Zakat ASN ,Sebuah Polemik.

  Friday 02 March 2018   iqbalmirza     2116

oleh : Iqbal Mirza Nawawi Jangan ragukan semangat kebersamaan masyarakat Indonesia. Jangan ragukan pula semangat umat Islam dalam berbagi. Inilah catatan yang perlu diperhatikan sebelum kita berpolemik. Begitulah gaya bertutur penguasa mengomentari persoalan zakat Aparatur Sipil Negara (ASN). Sejak era sosial media tampil sebagai whitsle blower kelas wahid, semakin terasa kebersamaan yang dibangun. Pinggirkan sejenak, buzzer-buzzer yang bikin geger. Mari kita tengok, fenomena betapa luar biasanya perkembangan semangat berbagi di sosial media. Berbagai macam polah, berbagai macam bentuknya. Namun intinya satu, membantu sesama. Ada yang mengumpulkan donasi air susu ibu (ASI). Yang membantu mereka tak mampu, juga ada. Tak sedikit juga yang mau membantu saudara-saudara kita di negeri nan jauh di sana. Hal ini menarik. Sebab, tanpa kita sadari, secara alamiah kita sudah menjadi negara berperadaban (mutamadin). Artinya, ada dasar rasa berbagi ini memicu niatan baik untuk sesama. Banyak yang kagum dengan perkembangan itu. Tanpa melihat siapa, terkumpul satu mekanisme berbagi yang indah. Transparan dan amanah, sudah menjadi modal penting dalam pelaksanaannya. Pada akhirnya, makin masif gerakan ini di dunia maya. Bayangkan, banyak kalangan mendapat sentuhan mereka. Sentuhan perhatian dan dana tentunya. Potensi zakat Indonesia sangat besar. Potensi ini semakin besar ketika melihat demografi kita yang memiliki usia muda yang cukup melimpah. Kasarnya, generasi penerus ini jauh lebih banyak ketimbang ASN. Nah, kalau polemik ini justru menghambat potensi yang ada, ini yang bahaya. Yang mencemaskan, perbedaan melihat persoalan atau kepentingan dalam tanda kutip ini akan mengaburkan semangat tersebut. Pada akhirnya, potensi yang harusnya menjulang tinggi justru menukik tak berujung. Akhirnya terjun bebas. Handoko Hendroyono dalam bukunya Brand Gardener menyebut, starategi community engagement menjadi krusial. Engagament terhadap komunitas perlu digarap serius dan biasanya melibatkan aspek digital. Apa hubungannya? Secara konteks, positioning zakat dalam masyarakat Indonesia perlu diperkuat. Mengutip taipan media, Rupert Murdoch, dunia ini berjalan cepat. Besar tidak akan mengalahkan yang kecil. Tapi yang cepat akan mengalahkan yang lambat. Sederhananya, ketimbang cuap-cuap mending langkah konkret. Prit jalan. Seperti diutarakan tadi, gerak cepat sosial media telah dimanfaatkan perusahaan teknologi macam Apple untuk “pamer kekuatan” di Instagram. Hasilnya, ribuan foto menarik hadir dengan beragam macam sudut dan teknik. Kesimpulannya apa, hanya dengan kamera ponsel dengan kemampuan sekian piksel sudah membuat seseorang menjadi fotografer handal. Hebat. Strategi ini kemudian dioptimalkan saudara kita yang ingin membantu sesama. Pergerakannya luar biasa. Inilah yang dibutuhkan, gerak cepat. Inilah pentingnya pemahaman yang kokoh. Pentingnya membaca apa yang dibutuhkan muzaki dan mustahik. Apresiasi tinggi bisa disampaikan kepada mereka yang sukses mencari kunci pemahaman tentang zakat. Harus diakui pula, kata Handoko dalam bukunya, membangun kekuatan komunitas perlu dilakukan dengan cara yang baik dan transparan. Katanya, lebih baik mengeluarkan energi positif untuk mendapatkan feedback kembali energi positif. Ketimbang "ngeluh dan penuh makian". Muhammad Haikal dalam bukunya Sejarah Hidup Muhammad mengatakan, fungsi zakat sebagai kewajiban yang bertalian dengan iman dalam disiplin rohani merupakan salah satu unsur pembentuk kebudayaan dunia. Inilah hikmah terbesar yang mengantarkan manusia ke puncak kebahagiaannya. Harta dan segala keserakahan mereka yang menumpuk, merupakan penyebab munculnya superioritas. Ini berlanjut pada lahirnya dekadensi moral yang menimpa seluruh dunia. Itu sebabnya, kehadiran lembaga-Lembaga sosial atau apapun bentuknya, merupakan bentuk rasa persaudaraan serta rasa cinta dan syukur kepada Allah atas nikmat yang diterima. Allah subhana wa ta'ala berfirman dalam Surah al-Qasas ayat 77, Dengan kenikmatan yang telah diberikan kepada Allah kepadamu, carilah kebahagiaan akhirat, tapi jangan kau lupakan nasibmu di dunia ini. Berbuat baiklah kepada orang lain seperti Allah telah berbuat baik kepadamu, Jangan engkau berbuat bencana di muka bumi, sesungguhnya Allah tidak mencintai orang yang berbuat bencana. Karena itulah, zakat juga memiliki hikmah yang begitu banyak. Zakat mendidik manusia untuk membersihkan diri dari sifat kikir dan bakhil. Zakat juga memberi arti bahwa manusia tak hidup sendiri. Zakat dapat meringankan beban fakir dan miskin serta meratakan nikmat yang telah Allah berikan kepada kita. Jadi, polemik banget, jika penarikan zakat dipaksakan. (Iqbal Mirza Nawawi)

