Peringati Hari Kelahiran Nabi Muhammad SAW, Pemkab Morowali Gelar Festival Maulid

  Tuesday 05 November 2019   helman kaimu     2120

PPID - moroalikab.go.id - Bungku - Peringati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW, Pemerintah Daerah Kabupaten Morowali menggelar Festival Maulid pertama Tingkat Kabupaten, di Lapangan Sepak Bola Sangiang Kinambuka, Kelurahan Marsaoleh, Kecamatan Bungku Tengah, Senin (4/11/19) malam.

Festival Maulid pertama Tingkat Kabupaten Morowali, 1441 H/2019 M, bertujuan untuk meningkatkan nilai-nilai keteladanan Nabi Muhammad SAW bagi masyarakat agar dapat mengimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, menjalin silaturahmi 9 Kecamatan, Instansi, Ormas dan Lembaga Pendidikan sehingga semakin memperkokoh rasa persatuan dan kesatuan bangsa, mengembangkan promosi wisata religi, potensi sumber daya ekonomi serta hasil industri kerajinan dan produk islami setiap Kecamatan se-Kabupaten Morowali. Hal ini dikatakan Ketua Panitia, Afridin, SH., M.SA, saat membacakan laporannya.

Ditambahkannya, peserta pada kegiatan Festival Maulid ini diikuti Kontingen 9 Kecamatan, OPD, Instansi Vertikal, Ormas-ormas dan Masyarakat Umum, serta Siswa-siswi tingkat SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/SMK/MA se-Kabupaten Morowali.

Lebih lanjut, Afridin mengungkapkan bahwa Kegiatan yang akan berlangsung selama  enam hari terhitung sejak tanggal 4 s/d 9 November 2019, memperlombakan,  Pameran Produk Islami, Lomba Bunga Male, Lomba Baca Barsanji, Lomba Busana Muslim, Lomba Qosidah, Rebana, Jepeng, dan Hadrah, serta Pasar rakyat.

Acara yang dibuka Bupati Morowali, Drs. Taslim, mengusung tema ‘’Dengan Festival Maulid Kita Wujudkan Masyarakat yang Religius dan Berbudaya Menuju Morowali Sejahtera Bersama, Berkeadilan, dan Bertaqwa’’.

Hadir dalam kegiatan tersebut diantaranya, Wakil Bupati Morowali, Dr. H. Najamudin, S.Ag., S.Pd., M.Pd, Ketua DPRD Kabupaten Morowali, Kuswandi, Wakil Ketua I DPRD Morowali, H. Syarifudin Hafid, SH, Sekretaris Daerah, H. Moh. Jafar Hamid, SH., M.M, Ketua dan Wakil Ketua TP-PKK Kabupaten Morowali, Ny. Asnoni Taslim dan Dr. Hj. Marwany, M.Pd, Kepala OPD, para Camat, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat serta staf ASN maupun PHL lingkup Pemkab Morowali.

Wakil Bupati Morowali, H. Najamudin, dalam sambutannya mengatakan, budaya dan adat istiadat yang bernuansa islami sengaja kami rancang pada pelaksanaan Festival Maulid pertama ini, karena memiliki makna bagi kehidupan masyarakat. Dimana makna tersebut sebagai perekat, pemersatu, dan sebagai pegangan falsafah hidup, baik agama maupun kehidupan strata sosial. ‘’Festifal Maulid tidak hanya dilakukan saat ini akan tetapi akan menjadi sebuah program setiap tahunnya untuk dilaksanakan, karena dapat memberikan makna bagi kehidupan masyarakat Kabupaten Morowali,’’ Ucap Najamudin.

Lebih lanjut, Najamudin menguraikan makna setiap lomba  pada pelaksanaan Festival Maulid, 1441 H/019 M, seperti, Lomba Baca Kitab Barazanji, Lomba Bunga Male, Lomba Rebana, Lomba Hadra, Lomba Jepeng, Lomba Peragaan Busana Muslim dan Muslimah, serta Lomba Pameran Produk Islami.

‘’Barzanji merupaka kitab yang berizikan tentang kisah perjalanan Rasulullah, puji-pujian kepadanya serta doa-doa. Bagi masyarakat Bungku Barzanji tidak hanya dibaca ketika perayaan hari lahir nabi saja, tetapi juga dijadikan rutinan setiap malam jumat. Bunga Male atau Bunga Maulid merupakan lambang kesuburan dan kemakmuran, dimana dalam kitab barzanji dijelaskan bahwa, pada detik-detik kelahiran Nabi SAW, bumi yang tandus berubah menjadi bumi yang subur. Rebana adalah alat kesenian masyarakat Morowali untuk mengantar dan menyambut pengantin dikala seseorang melangsungkan acara pernikahan. Hadra merupakan seni Islam yang akan dikembangkan menjadi sebuah kesenian di Kabupaten Morowali. Jepeng adalah tarian khas padang pasir. Tarian ini biasa dilakukan untuk menyambut tamu undangan dan mempererat hubungan silaturrahim antar warga. Peragaan Busana Muslim dan Muslimah dapat diartikan sebagai pakaian Wanita Islam yang dapat menutup aurat. Pameran Produk Islami adalah menjual dan menampilkan produk-produk halal, dan produk karya seni seperti Rebana, Beduk dan beberapa produk lainnya,’’ Urai Mantan Kandepag Kabupaten Morowali tersebut.

