaatan dan/atau pencadangan sumberdaya alam, pemeliharaan dan perlindungan kualitas dan/atau fungsi lingkungan hidup, pengendalian, serta pendayagunaan dan pelestarian sumberdaya alam dan adaptasi dan mitigasi terhadap perubahan iklim" terang Dr. Ir. Isrun dalam pemaparannya.

Diketahui, untuk dapat menyusun dokumen RPPLH, diperlukan data-data antara lain : (1) Status Lingkungan Hidup Daerah (SLHD), 5 (lima) tahun terakhir; (2) Profil Daerah; (3) Daerah Dalam Angka selama 5 tahun terakhir; (4) Indeks Kualitas Lingkungan Hidup atau IKLH) selama  3 tahun terakhir atau  Data dan informasi hasil pemantauan kualitas lingkungan hidup; (5) Peta Indikasi Daya Dukung dan Daya Tampung; (6) Data dan informasi kehutanan tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota.

Langkah dan proses penyusunan dokumen RPPLH meliputi : (1) Inventarisasi Lingkungan Hidup; (2) Pengolahan Data dan Informasi Hasil Inventarisasi Lingkungan Hidup; (3) Analisis Data dan Informasi; (4) Penentuan Target Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup; 4) Penyusunan Muatan Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (GSW).

WhatsApp Image 2021-11-05 at 14-36-29 (2)

Acara tersebut dihadiri oleh para Kepala OPD lingkup Pemerintah Daerah Kabupaten Morowali di antaranya Kepala Bappeda, Ramli Sanudin, SE., M.Si., Kepala BPBD Morowali, Muh Yusuf Jacub, ST., MM, Kadis Kominfo Morowali, Bachtiar Peohoa, ST., Sekretaris Dukcapil Morowali, Mohammad Amin A. Cega, S.Pd.I.

Berita Terkait

bps-morowali-sosialisasi-fgd-penyusunan-publikasi-kabupaten-morowali-dalam-angka-tahun-2022

BPS Morowali Sosialisasi FGD Penyusunan Publikasi Kabupaten Morowali dalam Angka Tahun 2022

Morowalikab.go.id - Bungku - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Morowali melaksanakan Sosialisasi Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Publikasi Kabupaten Morowali dalam Angka 2022 di Aula Hotel Metro, Senin (21/02/2022). Acara tersebut mengus

pj-bupati-morowali-resmi-membuka-konferensi-wilayah-i-dpw-asosiasi-pai-se-sulawesi-tengah

Pj Bupati Morowali Resmi Membuka Konferensi Wilayah I DPW Asosiasi PAI se-Sulawesi Tengah

Morowalikab.go.id – Bungku – Penjabat (Pj) Bupati Morowali, Drs. Yusman Mahbub, M.Si., secara resmi membuka Konferensi Wilayah I Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAII) Provinsi Sulawesi Ten

profil-investasi-kabupaten-morowali-morowali-ramah-industri-menuju-indonesia-maju

Profil Investasi Kabupaten Morowali: Morowali Ramah Industri Menuju Indonesia Maju

Morowalikab.go.id, Morowali - Kabupaten Morowali terletak di Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) dan dikenal sebagai salah satu pusat pertumbuhan industri berbasis Sumber Daya Alam (SDA) khususnya industri nikel. Wilayah dengan luas sekitar 3.037,22

paripurna-dprd-ke-14-bupati-morowali-sampaikan-jawaban-pandangan-umum-fraksi-terhadap-raperda-persetujuan-bangunan-gedung

Paripurna DPRD ke-14, Wabup Morowali Sampaikan Jawaban Bupati Atas Pandangan Umum Fraksi Terhadap Ranperda Persetujuan Bangunan Gedung.

Morowalikab.go.id, Bungku, Wakil Bupati Morowali, Dr. H. Najamudin, S.Ag., S.Pd., M.Pd bersama sejumlah Pejabat eselon II dan III menghadiri rapat paripurna ke-14 masa persidangan I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Morowali di Ruang

budidayakan-mangrove-sebagai-komoditas-jual-pemkab-morowali-bersama-ptimp-gelar-pelatihan-pengolahan-mangrove-bagi-warga-pesisir

Budidayakan Mangrove Sebagai Komoditas Jual, Pemkab Morowali bersama PT.IMP gelar Pelatihan Pengolahan Mangrove bagi warga pesisir.

Morowalikab.go.id-Bungku- Upaya rehabilitasi dan restorasi di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil dapat dilakukan dengan kegiatan pemulihan ekosistem mangrove yang mengalami kerusakan serta pemanfaatan mangrove bagi sumber daya manusia dalam pening