Hak Inisiatif DPRD, Tiga Raperda Disampaikan dalam Rapat Paripurna

  Tuesday 20 August 2019   Winda Bestari     1844

PPID - morowalikab.go.id - Bungku. DPRD Kab. Morowali menggelar Rapat Paripurna ke-11 masa persidangan ke-2 dengan agenda penyampaian 3 buah rancangan peraturan daerah (raperda) hak inisiatif DPRD, Senin (19/08).

Rapat Paripurna yang dilaksanakan dalam Ruang Sidang tersebut dibuka oleh Ketua DPRD Kab. Morowali, Irwan Arya, dihadiri oleh Bupati Morowali, Taslim, Wakil Ketua I, Iryane Ilyas, Wakil Ketua II, Kuswandi bersama 15 orang anggota DPRD yang telah mengisi daftar hadir. Sementara dari pihak eksekutif, dihadiri oleh Sekretaris Daerah, para Asisten, Staf Ahli, dan kepala OPD lainnya.

Dalam sambutannya, Irwan Arya mengungkap 3 buah raperda merupakan hak inisiatif DPRD Kab. Morowali telah diajukan untuk dibahas pada masa sidang kedua tahun 2019.

"Sesuai hasil rapat Badan Musyawarah (Bamus) DPRD bersama Pemda, telah disepakati bahwa DPRD Kab. Morowali pada masa persidangan II ini akan mengajukan 3 raperda, di antaranya raperda tentang komoditi unggulan, raperda tentang penyertaan modal pemerintah daerah Morowali kepada PT BANK SULTENG dan raperda tentang pembentukan PERUMDA pasar", ungkap Irwan.

Sebagai bentuk penjabaran lebih lanjut dari perundang-undangan nasional, perda merupakan sarana hukum penampung kondisi khusus dengan memperhatikan ciri khas masing-masing daerah. Dalam penyampaiannya, Ketua Bamperda, La Ane Taher menyebut bahwa Raperda tentang komoditi unggulan daerah akan menjamin keberlanjutan pengembangan komoditi dalam merangsang laju perkembangan kegiatan ekonomi di daerah.

"Selain sebagai legalitas yang kuat bagi pengembangan komoditi unggulan Kab. Morowali, perda ini di samping akan mengatur jenis-jenis komoditi yang berpotensi untuk dikembangkan juga akan mengatur tentang tata cara pengembangannya sehingga perda ini diharapkan dapat menjamin keberlanjutan komoditi unggulan daerah", urainya

Ia melanjutkan, terkait raperda tentang penyertaan modal pemerintah daerah Morowali kepada PT BANK SULTENG sebelumnya telah diatur dalam perda no. 6 tahun 2007. Namun dalam implementasinya, Pemda melakukan penambahan penyertaan modal tanpa dibarengi dengan perda penyertaan modal yang baru.

"Sebelumnya Pemda menyertakan modal sebesar Rp.5.368.923.504,28. Tahun-tahun berikutnya menjadi sebesar Rp. 12.028.189.972,33. Artinya, Pemda telah menyertakan modal sebesar Rp. 6.659.266.468., tanpa merubah perda penyertaan modal", ungkap La Ane.

Lebih lanjut, La Ane mengurai bahwa berdasarkan berita acara RUPS - LB PT BANK Sulteng, terjadi kekurangan modal setor yang harus diselesaikan pada akhir tahun 2020. Olehnya, maka Perda No. 6 Tahun 2007 perlu diubah. Diketahui, dalam raperda baru tersebut mengatur tentang maksud dan tujuan penyertaan modal, besaran penyertaan modal serta jumlah setoran setiap tahunnya.

Sedangkan untuk raperda tentang pembentukan PERUMDA pasar, La Ane menyebut bahwa salah satu sarana yang tepat untuk menunjang perekonomian daerah adalah pembentukan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Pembentukan Perusahaan Umum Daerah (PERUMDA) Pasar Morowali merupakan langkah awal penggerak perekonomian daerah.

"Pembentukan PERUMDA Pasar Morowali selain mencari keuntungan (Profit oriented) juga sebagai sumber PAD. Perumda Pasar Morowali akan mengutamakan pelayanan publik (social oriented)", pungkasnya.

Ia berujar, raperda tersebut akan mengatur organ perusahaan, organisasi dan kepegawaian, pengelolaan perusahaan, penetapan dan penggunaan laba, tuntutan dan ganti rugi, penggabungan dan pembubaran. Hal ini penting sebagai penegasan bahwa baik dari pihak legislatif maupun eksekutif benar-benar serius dan beretikat baik dalam menjalankan hubungan dengan pihak-pihak tertentu dengan mempercepat proses pembuatan peraturan daerah.

Selanjutnya, sesuai dengan jadwal persidangan, rapat paripurna akan dilanjutkan pada, Selasa, (20/08) dengan agenda mendengarkan tanggapan bupati terhadap Raperda hak inisiatif DPRD (jam 09.00) dan jawaban DPRD terhadap tanggapan bupati (jam 14.00). (Kominfo/k4r7&w1nd4).

  •    Dibuat oleh Winda Bestari
  •   Dipublish oleh kary marunduh

Berita Terkait

fathur-rahman-amalkan-nilai-nilai-pancasila

Fathur Rahman, Amalkan Nilai-Nilai Pancasila

PPID - morowalikab.go.id - BUNGKU. Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Daerah mengadakan Sosialisasi Pemantapan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan Tahun 2019. Acara yang dihadiri Sekretaris Daerah,  H. Muhammad Jafar Hamid, Kaban Kesbangpol, H.

sekda-morowali-buka-rapat-persiapan-pelaksanaan-dana-hibah-rehabilitasi-dan-rekonstruksi-tahun-2022-bpbd

Sekda Morowali Buka Rapat Persiapan Pelaksanaan Dana Hibah Rehabilitasi Dan Rekonstruksi Tahun 2022 BPBD

Morowalikab.go.id – Bungku  - Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Morowali, Drs. Yusman Mahbub, M.Si menghadiri sekaligus membuka secara resmi Rapat Persiapan Pelaksanaan Dana Hibah Kegiatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Tahun 2022 pada

bupati-morowali-meletakkan-batu-pertama-pembangunan-masjid-nurul-iman-desa-parilangke

Bupati Morowali Meletakkan Batu Pertama Pembangunan Masjid Nurul Iman Desa Parilangke

Morowali, IKP Kominfo, Bupati Morowali, Drs. Taslim meletakan batu pertama pembangunan Masjid Nurul Iman Desa Parilangke, Kecamatan Bumi Raya, Senin (31/08/20). Hadir dalam acara tersebut diantaranya, Anggota DPRD Kabupaten Morowali, Abd. Rauf, C

14-mahasiswa-uin-makassar-kelas-kerjasama-morowali-resmi-sandang-gelar-magister-pendidikan

14 Mahasiswa UIN Makassar Kelas Kerjasama Morowali Resmi Sandang Gelar Magister Pendidikan

Morowalikab.go.id - Bungku - Yudisium Magister Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Pascarsarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar Kelas Kerjasama Kabupaten Morowali, resmi digelar di Ruang Pola Kantor Bupati, Selasa (10/01/20

rembuk-stunting-2021-pemkab-morowali-teken-tiga-poin-komitmen-bersama

Rembuk Stunting 2021, Pemkab Morowali Teken Tiga Poin Komitmen Bersama

Morowalikab.go.id, Bungku, Untuk memastikan pelaksanaan rencana kegiatan intervensi pencegahan dan penurunan stunting, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Morowali melalui Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPP dan KB) mengge