Thursday 16 June 2022
helman kaimu
1443
Morowalikab.go.id, Witaponda, Untuk mengevaluasi perkembangan desa, kurun waktu dua tahun (2021-2022), Tim Penilai Lomba Desa Provinsi Sulawesi Tengah yang dipimpin Kepala Dinas PMDP3A, Mohamad Nadir, menggelar penilaian di Desa Sampeantaba, Kecamatan Witaponda, Kamis (16/6/22).
Penilaian yang berlangsung di Gedung Serba Guna Desa Sampeantaba mengusung tema ‘’Desa Tangguh, Ekonomi Masyarakat Tumbuh’’
Hadir dalam kegiatan tersebut diantaranya, Ketua TP-PKK Kabupaten Morowali, Ny. Asnoni Taslim, Wakil Ketua TP-PKK, Dr. Marwani, M.Pd, Sekda Morowali, Drs. Yusman Mahbub, M.Si, Kadis PMDP3A Morowali, Drs. H. Abdul Wahid Hasan, M.Pd, Kadis Kesehatan Daerah, Ashar Ma’aruf, SE., M.Si, Forkopimcam Witaponda, Kades, BPD, TP-PKK Desa se-Kecamatan Witaponda, dan tamu undangan lainnya.
Pelaksanaan lomba desa dan kelurahan bertujuan untuk mengevaluasi tingkat perkembangan desa 2 tahun terakhir, serta sebagai motivasi kepada masyarakat dan pemerintah desa dalam melaksanakan pembangunan desa sehingga memiliki kemajuan secara merata untuk mencapai kesejahteraan bersama, juga sebagai upaya melakukan pemberdayaan masyarakat melalui gotong royong untuk meningkatkan kinerja pemerintah desa guna tercapainya Visi Misi Pemda Kabupaten Morowali yakni mewujudkan masyarakat sejahtera bersama. Hal ini dikatakan Kepala Dinas PMDP3A, Drs. H. Abdul Wahid Hasan, M.Pd, saat mewakili Bupati Morowali menyampaikan sambutannya.
Ia menambahkan, penilaian lomba desa ini adalah hasil penilaian lomba desa dan kelurahan tingkat kabupaten Morowali yang dilaksanakan pada bulan Mei 2022 lalu.
Sementara itu, Ketua Tim Lomba Desa dan Kelurahan Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2022, Mohamad Nadir, mengatakan, penilaian lomba desa dan kelurahan sudah dilakukan secara terstruktur, mulai dari desa, kecamatan, kabupaten hingga ke Provinsi.
Untuk Tingkat Provinsi penilaiannya berdasarkan Permendagri Nomor 81 bahwa penilaian dimulai dari administrasi pemerintahan, kewilayahan, kemasyarakatan dan inovasi yang didukung dengan video setiap kegiatan ataupun inovasinya.
‘’Berbicara soal administrasi, kewilayahan, kemasyarakatan dan inovasi di desa, semua sudah harus digerakan dengan sistem aplikasi, mulai dari Indeks Desa Membangun (IDM), perencanaannya dan lain sebagainnya, sehingga untuk meraih juara satu dibutuhkan keserasian antara pencatatan secara administrasi dengan fakta lapangan, dan yang terpenting adanya Perdes tentang Inovasi desa,’’ pungkasnya.