Zakat ASN ,Sebuah Polemik.

  Friday 02 March 2018   iqbalmirza     2177

oleh : Iqbal Mirza Nawawi Jangan ragukan semangat kebersamaan masyarakat Indonesia. Jangan ragukan pula semangat umat Islam dalam berbagi. Inilah catatan yang perlu diperhatikan sebelum kita berpolemik. Begitulah gaya bertutur penguasa mengomentari persoalan zakat Aparatur Sipil Negara (ASN). Sejak era sosial media tampil sebagai whitsle blower kelas wahid, semakin terasa kebersamaan yang dibangun. Pinggirkan sejenak, buzzer-buzzer yang bikin geger. Mari kita tengok, fenomena betapa luar biasanya perkembangan semangat berbagi di sosial media. Berbagai macam polah, berbagai macam bentuknya. Namun intinya satu, membantu sesama. Ada yang mengumpulkan donasi air susu ibu (ASI). Yang membantu mereka tak mampu, juga ada. Tak sedikit juga yang mau membantu saudara-saudara kita di negeri nan jauh di sana. Hal ini menarik. Sebab, tanpa kita sadari, secara alamiah kita sudah menjadi negara berperadaban (mutamadin). Artinya, ada dasar rasa berbagi ini memicu niatan baik untuk sesama. Banyak yang kagum dengan perkembangan itu. Tanpa melihat siapa, terkumpul satu mekanisme berbagi yang indah. Transparan dan amanah, sudah menjadi modal penting dalam pelaksanaannya. Pada akhirnya, makin masif gerakan ini di dunia maya. Bayangkan, banyak kalangan mendapat sentuhan mereka. Sentuhan perhatian dan dana tentunya. Potensi zakat Indonesia sangat besar. Potensi ini semakin besar ketika melihat demografi kita yang memiliki usia muda yang cukup melimpah. Kasarnya, generasi penerus ini jauh lebih banyak ketimbang ASN. Nah, kalau polemik ini justru menghambat potensi yang ada, ini yang bahaya. Yang mencemaskan, perbedaan melihat persoalan atau kepentingan dalam tanda kutip ini akan mengaburkan semangat tersebut. Pada akhirnya, potensi yang harusnya menjulang tinggi justru menukik tak berujung. Akhirnya terjun bebas. Handoko Hendroyono dalam bukunya Brand Gardener menyebut, starategi community engagement menjadi krusial. Engagament terhadap komunitas perlu digarap serius dan biasanya melibatkan aspek digital. Apa hubungannya? Secara konteks, positioning zakat dalam masyarakat Indonesia perlu diperkuat. Mengutip taipan media, Rupert Murdoch, dunia ini berjalan cepat. Besar tidak akan mengalahkan yang kecil. Tapi yang cepat akan mengalahkan yang lambat. Sederhananya, ketimbang cuap-cuap mending langkah konkret. Prit jalan. Seperti diutarakan tadi, gerak cepat sosial media telah dimanfaatkan perusahaan teknologi macam Apple untuk “pamer kekuatan” di Instagram. Hasilnya, ribuan foto menarik hadir dengan beragam macam sudut dan teknik. Kesimpulannya apa, hanya dengan kamera ponsel dengan kemampuan sekian piksel sudah membuat seseorang menjadi fotografer handal. Hebat. Strategi ini kemudian dioptimalkan saudara kita yang ingin membantu sesama. Pergerakannya luar biasa. Inilah yang dibutuhkan, gerak cepat. Inilah pentingnya pemahaman yang kokoh. Pentingnya membaca apa yang dibutuhkan muzaki dan mustahik. Apresiasi tinggi bisa disampaikan kepada mereka yang sukses mencari kunci pemahaman tentang zakat. Harus diakui pula, kata Handoko dalam bukunya, membangun kekuatan komunitas perlu dilakukan dengan cara yang baik dan transparan. Katanya, lebih baik mengeluarkan energi positif untuk mendapatkan feedback kembali energi positif. Ketimbang "ngeluh dan penuh makian". Muhammad Haikal dalam bukunya Sejarah Hidup Muhammad mengatakan, fungsi zakat sebagai kewajiban yang bertalian dengan iman dalam disiplin rohani merupakan salah satu unsur pembentuk kebudayaan dunia. Inilah hikmah terbesar yang mengantarkan manusia ke puncak kebahagiaannya. Harta dan segala keserakahan mereka yang menumpuk, merupakan penyebab munculnya superioritas. Ini berlanjut pada lahirnya dekadensi moral yang menimpa seluruh dunia. Itu sebabnya, kehadiran lembaga-Lembaga sosial atau apapun bentuknya, merupakan bentuk rasa persaudaraan serta rasa cinta dan syukur kepada Allah atas nikmat yang diterima. Allah subhana wa ta'ala berfirman dalam Surah al-Qasas ayat 77, Dengan kenikmatan yang telah diberikan kepada Allah kepadamu, carilah kebahagiaan akhirat, tapi jangan kau lupakan nasibmu di dunia ini. Berbuat baiklah kepada orang lain seperti Allah telah berbuat baik kepadamu, Jangan engkau berbuat bencana di muka bumi, sesungguhnya Allah tidak mencintai orang yang berbuat bencana. Karena itulah, zakat juga memiliki hikmah yang begitu banyak. Zakat mendidik manusia untuk membersihkan diri dari sifat kikir dan bakhil. Zakat juga memberi arti bahwa manusia tak hidup sendiri. Zakat dapat meringankan beban fakir dan miskin serta meratakan nikmat yang telah Allah berikan kepada kita. Jadi, polemik banget, jika penarikan zakat dipaksakan. (Iqbal Mirza Nawawi)

