Umat Hindu di Morowali Rayakan Galungan dengan Khidmat

  Wednesday 25 September 2024   Ketut Suta     1430

WhatsApp Image 2024-09-25 at 12-07-41 Morowalikab.go.id, Bumi Raya - Umat Hindu di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah (Sulteng), hari ini merayakan Hari Raya Galungan, Rabu (25/09/2024). Salah satunya di Desa Adat Sekar Sari, Desa Lambelu, Kecamatan Bumi Raya.

Seperti Umat Hindu pada umumnya, umat Hindu di Desa Adat Sekar Sari, Desa Lambelu, merayakan Hari Raya Galungan dengan cara melaksanakan persembahyangan bersama di Pura.

WhatsApp Image 2024-09-25 at 12-08-27 Pantauan di lokasi, persembahyangan bersama dipimpin oleh Pemangku yang merupakan orang suci dalam kepercayaan Hindu Bali. Usai persembahyangan Pemangku kemudian melakukan pemercikan Tirta (air suci) kepada umat Hindu.

Setelah seluruh rangkaian upacara persembahyangan Hari Raya Galungan berakhir, seluruh Umat Hindu kemudian bersalaman untuk saling maaf memaafkan.

WhatsApp Image 2024-09-25 at 12-12-18 Uniknya, Hari Raya Galungan ditandai dengan penjor yang didirikan pada setiap tepi jalan rumah warga umat Hindu. Penjor adalah tiang bambu yang tinggi dan melengkung pada bagian ujungnya dihiasi janur kuning dan pernak-pernik lainnya. Penjor merupakan simbol dari Naga Basuki yang artinya kesejahteraan dan kemakmuran. Bagi umat Hindu di Bali, penjor merupakan simbol gunung yang dianggap suci dan sering dijumpai saat Hari Raya Galungan dan Kuningan.

Sementara itu, dikutip dari situs resmi Pemerintah Kabupaten Buleleng, Bali, Hari Raya Galungan dirayakan umat Hindu setiap 6 bulan sekali dalam kalender Bali (210 hari) tepatnya pada hari Budha Kliwon Dungulan. Kata Galungan diambil dari bahasa Jawa kuno yang berarti bertarung. Galungan juga biasa disebut dengan Dungulan yang artinya menang.

WhatsApp Image 2024-09-25 at 12-10-24 Hari Raya Galungan adalah hari di mana umat Hindu memperingati terciptanya alam semesta dan seluruh isinya. Peringatan ini juga untuk merayakan kemenangan kebaikan (dharma) melawan kejahatan (adharma), olehnya perayaan Galungan juga mengajarkan manusia untuk mengendalikan nafsu, terutama nafsu buruk.

Berita Terkait

hut-ke-17-sigi-bupati-iksan-ungkap-kedekatan-dengan-bupati-sigi

HUT ke-17 Sigi, Bupati Iksan Ungkap Kedekatan dengan Bupati Sigi

Morowalikab.go.id-Palu- Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf, menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-17 Kabupaten Sigi yang digelar pada Selasa (24/6). Acara tersebut turut dihadiri oleh Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid, sejuml

diskominfo-memfasilitasi-pelatihan-penggunaan-webmail-resmi-opd-dan-asn-lingkup-pemda

Tingkatkan Sumber Daya Aparatur, Diskominfo Morowali Fasilitasi Pelatihan Penggunaan Webmail Resmi OPD dan ASN

morowalikab.go.id, Bungku, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Morowali memfasilitasi pelatihan penggunaan webmail resmi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemkab Morowali, di Ruang Press

bupati-drs-taslim-lantik-72-pejabat-eselon-iii-dan-iv-lingkup-pemkab-morowali

BUPATI, DRS. TASLIM LANTIK 72 PEJABAT ESELON III DAN IV LINGKUP PEMKAB MOROWALI

morowalikab.go.id -Bungku- Bupati Morowali, Drs. Taslim, secara resmi melakukan Pengangkatan/Pengambilan Sumpah Pejabat Eselon III dan IV Lingkup Pemerintah Kabupaten Morowali, berlangsung di Aula Kantor Bupati Morowali, Rabu (15/6/22).  Seba

bupati-morowali-buka-sosialisasi-kabupaten-layak-anak-tahun-2023

Bupati Morowali Buka Sosialisasi Kabupaten Layak Anak Tahun 2023

Morowalikab.go.id-Bungku- Bupati Morowali Drs. Taslim secara resmi membuka Sosialisasi Kabupaten Layak Anak (KLA), yang bertujuan  untuk memberikan pemahaman dan pengkajian kepada seluruh peserta sosialisasi tentang kota layak anak. Bertempat di

pemkab-morowali-gelar-jamuan-makan-siang-sambut-kunjungan-menteri-lingkungan-hidup

Pemkab Morowali Gelar Jamuan Makan Siang Sambut Kunjungan Menteri Lingkungan Hidup

Morowalikab.go.id – Bungku - Pemerintah Kabupaten Morowali menggelar jamuan makan siang dalam rangka menyambut kunjungan kerja Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Republik Indonesia, Hanif Faisol Nurofi