HKN Ke-55, Menkes Sebut Stunting Turun pada Angka 10 Persen

  Senin 18 November 2019   Winda Bestari     532

PPID - morowalikab.go.id - Bungku - Pemerintah Kabupaten Morowali menggelar upacara bendera di pelataran Kantor Bupati, Senin (18/11). Upacara ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke - 55 sekaligus dirangkaikan dengan memperingati HUT Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) ke - 48 tingkat Kab. Morowali Tahun 2019.

Bertindak selaku Inspektur Upacara (Irup), Bupati Morowali, Taslim, Perwira Upacara, Kadis Kesehatan Morowali, Ashar Ma'ruf, Komandan Upacara, Salahudin, dan Kelompok Paduan Suara dari Lembaga Pengembangan Paduan Suara Daerah (LPPD). Upacara juga dihadiri oleh Wakil Bupati Morowali, H. Najamudin, Forkopimda, Kepala OPD dan seluruh PNS dan PHL lingkup Pemda Morowali.

Seperti diketahui, pada 12 November 2019 diperingati sebagai Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-55. Tema yang diangkat oleh Pemkab Morowali kali ini sesuai dengan tema nasional yaitu "Generasi Sehat Indonesia Unggul, Menuju Masyarakat Morowali Sejahtera Bersama".

Tema tersebut merupakan salah satu bentuk pengaplikasian dari amanat yang diberikan oleh Presiden Joko Widodo yang memprioritaskan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM). Dilansir dari sambutan Menteri Kesehatan yang dibacakan oleh Bupati Morowali, bahwa ada dua isu kesehatan yang harus diselesaikan terkait membangun SDM yang berkualitas, yakni stunting dan Jaminan Kesehatan Nasional.

Meskipun dalam 5 tahun masa tugas kabinet Indonesia 2015 - 2019, angka stunting telah berhasil diturunkan hingga 10 persen, tetapi stunting masih menjadi permasalahan serius yang dihadapi masyarakat. Stunting adalah kondisi tubuh seseorang yang mengalami tubuh lebih pendek dibanding dengan orang seusianya. Kondisi ini disebabkan oleh kekurangan gizi kronis sejak bayi.

Begitu pula dengan Jaminan Kesehatan Nasional telah dilaksanakan sepenuhnya meski dalam proses penyelenggaraannya menghadapi banyak tantangan besar.

"Peningkatan pemanfaatn JKN menjadi bukti bahwa JKN sangat dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia, untuk itu mari kita cari solusi bagaimana mengatasi masalah yang dihadapi saat ini dalam memfasilitasi masyarakat untuk mendapatkan akses kesehatan yang lebih adil dan merata" jelas Terawan Agus Putranto, Menteri Kesehatan Republik Indonesia dalam sambutannya.

Selain dua isu itu, yang juga akan menjadi fokus Kemenkes dalam 5 tahun mendatang adalah tingginya harga obat dan alat kesehatan, serta masih rendahnya penggunaan alat kesehatan buatan dalam negeri.

"Hal-hal tersebut akan menjadi fokus perhatian kita bersama untuk dapat segera diupayakan solusinya" tandasnya.

Di akhir sambutanya, Menkes berpesan agar dalam momentum HKN Tahun 2019, semua pihak membangun kekuatan dan kebersamaan dengan menitikberatkan pembangunan generasi sehat. Percepatan pembangunan kesehatan dalam mengentaskan stunting dan memperbaiki layanan tata kelola BPJS kesehatan yang murah tapi berkualitas menjadi fokus ke depan.

Menkes juga memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada insan kesehatan di seluruh penjuru tanah air yang berjuang tanpa mengenal lelah untuk melaksanakan pembangunan kesehatan dengan tujuan menciptakan generasi sehat Indonesia unggul.

