TINGKATKAN DISIPLIN DAN ETOS KERJA, DISKOMINFO GELAR RAPAT STAF

  Monday 17 September 2018   helman kaimu     2088

Kinerja aparatur Sipil Negara maupun Tenaga Honorer lingkup Dinas Kominfo Kabupaten Morowali sudah tidak diragukan lagi, hal ini terlihat pada saat jam kerja disibukkan dengan berbagai pekerjaan di bidangnya masing-masing. Meskipun demikian, ada beberapa hal yang perlu di tingkatkan utamanya kebersihan lingkungan kantor, evaluasi kinerja staf, dan perbaikan administrasi yang diperlukan utamanya persiapan pembahasan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) pada Badan Anggaran DPRD Kabupaten Morowali, ujar Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Daerah, Drs. Abdurahman, saat memimpin rapat staf terkait peningkatan disiplin dan etos kerja.

‘’Rapat staf sengaja dilakukan untuk menindak lanjuti penyampaian Sekretaris Daerah H. Moh. Jafar Hamid, pada saat pelaksanaan upacara 17 bulan berjalan di halaman kantor bupati, Senin, 17 September 2018. Dimana beberapa poin penting perlu disampaikan keseluruh staf guna mengetahui persiapan yang harus dilaksanakan utamanya menjelang pelantikan Bupati dan wakil Bupati Morowali  terpilih periode 2018-2023, persiapan penyusunan KUA/PPAS di Banggar DPRD, serta mendukung program adipura yang selama ini digenjot secara bersama-sama’’ urai Kadis kominfo melanjutkan.

Sementara itu Sekretaris Dinas Kominfo, Bachtiar Peohoa, ST, menambahkan, selain persoalan disiplin, perlu adanya pengusulan pengadaan mobiler Dinas Kominfo pada saat penyusunan KUA/PPAS pada pembahasan di Banggar DPRD nantinya, hal ini menurutnya dikarenakan kurangnya fasilitas seperti meja dan kursi, tentunya jika mobiler terpenuhi suasana kerja staf akan menjadi lancar sesuai yang diharapkan.

Rapat dihadiri seluruh Kepala bidang, kepala Seksi, dan Staf berlangsung di Press room Dinas Komunikasi dan Informatika Daerah, Senin (17/9/18). Setelah melalui proses diskusi, Kadis Kominfo menutup dengan berbagai kesimpulan untuk melakukakan kerjasama yang baik dalam setiap kegiatan utamanya dalam penyusunan program harus melibatkan staf yang memahami kebutuhan prioritas masing-masing bidang mulai dari proses penyusunan hingga perjuangan di Bappeda dan DPRD. Terang Abdurahman. Kominfo/HK

Berita Terkait

tingkatkan-kualitas-penggunaan-dd-dpmdp3a-morowali-gelar-bursa-inovasi-desa

TINGKATKAN KUALITAS PENGGUNAAN DD, DPMDP3A MOROWALI GELAR BURSA INOVASI DESA

 Bungku: - morowalikab.go.id - Bertempat di Gedung Serba Guna Ahmad Hadi, Kelurahan Matano Kecamatan Bungku Tengah, Kamis (15/11/18), Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPMDP3A) Kabupaten Morowali mengg

dorong-sdm-di-kawasan-industri-pemkab-morowali-apresiasi-program-pascasarjana-hukum-pertambangan

Dorong SDM di Kawasan Industri, Pemkab Morowali Apresiasi Program Pascasarjana Hukum Pertambangan

Morowalikab.go.id – Bungku – Pemerintah Kabupaten Morowali menyambut baik inisiatif Universitas Tadulako (Untad) dalam menghadirkan Program Pascasarjana Magister Ilmu Hukum, khususnya konsentrasi Hukum Pertambangan, yang dinilai sangat

pendidikan-gratis-dicabut-kadis-pendidikan-itu-tidak-benar

Pendidikan Gratis Dicabut, Kadis Pendidikan: Itu Tidak Benar.

BUNGKU: - morowalikab.go.id- Isu pencabutan pendidikan gratis di Morowali yang beredar di Media Massa, menuai banyak kecaman oleh masyarakat. Kepala Dinas Pendidikan, Amir Aminudin, S.Pd, M.Pd, mengkonfirmasi bahwa isu itu tidak benar. Hal itu disamp

pemkab-morowali-gelar-sosialisasi-sistem-merit-stranas-pk-2020

Pemkab Morowali Gelar Sosialisasi Sistem Merit / Stranas PK 2020

Bungku- Morowalikab.go.id- Menindak lanjuti Surat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nomor B/2034/KSP.00/10-16/04/2020 Tanggal 21 April 2020, Inspektorat Daerah gelar sosialisasi perihal pelaksanaan target nasional sub aksi sistem merit strategi nasi

peta-bisnis-kabupaten-morowali-menuju-revolusi-industri-40

Peta Bisnis Kabupaten Morowali Menuju Revolusi Industri 4.0

Peta Bisnis Kabupaten Morowali Menuju Revolusi Industri 4.0 @karymarunduh   Ketika mengadakan perjalanan dari Kec. Witaponda sampai Kec. Bungku Pesisir, mengingatkanku pada pernyataan Tulzelmaan di tahun 2003 "Historical coevolution of g