Tuesday 03 September 2019
helman kaimu
1842
PPID - morowalikab.go.id - Bungku - Tahun Baru Islam 1441 H/2019 M, di Desa Laantula Jaya Kecamatan Witaponda tumbuhkan jiwa Pluralisme di Kabupaten Morowali. Hal ini terlihat saat pelaksanaan lomba memeriahkan Tahun Baru Hijriyah, sejumlah penganut agama yang ada di Desa Laantula Jaya turut meramaikan termasuk penganut Agama Hindu Jawa dan Budha.
Lomba yang diselenggarakan selama seminggu mulai tanggal 25-31 Agustus 2019 memperlombakan sejumlah kegiatan diantaranya lomba panjat pinang tingkat dewasa, panjat pisang tingkat anak-anak, pawai obor keliling Desa, dan pencak silat.
Menanggapi perayaan 1 Muharam 1441 H/2019 yang melibatkan sejumlah penganut Agama lain, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Morowali Drs. Abdurahman mengatakan dengan terlibatnya seluruh elemen masyarakat termasuk agama-agama lain dalam merayakan Tahun Baru Islam 1 Muharam 1441 /2019 M merupakan cara menumbuhkan jiwa Pluralisme di Desa Laantula Jaya. Dimana Pluralisme merupakan sebuah kerangka interaksi beberapa kelompok-kelompok yang menunjukan rasa saling menghormati dan toleransi satu sama lain sehingga membuahkan hasil tanpa konflik asimilasi. Ini mencerminkan rasa kebhinekaan di Kabupaten Morowali.
‘’Saya sangat mengapresiasi setiap acara seperti ini sehingga Kedepan dalam pelaksanaan kegiatan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat dan penganut agama lain selain Umat Muslim tidak hanya dilaksanakan di Desa Laantula Jaya akan tetapi perlu dilakukan pada Tingkat Kabupaten,’’ Harap Rahman sapaan akrabnya Kadis Kominfo Morowali, saat ditemui di Ruangannya, Senin (2/9/19)
Sementara itu, Kepala Desa Laantula Jaya Adiyono mengatakan kegiatan menyambut Tahun Baru Islam seperti ini dengan melibatkan berbagai agama tidak hanya dirayakan pada tahun ini saja akan tetapi sudah kami lakukan dari tahun ketahun. Hal ini bertujuan untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan antar umat beragama serta saling hormat menghormati antara penganut Agama lainnya di Desa Laantula Jaya pada khususnya dan tentunya Kabupaten Morowali pada umumnya.
‘’Kegiatan seperti ini kami rayakan setiap datangnya Tahun Baru Hijriyah. Bukan saja umat Islam saja yang sibuk merayakan Taun Baru Islam, tetapi banyak dari masyarakat kami yang ikut menyambut tahun baru Islam, Agama Hindu Jawa dan Budha turut memeriakan kegiatan ini,’’ Ujar Adiyono.
Adiyono menambakan bagi Suku Jawa berkeyakinan bahwa Bulan Muharam merupakan bulan Suro. Menurutnya bulan Suro ini bagus untuk dipakai bersih-bersih Desa dengan harapan Desa Lantula Jaya dijauhkan dari berbagai bencana. Pungkasnya.
Kegiatan yang dilaksanakan selama satu minggu ditutup dengan pemberian hadiah bagi pemenang lomba oleh Kepala Desa Lantula Jaya. (IKP Kominfo/HK).