Wednesday 24 June 2026
helman kaimu
37
Morowalikab.go.id – Bungku - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kabupaten Morowali, Hasyim mengatakan Persentase kemiskinan di Kabupaten Morowali menunjukkan tren penurunan. Berdasarkan data tahun 2025, angka kemiskinan tercatat sebesar 10,38 persen, turun dibandingkan tahun 2024 yang berada pada angka 11,55 persen. Capaian tersebut diungkapkannya, saat mewakili Bupati Morowali membuka Rapat Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) dan seminar akhir revisi penyusunan Dokumen RPKD Kabupaten Morowali Tahun 2025–2029 di Aula Bappelitbangda, Rabu (24/6/2026).

Hasyim mengatakan penurunan angka kemiskinan tersebut patut disyukuri karena merupakan hasil kerja bersama seluruh pihak dalam mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat. Meski demikian, ia menegaskan bahwa capaian tersebut tidak boleh membuat pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan berhenti bekerja. Menurutnya, upaya penanggulangan kemiskinan harus terus diperkuat agar jumlah masyarakat miskin di Morowali dapat semakin berkurang.

“Kita patut bersyukur karena persentase kemiskinan Kabupaten Morowali menunjukkan penurunan dari 11,55 persen pada tahun 2024 menjadi 10,38 persen pada tahun 2025. Capaian ini tentu merupakan hasil kerja bersama seluruh pihak, namun sekaligus menjadi pengingat bahwa tugas kita belum selesai,” ujar Hasyim.

Di hadapan peserta yang terdiri atas perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD), camat, kepala desa, lurah, serta perwakilan perusahaan, Hasyim menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Morowali untuk mempercepat penurunan kemiskinan dan kemiskinan ekstrem. Ia mengajak seluruh perangkat daerah agar tidak bekerja secara sektoral dan terpisah-pisah, melainkan bergerak dalam satu arah, satu tujuan, dan satu semangat yang sama. Setiap program pembangunan, kata dia, harus memiliki kontribusi nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Selain penguatan kolaborasi antarperangkat daerah, Hasyim juga meminta seluruh pihak memperbaiki pendataan dan validasi sasaran penerima manfaat di wilayah masing-masing. Ia menilai data yang akurat menjadi kunci agar intervensi pemerintah dapat tepat sasaran. Kepada pimpinan perusahaan dan dunia usaha, ia mengajak untuk memperkuat sinergi melalui program tanggung jawab sosial perusahaan, kemitraan, serta berbagai dukungan lain dalam percepatan pengurangan kemiskinan di Morowali.