  •    Dibuat oleh iqbalmirza
  •   Dipublish oleh iqbalmirza
  •   Umum  

Berita Terkait

letakkan-batu-pertama-pembangunan-masjid-al-muamalah-desa-lanona-bupati-morowali-pembangunan-masjid-harus-dengan-semangat-gotong-royong

Letakkan Batu Pertama Pembangunan Masjid Al-Muamalah Desa Lanona, Bupati Morowali: Pembangunan Masjid harus dengan Semangat Gotong Royong

Morowalikab.go.id-Bungku- Bupati Morowali Drs. Taslim melakukan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Masjid Al-Muamalah di Desa Lanona, Kec. Bungku Tengah, Minggu Pagi (20/03). Dalam sambutannya, Bupati Morowali Drs. Taslim menyampaikan bahwa pemb

pemkab-morowali-ikuti-rakor-pengamanan-kawasan-industri-strategis-bersama-menko-kemaritiman-dan-investasi-secara-virtual

Pemkab Morowali ikuti Rakor Pengamanan Kawasan Industri Strategis bersama Menko Kemaritiman dan Investasi secara Virtual

Morowalikab.go.id-Bungku- Pemerintah Daerah Kabupaten Morowali, Bupati Morowali Drs Taslim beserta OPD Terkait Pemkab Morowali mengikuti rapat koordinasi pengamanan Kawasan industri startegis Provinsi Sulawesi Tengah, Rakor dipimpin langsung oleh Men

pembukaan-tmmd-ke-123-tahun-2025-asisten-ii-abd-mutaqqin-sonaru-jadi-inspektur-upacara

Wakili Pj Bupati Morowali, Asisten II Abd Mutaqqin Sonaru Pimpin Upacara Pembukaan TMMD ke-123 TA 2025

Morowalikab.go.id -Bungku- TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke- 123 Tahun Anggaran 2025 di Kabupaten Morowali kembali digelar dengan tema “Dengan Semangat TMMD Mewujudkan Pemerataan Pembangunan dan Ketahanan Nasional di Wilayah” berlan

bupati-imbau-stakeholder-optimalkan-sumber-pendapatan-daerah-kabupaten-morowali

Bupati Imbau Stakeholder Optimalkan Sumber Pendapatan Daerah Kabupaten Morowali

  morowalilkab.go.id - Bungku - Pemerintah Kabupaten Morowali melalui Badan Pengelola Pendapatan Daerah (BPPD) Kabupaten Morowali menggelar Rapat Evaluasi dan Koordinasi Realisasi Penerimaan Sumber-Sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) semester

jalin-silaturahmi-pemkab-morowali-gelar-gala-dinner-bersama-peserta-forkom-pendapatan-se-sulteng

Jalin Silaturahmi, Pemkab Morowali Gelar Gala Dinner bersama Peserta Forkom Pendapatan Se Sulteng

Morowalikab.go.id-Bungku- Pemerintah Kabupaten Morowali menggelar acara Gala Dinner yang bertujuan untuk mempererat silaturahmi antara Pemerintah Kabupaten Morowali dengan peserta Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Bidang Pendapatan (Forkom Pendapata