Usai upacara, dilanjutkan dengan pemberian penghargaan dalam rangka HKN ke-55, sebagai berikut: 1. Pengelola Program Kesehatan Ibu dan Anak a. Terbaik I : Fitri Irma Sakti, S.Tr. Keb (Puskesmas Bahonsuai) b. Terbaik II : Zilhana Siregar, S.Tr. Keb (Puskesmas Wosu) c. Terbaik III : Nurlina, Amd. Keb (Puskesmas Bahodopi) 2. Pengelola Program Gizi Masyarakat a. Terbaik I : Dian Nurma Yulianda, S.Gz (Puskesmas Kaleroang) b. Terbaik II : Uyun Yusnisari Taslim, S.Tr. Gizi (Puskesmas Ulunambo) c. Terbaik III : Hariani, A.md. Gz (Puskesmas Bahonsuai) 3. Pengelola Program Promosi Kesehatan a. Terbaik I : Wiwin, SKM (Puskesmas Bahomotefe) b. Terbaik II : Abd. Halim, SKM (Puskesmas Bahonsuai) c. Terbaik III : Amriaty, SKM (Puskesmas Wosu) 4. Pengelola Program Kesehatan Lingkungan a. Terbaik I : Andana AMKL (Puskesmas Wosu) b. Terbaik II : Abd. Rahman AMKL (Puskesmas Bungku) c. Terbaik III : Warta, SKM (Puskesmas Bahomotefe) 5. Kader Teladan : Narti Arsyad (Desa Lahuafu 6.Lomba Sekolah Sehat Tingkat Kabupaten Morowali a. Terbaik Tingka SMA/MA: SMAN 1 Bungku Tengah b. Terbaik Tingkat SMP/MTs : SMPN 2 Bungku Tengah c. Terbaik Tingkat SD/MI : SDN 2 Bahonsuai

(Kominfo/pr47&winda)

Berita Terkait

bupati-morowali-resmikan-pencananganan-desa-steril-kampung-tangguh-ululere

BUPATI MOROWALI RESMIKAN PENCANANGAN DESA STERIL KAMPUNG TANGGUH ULULERE

Morowalikab.go.id-Bungku- Usai Melaksanakan upacara dan syukuran HUT Bhayangkara Ke 74 di Makopolres Morowali, Bupati Morowali Drs. Taslim bersama rombongan Forkompimda menuju Desa Ululere dalam rangka Peresmian Pencanganan Desa Steril Kampung Tang

pemkab-morowali-gelar-upacara-peringati-hari-sumpah-pemuda-ke-91

Sambutan Menpora Dibacakan dalam Upacara Peringati Hari Sumpah Pemuda Ke-91 yang Digelar Pemkab Morowali

PPID - morowalikab.go.id - Bungku - Upacara bendera memperingati Hari Sumpah Pemuda Ke-91 digelar di Pelataran Kantor Bupati Morowali, Senin (28/10). Bupati Morowali, Drs. Taslim bertindak selaku inspektur upacara dan diikuti oleh peserta upacara yan

bupati-morowali-lanjutkan-pendidikan-gratis

BUPATI MOROWALI, LANJUTKAN PENDIDIKAN GRATIS.

Morowalikab.go.id - Untuk meningkatkan pelayanan kualitas tenaga pengajar, Dinas Pendidikan Daerah Kabupaten Morowali gelar tatap muka antara Bupati Morowali, Drs. Taslim, dengan sejumlah Kepala Sekolah, Kepala UPTD dan Pengawas se Kabupaten Morowali

disporapar-morowali-gelar-pelatihan-pemandu-selam

Disporapar Morowali Gelar Pelatihan Pemandu Selam

PPID - morowalikab.go.id - Bungku - Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Morowali menggelar pelatihan pemandu wisata alam ‘’Selam’’ berlangsung di Ohara Café, Kelurahan Marsaoleh Kecamatan Bungku Tengah, pada Senin (24/6/19) pagi,

bappeda-morowali-seminarkan-laporan-penyusunan-asb-dan-hspk

BAPPEDA MOROWALI SEMINARKAN LAPORAN PENYUSUNAN ASB DAN HSPK

Bungku: - morowalikab.go.id - Kabupaten Morowali sebagai daerah otonom yang memiliki sejumlah agenda pembangunan, tentu sangat mengharapkan adanya aplikasi ASB dan HSPK yang tidak hanya digunakan sesaat, melainkan dapat diterapkan secara sustainable