Monday 24 February 2025
Tiya Lestari
68
Morowalikab.go.id – Bungku - Menjelang Bulan Suci Ramadhan 1446 H/2025, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Morowali mengambil langkah strategis dalam mengendalikan inflasi dan menjaga daya beli masyarakat melalui penyelenggaraan pasar murah di Kecamatan Bumi Raya. Hal ini sebagai tindak lanjut instruksi Bupati Iksan disela-sela kegiatan retreet di Akmil Magelang, Bupati Iksan menekankan bahwa peran Pemkab Morowali guna menanggulangi.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini diinisiasi oleh Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Morowali sebagai bagian dari kebijakan pemerintah daerah dalam memastikan kebutuhan pokok tetap terjangkau bagi masyarakat, khususnya yang kurang mampu.
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Abd. Muttaqin Sonaru, yang hadir membuka acara, menegaskan bahwa pasar murah ini merupakan bukti nyata komitmen Pemkab Morowali dalam menjaga kesejahteraan masyarakat. “Di tengah fluktuasi harga bahan pokok, pemerintah harus hadir dengan solusi konkret agar masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhannya tanpa terbebani harga yang tinggi,” ujarnya.
Sebanyak 1.200 paket sembako telah disiapkan dalam program ini, terdiri dari beras 5 kg, gula pasir 2 kg, minyak goreng 2 liter, dan telur 1 rak. Dengan subsidi pemerintah, harga satu paket hanya Rp 135 ribu, jauh lebih murah dibandingkan harga pasar yang bisa mencapai Rp 200 ribu lebih.
Menurut Kepala Disperindag Morowali, Zainal, SE., M.M., pasar murah ini tidak hanya bertujuan membantu masyarakat menghadapi Ramadhan tetapi juga sebagai langkah pengendalian harga dan stabilitas ekonomi di wilayah Bumi Raya. “Kegiatan ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat serta menjaga keseimbangan ekonomi lokal,” ungkapnya.
Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf, yang berhalangan hadir karena agenda di Magelang, turut memberikan pesan bahwa keberlanjutan program-program yang berdampak langsung bagi masyarakat harus menjadi prioritas. “Kebutuhan dasar warga, terutama menjelang bulan puasa, harus dipastikan terpenuhi dengan baik,” pesannya.
Pelaksanaan pasar murah ini pun melibatkan koordinasi antara pemerintah kabupaten, kecamatan, hingga desa untuk memastikan distribusi sembako tepat sasaran. Penerima manfaat dipilih melalui mekanisme kupon yang telah disepakati bersama para kepala desa. Dengan adanya pasar murah ini, Pemkab Morowali berharap kebijakan intervensi harga dapat terus dilakukan secara berkelanjutan, sehingga stabilitas ekonomi masyarakat tetap terjaga, khususnya di masa-masa penting seperti menjelang bulan suci Ramadhan.