Sementara itu, Bupati Morowali, Taslim, berharap kegiatan Festival Maulid ini tidak hanya dipandang dari sisi seremonial biasa, akan tetapi mari kita maknai apa yang terkandung dalam pelaksanaan maulid ini. ‘’Kegiatan ini tidak hanya sebagai seremonial saja, tetapi ini bagian dari cara kami selaku Pemerintah Daerah mensosialisasikan kemasyarakatan. Makna seni dan budaya bernuansa islam yang kita miliki saat ini. Olehnya dengan adanya kegiatan seperti ini generasi muda tetap memelihara adat istiadat dan budaya lokal yang ada,’’ Kata Taslim

 Selain itu, mantan Wakil Ketua II DPRD Morowali tersebut, menambahkan bahwa, Festival Maulid pertama ini adalah sebuah momentum untuk membangkitkan perekonomian masyarakat . olehnya itu diharapkan dukungan seluruh masyarakat Morowali dalam mewujudkan masyarakat religi dan berbudaya menuju Sejahtera Bersama.

Seusai menyampaikan sambutannya,  Bupati, Taslim yang didampingi Wakil Bupati, Ketua dan Wakil Ketua I DPRD, serta Sekretaris Daerah, langsung memukul beduk pertanda dimulainya Festifal Maulid pertama Tingkat Kabupaten Morowali, 1441 H/2019 M.  (Foto/Reporter IKP Kominfo: HK).

Berita Terkait

kesbangpol-morowali-gelar-rakor-tim-pemantauan-orang-asing-serta-forum-kewaspadaan-dini-daerah

Kesbangpol Morowali Gelar Rakor Tim Pemantauan Orang Asing serta Forum Kewaspadaan Dini Daerah

Morowalikab.go.id, Bungku - Pemerintah Daerah Kabupaten (Pemkab) Morowali melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol), menggelar rapat Tim Pemantauan Orang Asing dan Organisasi Masyarakat Asing, serta Tim Forum Kewaspadaan Dini Daerah,

pemkab-morowali-hadiri-rapat-dprd-bahas-penyusunan-program-pembentukan-ranperda-2025

Pemkab Morowali Hadiri Rapat DPRD, Bahas Penyusunan Program Pembentukan Ranperda 2025

Morowalikab.go.id – Bungku - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Morowali menghadiri rapat bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Morowali yang membahas penyusunan Program Pembentukan Peraturan Daerah (Ranperda) tahun 2025. Rapat yang berla

tim-safari-ramadhan-pemkab-morowali-1447-h2026-m-berdakwah-di-masjid-aminawati-bahodopi

Tim Safari Ramadhan Pemkab Morowali 1447 H/2026 M Berdakwah di Masjid Aminawati Bahodopi

Morowalikab.go.id – Bahodopi - Tim Safari Ramadhan Pemerintah Kabupaten Morowali 1447 Hijriah/2026 Masehi melaksanakan kegiatan dakwah dan silaturahmi di Masjid Aminawati, Desa Bahodopi, pada Kamis (26/2/2026). Kegiatan tersebut merupakan ba

pimpin-rapat-honorer-wabup-ingatkan-disiplin-pegawai-harus-ditingkatkan

PIMPIN RAPAT HONORER , WABUP INGATKAN DISIPLIN PEGAWAI HARUS DITINGKATKAN

Morowali: Honorer merupakan Pegawai Harian Lepas (PHL), termasuk bagian dari aparatur pemerintah, yang bekerja disetiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Bekerja di instansi Pemerintah tentunya memiliki peraturan untuk dilaksanakan baik Aparutur Sip

morowali-tuan-rumah-rakor-forum-bagian-organisasi-se-sulteng-bupati-sebut-penataan-kelembagaan-tingkatkan-profesional-pelayanan-masyarakat

Morowali Tuan Rumah Rakor Organisasi se-Sulteng, Bupati Sebut Penataan Kelembagaan Tingkatkan Pelayanan Masyarakat

Morowalikab.go.id, Bungku, Untuk mempercepat pelaksanaan reformasi birokrasi, Pemerintah Daerah Kabupaten Morowali melalui Bagian Organisasi menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Forum Bagian Organisasi se-Provinsi Sulawesi Tengah, Kamis (1/7/21). R