Hak Inisiatif DPRD, Tiga Raperda Disampaikan dalam Rapat Paripurna

  Tuesday 20 August 2019   Winda Bestari     1689

PPID - morowalikab.go.id - Bungku. DPRD Kab. Morowali menggelar Rapat Paripurna ke-11 masa persidangan ke-2 dengan agenda penyampaian 3 buah rancangan peraturan daerah (raperda) hak inisiatif DPRD, Senin (19/08).

Rapat Paripurna yang dilaksanakan dalam Ruang Sidang tersebut dibuka oleh Ketua DPRD Kab. Morowali, Irwan Arya, dihadiri oleh Bupati Morowali, Taslim, Wakil Ketua I, Iryane Ilyas, Wakil Ketua II, Kuswandi bersama 15 orang anggota DPRD yang telah mengisi daftar hadir. Sementara dari pihak eksekutif, dihadiri oleh Sekretaris Daerah, para Asisten, Staf Ahli, dan kepala OPD lainnya.

Dalam sambutannya, Irwan Arya mengungkap 3 buah raperda merupakan hak inisiatif DPRD Kab. Morowali telah diajukan untuk dibahas pada masa sidang kedua tahun 2019.

"Sesuai hasil rapat Badan Musyawarah (Bamus) DPRD bersama Pemda, telah disepakati bahwa DPRD Kab. Morowali pada masa persidangan II ini akan mengajukan 3 raperda, di antaranya raperda tentang komoditi unggulan, raperda tentang penyertaan modal pemerintah daerah Morowali kepada PT BANK SULTENG dan raperda tentang pembentukan PERUMDA pasar", ungkap Irwan.

Sebagai bentuk penjabaran lebih lanjut dari perundang-undangan nasional, perda merupakan sarana hukum penampung kondisi khusus dengan memperhatikan ciri khas masing-masing daerah. Dalam penyampaiannya, Ketua Bamperda, La Ane Taher menyebut bahwa Raperda tentang komoditi unggulan daerah akan menjamin keberlanjutan pengembangan komoditi dalam merangsang laju perkembangan kegiatan ekonomi di daerah.

"Selain sebagai legalitas yang kuat bagi pengembangan komoditi unggulan Kab. Morowali, perda ini di samping akan mengatur jenis-jenis komoditi yang berpotensi untuk dikembangkan juga akan mengatur tentang tata cara pengembangannya sehingga perda ini diharapkan dapat menjamin keberlanjutan komoditi unggulan daerah", urainya

Ia melanjutkan, terkait raperda tentang penyertaan modal pemerintah daerah Morowali kepada PT BANK SULTENG sebelumnya telah diatur dalam perda no. 6 tahun 2007. Namun dalam implementasinya, Pemda melakukan penambahan penyertaan modal tanpa dibarengi dengan perda penyertaan modal yang baru.

"Sebelumnya Pemda menyertakan modal sebesar Rp.5.368.923.504,28. Tahun-tahun berikutnya menjadi sebesar Rp. 12.028.189.972,33. Artinya, Pemda telah menyertakan modal sebesar Rp. 6.659.266.468., tanpa merubah perda penyertaan modal", ungkap La Ane.

Lebih lanjut, La Ane mengurai bahwa berdasarkan berita acara RUPS - LB PT BANK Sulteng, terjadi kekurangan modal setor yang harus diselesaikan pada akhir tahun 2020. Olehnya, maka Perda No. 6 Tahun 2007 perlu diubah. Diketahui, dalam raperda baru tersebut mengatur tentang maksud dan tujuan penyertaan modal, besaran penyertaan modal serta jumlah setoran setiap tahunnya.

Sedangkan untuk raperda tentang pembentukan PERUMDA pasar, La Ane menyebut bahwa salah satu sarana yang tepat untuk menunjang perekonomian daerah adalah pembentukan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Pembentukan Perusahaan Umum Daerah (PERUMDA) Pasar Morowali merupakan langkah awal penggerak perekonomian daerah.

