Pemkab Morowali Salurkan Perdana 200 Tabung LPG 3 Kg ke Menui Kepulauan
Morowalikab.go.id – Bungku – Pemerintah Daerah Kabupaten Morowali melalui Bagian Ekonomi dan Sumber Daya Alam (SDA) mulai menyalurkan gas LPG 3 kilogram ke Kecamatan Menui Kepulaua...
Morowalikab.go.id – Bungku – Pemerintah Daerah Kabupaten Morowali melalui Bagian Ekonomi dan Sumber Daya Alam (SDA) mulai menyalurkan gas LPG 3 kilogram ke Kecamatan Menui Kepulauan sebagai upaya mengatasi kelangkaan dan menjaga keterjangkauan harga di wilayah kepulauan. Pemberangkatan perdana sebanyak 200 tabung LPG 3 kg tersebut dilakukan oleh Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Emil Monto, di Dermaga Desa Puungkoilu, Kecamatan Bungku Tengah, Minggu (25/10/2026). Kegiatan itu turut dihadiri sejumlah staf Bagian Ekonomi dan SDA serta pengelola pangkalan Bunga Karang I dan Bunga Karang II Kecamatan Menui Kepulauan, Jafar Hamid.
Dalam keterangannya, Emil Monto menyampaikan bahwa pengiriman perdana ini merupakan salah satu bentuk komitmen Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf, bersama Wakil Bupati Iriane Iliyas, untuk memastikan ketersediaan LPG 3 kg bagi masyarakat Menui Kepulauan dengan harga yang tetap terjangkau. Menurutnya, selama ini masyarakat setempat menghadapi kelangkaan gas LPG yang berdampak pada kenaikan harga di tingkat konsumen. Kondisi tersebut semakin terasa setelah pasokan gas yang sebelumnya diperoleh dari wilayah Sulawesi Tenggara terhenti. Karena itu, kerja sama distribusi antara agen PT Montama Bersaudara dan PT Famasco diharapkan menjadi solusi untuk memperlancar pasokan gas ke wilayah tersebut.
Emil menjelaskan, pada tahap awal, sebanyak 200 tabung LPG 3 kg akan diangkut menggunakan kapal kayu dan disalurkan melalui dua pangkalan, yakni Pangkalan Bunga Karang I dan Bunga Karang II yang berlokasi di Kelurahan Ulunambo. Kedua pangkalan tersebut akan menjadi titik distribusi awal bagi masyarakat di sekitar Ulunambo sebelum pasokan diteruskan ke desa-desa lainnya di Kecamatan Menui Kepulauan. Ia menegaskan, penetapan harga tetap mengacu pada Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan Pemerintah Daerah Kabupaten Morowali, dengan memperhitungkan biaya operasional pengangkutan laut, tenaga buruh, serta proses bongkar muat agar distribusi berjalan lancar tanpa membebani masyarakat dengan harga yang tidak wajar.
Lebih lanjut, Emil mengungkapkan bahwa pemerintah daerah bersama pihak distributor akan mengupayakan pengiriman LPG secara rutin, minimal dua hingga tiga kali dalam sebulan. Jumlah pasokan pada setiap pengiriman juga diharapkan dapat ditingkatkan hingga 500 tabung, sehingga total distribusi berpotensi mencapai 1.500 tabung per bulan. Meski jumlah tersebut belum sepenuhnya mencukupi kebutuhan seluruh masyarakat Menui Kepulauan, ia berharap penyaluran secara bertahap dan berkelanjutan dapat membantu mengurangi kelangkaan yang selama ini terjadi. Pemerintah daerah juga akan terus mendorong kelancaran distribusi agar ketersediaan LPG di pangkalan tetap terjaga dan dapat diakses masyarakat sesuai ketentuan harga yang berlaku.
Melalui langkah tersebut, Pemkab Morowali berharap kebutuhan energi rumah tangga masyarakat Menui Kepulauan dapat terpenuhi secara lebih merata, sekaligus mencegah lonjakan harga akibat terbatasnya pasokan. Emil menambahkan, kelancaran distribusi barang kebutuhan pokok, termasuk LPG, turut berperan dalam menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi di wilayah kepulauan. Dengan adanya pengiriman secara rutin, pemerintah daerah optimistis akses masyarakat terhadap LPG 3 kg akan semakin baik, sehingga tidak lagi menghadapi kelangkaan berkepanjangan maupun harga yang melampaui ketentuan. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, khususnya di wilayah kepulauan yang memiliki tantangan geografis dan distribusi tersendiri.