  •    Dibuat oleh iqbalmirza
  •   Dipublish oleh iqbalmirza
  •   Umum  

Berita Terkait

wabup-morowali-tegaskan-isu-gempa-dan-tsunami-di-bungku-hoax

Wabup Morowali Tegaskan Isu Gempa dan Tsunami di Bungku Hoax

PPID - morowalikab.go.id - Bungku - Pemerintah Daerah Kabupaten Morowali menegaskan bahwa, kabar beredar tentang prediksi Gempa dan Tsunami yang akan melanda Kota Bungku dan sekitarnya adalah kabar bohong atau hoax. Pemerintah meminta masyarakat untu

bupati-morowali-resmi-tutup-bumi-raya-cup-2022-pebatae-raih-juara-umum

Bupati Morowali Resmi Tutup Bumi Raya Cup 2022, Pebatae Raih Juara Umum

Morowalikab.go.id-Bungku- Pertandingan olahraga tingkat Kecamatan Bumi Raya atau Bumi Raya Cup 2022, resmi ditutup oleh Bupati Morowali Drs. Taslim. Acara berlangsung di Lapangan Sepak Bola Samarenda, Kamis (15/09/22). Penutupan ini turut dihadir

morowali-run-2020-sukses-dan-lancar

Morowali Run 2022 Sukses dan Lancar

Morowalikab.go.id- Bungku- Event Morowali Run 10 K 2022 berjalan sukses dan lancar, Minggu (04/12). diikuti sebanyak 600 orang pendaftar, start mulai Pukul 06.30 WITA hingga selesai. Kegiatan ini merupakan rangkaian dalam menyambut hari jadi Kabup

bupati-morowali-sampaikan-pesan-penting-pada-acara-haul-guru-tua-ke-55-pendidikan-sebagai-prioritas-utama

Bupati Morowali Sampaikan Pesan Penting pada Acara Haul Guru Tua ke-55: "Pendidikan Sebagai Prioritas Utama"

Morowalikab.go.id- Bungku-  Pelaksanaan peringatan Haul Guru Tua ke-55 yang diselenggarakan di Pelataran Masjid Nurul Iman Desa Wosu Kecamatan Bungku Barat, Kabupaten Morowali berlangsung dengan khidmat dan lancar. Sabtu (13/05/2023).  &

dukung-program-100-hari-bupati-irban-iii-moh-yusup-pastikan-tidak-ada-program-asal-jalan

Dukung Program 100 Hari Bupati, Irban III Moh. Yusup Pastikan Tidak Ada Program 'Asal Jalan'

Morowalikab.go.id, Bungku – Dalam rangka mendukung Program 100 Hari Kerja Bupati Morowali, Iksan Baharuddin Abdul Rauf dan Wakil Bupati Iriane Ilyas, Inspektorat Daerah Kabupaten Morowali terus memperkuat fungsi pengawasan pemerintahan, khusu