BUPATI MOROWALI: TUGAS POKOK MANUSIA SEBAGAI HAMBA ALLAH ADALAH SHOLAT LIMA WAKTU

  Wednesday 01 March 2017   kominfo     2662

Hal tersebut diungkapkan Bupati Morowali Drs. H. Anwar Hafid, M. Si pada bayan subuh dalam rangkaian 'Gebrak Subuh' Pemda Morowali. Lebih lanjut dikatakan bahwa manusia, disamping sebagai hamba Allah, juga sebagai Umat Rasulullah Muhammad SAW. Sebagai umat Rasulullah, manusia ditugaskan mengajak manusia lainnya untuk taat kepada Allah dan Rasulullah yang dikenal dengan dakwa. Tugas dakwa, bukan bukan hanya tanggung jawab para da'i atan ustad, juga merupakan tanggung jawab kita bersama, menurutnya. Pada kesempatan ini pula bupati berpesan kepada jamaah subuh untuk senantiasa berdakwa atau mengajak manusia taat kepada Allah SWT, minimal satu orang satu hari. 'Gebrak Subuh' yang dilaksanakan Pemda Morowali pada hari Selasa, 28 Februari 2017 bertempat di Masjid Hidyatul-Muttaqin, Kel. Tofuti, Bungku, dipimpin langsung Bapak Bupati diikuti sejumlah pejabat eselon II di lingkup Pemda Morowali.

Kegiatan semacam ini dilaksanakan sejak tahun 2015 merupakan rangkaian dari Program Morowali Bejamaah yang tertuan dalam Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 12 Tahun 2015 tentang Kewajiban Bagi Pegawai Muslim Di Linglingan Pemerintah Daerah Kabupaten Morowali Untuk Melaksanakan Sholat Berjamaah Lima Waktu Di Masjid. Dalam Perbup tersebut diwajibkan bagi pegawai laki-laki muslim di lingkup Pemda malaksanakan sholat lima waktu di masjid secara berjamaah. Sholat subuh berjamaah diberi nama 'Gebrak Subuh' ini dilaksanakan secara bergilir dari masjid ke masjid di ibu Kota Kabupaten Morawali, Bungku dan sekitarnya. Sebelum pelaksanaan shalat subuh, para jamaah berkelilin membangunkan dan mengajak warga setempat untuk bersama-sama melaksanakan sholat subuh secara berjamaah di masjid. Kegiatan rutin dilakukan setiap harinya yakni: setelah shalat subuh, dilaksanakan bayan subuh kemudia musyawarah, dilanjutkan dengan yasinan, dan terakhir biasanya berhikmad. (NA)

Berita Terkait

wakili-pj-bupati-morowali-asisten-i-pimpin-rapat-tindak-lanjut-penyelesaian-tapal-batas-desa-bahomotefe-dan-onepute-jaya

Wakili Pj Bupati Morowali, Asisten I Pimpin Rapat Tindak Lanjut Penyelesaian Tapal Batas Desa Bahomotefe dan Onepute Jaya

Morowalikab.go.id, Bungku - Wakili Penjabat (Pj) Bupati Morowali, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra, Ir. Moh. Rizal Badudin memimpin rapat penyelesaian perselisihan tapal batas antara Desa Bahomotefe dan Desa Onepute Jaya, Kamis (15/2/2023).

pemdakab-morowali-komitmen-terhadap-implementasi-percepatan-pencegahan-korupsi

Pemdakab Morowali Komitmen terhadap Implementasi Percepatan Pencegahan Korupsi

Morowalikab.go.id-Bungku- Pemerintahan Daerah Kabupaten Morowali melaksanakan Rapat Koordinasi dengan tujuan untuk membahas lebih lanjut mengenai Percepatan Capaian Indikator MCP-KPK Tahun 2025 yang berkesinambungan dengan akan diadakannya Penandat

wakili-pj-bupati-morowali-staf-ahli-bidang-kesra-abdul-malik-hafid-hadiri-hut-ke-129-kota-poso

Wakili Pj Bupati Morowali, Staf Ahli Bidang Kesra, Abdul Malik Hafid Hadiri HUT ke-129 Kota Poso

Morowalikab.go.id, Poso - Penjabat (Pj) Bupati Morowali, diwakili Staf Ahli Bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Abdul Malik Hafid, S.Hi., M.Si.,menghadiri Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-129 Kota Poso, digelar di Alun-alun Maroso Poso, Jumat (1/3/20

penandatanganan-assessment-pima-mfsa-dan-nudp-pemdakab-morowali-butuh-perencanaan-pembangunan-efisien-dan-berkelanjutan-untuk-daerah

Penandatanganan Assessment PIMA, MFSA dan NUDP, Pemdakab Morowali: Butuh Perencanaan Pembangunan Efisien dan Berkelanjutan untuk Daerah

Morowalikab.go.id- Bungku- Pemerintah Daerah Kabupaten Morowali melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda)hari ini menindaklanjuti surat Dirjen Bina Bangda Kementerian Dalam Negeri, untuk menggelar pel

igufdtrdgh

Pemkab Morowali Gelar FGD Hasil Kajian Zonasi dan Delineasi Situs Cagar Budaya Gua Fafompogaro dan Gua Tokandidndi

Morowalikab.go.id, Bungku – Pemerintah Daerah Kabupaten Morowali melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, menggelar Forum Group Discussion (FGD), dalam rangka menindaklanjuti hasil kajian zonasi dan delineasi situs cagar budaya Gua Fafompogaro