"Pembentukan PERUMDA Pasar Morowali selain mencari keuntungan (Profit oriented) juga sebagai sumber PAD. Perumda Pasar Morowali akan mengutamakan pelayanan publik (social oriented)", pungkasnya.

Ia berujar, raperda tersebut akan mengatur organ perusahaan, organisasi dan kepegawaian, pengelolaan perusahaan, penetapan dan penggunaan laba, tuntutan dan ganti rugi, penggabungan dan pembubaran. Hal ini penting sebagai penegasan bahwa baik dari pihak legislatif maupun eksekutif benar-benar serius dan beretikat baik dalam menjalankan hubungan dengan pihak-pihak tertentu dengan mempercepat proses pembuatan peraturan daerah.

Selanjutnya, sesuai dengan jadwal persidangan, rapat paripurna akan dilanjutkan pada, Selasa, (20/08) dengan agenda mendengarkan tanggapan bupati terhadap Raperda hak inisiatif DPRD (jam 09.00) dan jawaban DPRD terhadap tanggapan bupati (jam 14.00). (Kominfo/k4r7&w1nd4).

  •    Dibuat oleh Winda Bestari
  •   Dipublish oleh kary marunduh

Berita Terkait

pemkab-morowali-gelar-rapat-koordinasi-pelaporan-rencana-aksi-ham-tahun-2021

Pemkab Morowali Gelar Rapat Koordinasi Pelaporan Rencana Aksi HAM Tahun 2021

Morowalikab.go.id-Bungku- Bagian Hukum Sekretariat Daerah Kabupaten Morowali gelar Rapat Koordinasi Pelaporan Rencana Aksi HAM di Ruang Rapat Kantor Bupati Lantai 1, Rabu (16/06). Kegiatan tersebut di buka langsung oleh Asisten I Bidang Pemerintahan

dprd-morowali-gelar-paripurna-persetujuan-ranperda-usul-pemerintah-daerah

DPRD Morowali Gelar Paripurna Persetujuan Ranperda Usul Pemerintah Daerah

Morowalikab.go.id-Bungku- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Morowali Menggelar Rapat Paripurna Ke-8 Masa Persidangan I, dengan Agenda Persetujuan Ranperda Usul Pemerintah Daerah Kabupaten Morowali, Kamis (29/09/22). Paripurna yang b

sidang-paripurna-komitmen-bersama-eksekutif-dan-legislatif

Sidang Paripurna, Komitmen Bersama Eksekutif dan Legislatif

BUNGKU - morowalikab.go.id - Pemerintah Daerah Kabupaten Morowali bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, melaksanakan ''Sidang Paripurna Pembukaan Masa Persidangan I Tahun 2019. Kegiatan berlangsung di Ruang Sidang DPRD, Kamis (17/01/19), dihadiri B

hari-pertama-lomba-stqh-6-peserta-kafilah-morowali-ikuti-2-cabang-lomba

Hari Pertama Lomba STQH Ke-26 Tkt Prov Sulteng, 6 Peserta Kafilah Morowali Ikuti 2 Cabang Lomba

Morowalikab.go.id, Bungku, Hari pertama pelaksanaan lomba Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadist (STQH) ke-26 Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah, 6 peserta Kafilah Kabupaten Morowali mengikuti 2 cabang lomba, Sabtu (28/08/21). Berlangsung seca

bupati-morowali-siapkan-tiga-proyek-strategis-untuk-ubah-wajah-kota-bungku

Bupati Morowali Siapkan Tiga Proyek Strategis untuk Ubah Wajah Kota Bungku

Morowalikab.go.id – Bungku - Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf, menegaskan bahwa Kota Bungku akan menghadapi tiga proyek strategis besar ke depan. Ia berharap seluruh elemen, mulai dari camat, kepala desa, lurah, tokoh agama, hingga