Lantik PAW dan Penjabat Kades, Wakil Bupati: Jadilah Pelayan Yang Baik

  Monday 28 January 2019   helman kaimu     3219

Morowalikab.go.id – BUNGKU - Upaya mengatasi kevakuman pemerintahan di Desa, Wakil Bupati Morowali Dr. H. Najamudin, S.Ag, S.Pd, M.Pd, melantik 2 Pengganti Antar Waktu (PAW) dan 1 Penjabat Kepala Desa, di Aula Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DPMDP3A) Kabupaten Morowali, Senin (28/01/19).

Dalam sambutannya Wakil Bupati, Dr. H. Najamudin mengatakan, Penjabat dan PAW Kepala Desa  merupakan penyelenggara pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan, serta Pemimpin semua warga Desa. ‘’Untuk itu Penjabat dan PAW yang baru di lantik  harus selalu siap 1X24 jam dalam melayani masyarakat, tanpa memandang suku, agama, ras dan golongan termasuk masyarakat yang memiliki perbedaan politik,’’ Ujar Najamudin.

Ia menambahkan Penjabat maupun PAW Kepala Desa memiliki tugas dan tanggung jawab yang sama dalam melayani masyarakatnya, ini artinya Kepala Desa memiliki peran yang sangat besar dengan mendapat kewenangan mengatur Desa berdasarkan adat istiadat setempat.

 ‘’Penjabat dan Pengganti Antar Waktu Kepala Desa yang baru dilantik hari ini agar benar-benar menjadi ujung tombak yang baik dalam melayani masyarakat, artinya harus dapat merakyat, melihat, merasakan keinginan warganya. Kemudian didalam menjalankan pemerintahan yang baik harus dibarengi dengan selalu berdo’a. Karena tidak ada kesuksesan didunia ini kecuali selalu mengingat Allah SWT,’’ Pesannya.

Ketiga penjabat dan PAW Kades yang dilantik diantaranya, Sutarni sebagai Pengganti Antar Waktu Kepala Desa Bahomakmur Kecamatan Bahodopi menggantikan Tahir, SE, M.Adm. SDA, sebagai penjabat Kepala Desa, Mashun sebagai PAW Kepala Desa Bahontobungku Kecamatan Bungku Tengah, menggantikan Abdul Rifai dari jabatan penjabat Kepala Desa, dan Kahrun sebagai Penjabat Kepala Desa Wosu Kecamatan Bungku Barat, menggantikan Nurlan Lahasina dari jabatan penjabat Kepala Desa.

Hadir dalam kegiatan pelantikan, Kepala DPMDP3A, Alamsyah, S.STP, M.Dev. Ec, Camat Bungku Tengah, Abdurifai Rone, S.Pd, Camat Bahodopi, Jalaludin Ismail, S.Pd, Anggota BPD dan sejumlah Mayarakat Desa Bumi Harapan, Bahontobungku dan Desa Wosu.  Kominfo Morowali/HK

Berita Terkait

pemkab-morowali-gelar-rapat-penataan-honorer-ke-skema-alih-daya-bersama-seluruh-opd

Pemkab Morowali Gelar Rapat Penataan Honorer ke Skema Alih Daya Bersama Seluruh OPD

Morowalikab.go.id — Bungku — Pemerintah Kabupaten Morowali melalui Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD) melaksanakan rapat terkait penyelesaian penataan tenaga honorer menjadi tenaga alih daya (outsourcing) bersama

bupati-iksan-dan-wabup-iriane-iliyas-hadiri-haul-guru-tua-ke-57-di-wosu

Bupati Iksan dan Wabup Iriane Iliyas Hadiri Haul Guru Tua Ke-57 di Wosu

Morowalikab.go.id, Bungku Barat - Bupati Morowali, Iksan Baharuddin Abdul Rauf dan Wakil bupati (Wabup) Iriane Iliyas menghadiri Haul Guru Tua ke-57 berlangsung di pelataran Masjid Nurul Iman, Desa Wosu, Kecamatan Bungku Barat, Sabtu (26/4/2025). M

kunker-di-morowali-kapolda-sulteng-sebut-daerah-ini-akan-menjadi-daerah-yang-aman-dan-tentram

Kunker Di Morowali, Kapolda Sulteng Sebut Daerah Ini Akan Menjadi Daerah Yang Aman Dan Tentram

morowalikab.go.id - Bungku - Dalam rangka untuk meresmian Mako Polres Morowali dan Kunker ke Mapolres Morowali Utara, Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Provinsi Sulawesi Tengah, Irjen Pol, Drs. H. Syafril Nursal, SH., MH, dan Ketua PD Bhayangkari Su

penyusunan-rencana-kontinjensi-bencana-bpbd-morowali-bersiap-kumpulkan-data

PENYUSUNAN RENCANA KONTINJENSI BENCANA, BPBD MOROWALI BERSIAP KUMPULKAN DATA

morowalikab.go.id: Kontinjensi bencana merupakan keadaan dalam menyusun skenario penanganan darurat ketika terjadi bencana berdasarkan kajian teknis dari instansi yang berwenang dengan tujuan agar sarana prasarana vital serta kegiatan sosial ekonomi

bahodopi-the-space-of-clash

BAHODOPI: THE SPACE OF CLASH (Bag. I)

BAHODOPI: The Space of Clash (Bagian I: Pertarungan Etnisitas) by: Kary Marunduh "Bahodopi bukanlah daerah yang 5 (lima) atau 10 (sepuluh) tahun lalu, Bahodopi yang sekarang adalah daerah kawasan industri nasional, yang bukan saja milik Kabupa