Penantian Panjang RTRW Kawasan Industri Morowali, Sampai Kapan???

  Monday 30 September 2019   kary kabidikp     7553

KAWASAN INDUSTRI TANPA RTRW

PRESS ROOM / 47

Sejak 2012, ketika pemerintah pusat memberlakukan larangan mengekspor bahan mentah mineral, maka Kawasan Industri (KI) Kab. Morowali merupakan 1 dari 14 KI yang dijadikan prioritas  dalam RPJMN 2015-2019 untuk mengolah mineral nikel menjadi produk nikel. Adapun perwujudannya adalah dengan membangun smelter yang luasnya kurang lebih 2000 Ha dari 142.000 Ha potensi pertambangan di KI Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP).

Berdasarkan Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) Kab. Morowali 2018-2033, telah menetapkan kawasan sekitar IMIP sebagai Kawasan Strategis Kabupaten (KSK) dengan kepentingan ekonomi. Diperkirakan hingga 2019, KI IMIP telah menyerap kurang lebih 30.000 s/d 80.000 tenaga kerja.

Hal tersebut telah berdampak langusng pada kawasan itu sendiri. Jumah penduduk yang bertambah dengan pindah datang penduduk mengakibatkan kepadatan kawasan permukiman menjadi permasalahan. Tanpa disadari, hal ini berdampak pada persoalan sampah, kumuhnya kawasan, lalu lintas kendaraan yang macet pada jam tertentu, dan lain-lain.

Oleh karena itu, sangat diperlukan sinergi dan keterpaduan perencanaan dalam pengembangan KI IMIP dan sekitarnya dengan menyusun secara cepat dan cermat Rencana Rinci Tata Ruang di KI IMIP. Berdasarkan PP Nomor 14 Tahun 2015 tentang Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional 2015-2035, menetapkan KI Morowali dalam Wilayah Pusat Pertumbuhan Industri (WPPI 5), Kendari - Konawe - Konawe Selatan - Konawe Utara - Kolaka - Morowali.

Dalam Master Plan pembangunan Ekonomi Indonsesia 2011-2025, dalam Koridor Ekonomi Sulawesi, terdapat 4 (empat) lokasi penting yang menyimpan cadangan berlimpah nikel, emas dan mineral lainnya. Dengan adanya perubahan kawasan, maka dapat dipastikan akan menyebabkan perubahan daya dukung kawasan. Olehnya, sangat dibutuhkan perencanaan strategis wilayah dan tata ruang yang dapat meminimalisir dampak negatif dari perubahan kawasan tersebut.

Akan tetapi, hingga akhir 2019 ini, RTRW KI Morowali belum juga dikeluarkan, sehingga terkesan diabaikan saja. Semakin lama hal ini diabaikan, maka dampak negatif dari perubahan kawasan menjadi KI akan nyata di depan mata, dan masyarakat yang pasti menjadi korbannya.

Penetapan RTRW KI Morowali harus segera dilakukan untuk memberikan acuan bagi K/L dan perintah daerah dalam merencanakan pembangunan dalam KI tersebut. Perencanaan yang baik haruslah didasari pada dokumen tata ruang dan wilayah yang tepat, sehingga peruntukan kawasan dapat sesuai dengan peruntukannya.

Belajar dari bencana banjir di Kec. Bahodopi dan sekitarnya, persoalan sampah rumah tangga dan sampah industri, semrawut lalu lintas di sekitar KI yang dikarenakan daya dukung jalan trans sulawesi yang tidak lagi mampu menampung banyaknya pengguna jalan, terjadinya pertikaian warga, dan lain-lain. Jika saja seluruh eleman pemerintah, pemerintah daerah dan masyarakat mau belajar, maka sangat diharapkan untuk mempercepat penetapan RTRW KI Morowali.

Pemetaaan terhadap KI Morowali berdasarkan analisis SWOT  telah dilakukan, seminar, sosialisasi, konsultasi publik juga telah dilakukan. Artinya, semua hal berhubungan dengan langkah teknis untuk memastikan RTRW KI Morowali untuk ditetapkan dalam keputusan kawasan memiliki dasar yang kuat. Lalu jika hingga saat ini belum juga ditetapkan, sampai kapankah masyarakat Morowali menunggu? Jangan nanti KI Morowali yang terkenal memiliki potensi yang besar, akhirnya bernasib tanpa RTRW, semoga saja tidak (pr/47)

  •    Dibuat oleh kary kabidikp
  •   Dipublish oleh kary kabidikp

Berita Terkait

36-tahun-mengabdikan-diri-perjalanan-panjang-h-zainal-sampai-dengan-masa-purna-tugas-sebagai-kadis-perindag

36 Tahun Mengabdikan Diri, Perjalanan Panjang H Zainal Sampai Dengan Masa Purna Tugas Sebagai Kadis Perindag

Morowalikab.go.id, Bungku - Perjalanan panjang H. Zainal, SE.,MM.,menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) berakhir pada 1 April 2025, dengan jabatan sebagai Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Kadis Perindag) Kabupaten Morowali saat memasuki masa

sekda-morowali-yusman-mahbub-buka-seminar-awal-penyusunan-revisi-dokumen-rpkd-20252029

Sekda Morowali Yusman Mahbub Buka Seminar Awal Penyusunan Revisi Dokumen RPKD 2025–2029

Morowalikab.go.id – Pemerintah Kabupaten Morowali menggelar Seminar Awal Penyusunan Dokumen Revisi Rencana Penanggulangan Kemiskinan Daerah (RPKD) Kabupaten Morowali Tahun 2025–2029 yang dilaksanakan di Aula Kantor Bappelitbangda Morow

drs-taslim-menyambut-tim-safari-ramadhan-propinsi

Gubernur Longky Djanggola Dan Tim Safari Ramadhan Provinsi Tiba Di Kabupaten Morowali

PPID - Morowalikab.go.id - Bupati Morowali,  Drs Taslim didampingi kepala OPD menyambut kedatangan  Tim  Safari Ramadhan Provinsi Sulawesi Tengah di Bandara Maleo Morowali, (rabu, 15/05/2019). Tim Safari Rahadhan Propinsi berangkat dari Bandara Si

muscab-ibi-morowali-2026-resmi-dibuka-wabup-iriane-tekankan-transformasi-kesehatan

Muscab IBI Morowali 2026 Resmi Dibuka, Wabup Iriane Tekankan Transformasi Kesehatan

Morowalikab.go.id — Morowali — Wakil Bupati Morowali, Iriane Iliyas, menghadiri sekaligus membuka secara resmi Musyawarah Cabang (Muscab) Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Morowali Tahun 2026, yang digelar di Hotel Soldadu, Desa Be

semoga-juara-morowali-wakili-sulteng-lomba-perpustakaan-tingkat-nasional

Semoga Juara, Morowali Wakili Sulteng Lomba Perpustakaan Tingkat Nasional

Morowalikab.go.id, Bumi Raya, Usai mengikuti Lomba Perpustakaan Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah dan ditetapkan sebagai peringkat I se-Sulteng, kini perpustakaan ‘’Moro Pinter’’ Desa Harapan Jaya, Kecamatan Bumi Raya, Kabup