Memuat...
Wakil Bupati Morowali Buka Sarasehan BAMAG LKKI, Perkuat Moderasi dan Kerukunan Beragama
Kategori: posts Tanggal: 04 November 2026 Penulis: helman kaimu Publisher: Albakarah Firmansyah 17x dibaca

Wakil Bupati Morowali Buka Sarasehan BAMAG LKKI, Perkuat Moderasi dan Kerukunan Beragama

Morowalikab.go.id – Bungku – Wakil Bupati Morowali, Iriane Iliyas, secara resmi membuka kegiatan Sarasehan Badan Musyawarah Antar Gereja (BAMAG) LKKI Kabupaten Morowali di Hotel Su...

Morowalikab.go.id – Bungku – Wakil Bupati Morowali, Iriane Iliyas, secara resmi membuka kegiatan Sarasehan Badan Musyawarah Antar Gereja (BAMAG) LKKI Kabupaten Morowali di Hotel Surya, Jalan Trans Sulawesi, Fonuasingko, Bungku, Rabu (4/11). Kegiatan yang mengusung tema “Penguatan Moderasi dan Kerukunan Beragama” tersebut dihadiri Ketua FKUB Provinsi Sulawesi Tengah KH. Zainal Abidin, Kepala Kantor Kementerian Agama Morowali Hj. Marwiah, Ketua FKUB Kabupaten Morowali H. Basir Salam, Sekretaris Kesbangpol Sukman Gamal, para pimpinan gereja, pengurus BAMAG LKKI, serta perwakilan lembaga keagamaan Kristen dan tamu undangan lainnya.

Wakil Bupati Iriane Iliyas dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada panitia, pengurus BAMAG LKKI, para pimpinan gereja, dan seluruh pihak yang telah menginisiasi kegiatan tersebut. Ia menilai sarasehan ini sangat relevan dengan kondisi masyarakat Morowali yang majemuk, dengan keberagaman suku, agama, budaya, dan latar belakang sosial yang harus dijaga melalui sikap saling menghormati dan menghargai.

Menurutnya, kerukunan umat beragama merupakan fondasi penting dalam menjaga persatuan, kedamaian, dan stabilitas kehidupan bermasyarakat. Ia menegaskan bahwa moderasi beragama bukan berarti mengurangi keyakinan terhadap agama yang dianut, melainkan menjalankan ajaran agama secara bijaksana, menghormati hak orang lain dalam beribadah, serta menghindari sikap berlebihan yang berpotensi menimbulkan perpecahan. Terlebih, pembangunan Morowali tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi dan infrastruktur, tetapi juga harus didukung kehidupan sosial yang harmonis dan toleran.

Iriane berharap melalui sarasehan tersebut, para peserta dapat membangun dialog terbuka, memperkuat pemahaman tentang moderasi beragama, serta merumuskan langkah nyata dalam menjaga kerukunan di tengah masyarakat. Ia juga menegaskan bahwa tanggung jawab memelihara kerukunan bukan hanya berada di tangan pemerintah dan tokoh agama, melainkan seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi keagamaan dan lembaga gereja.

Lebih lanjut, ia mengajak seluruh masyarakat menjadikan perbedaan sebagai kekuatan untuk saling mengenal, memahami, dan mempererat persaudaraan. Pemerintah Kabupaten Morowali, katanya, mengharapkan kegiatan ini tidak sekadar menjadi ruang diskusi dan pertukaran gagasan, tetapi juga melahirkan komitmen bersama yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari demi mewujudkan Morowali yang maju, toleran, bersatu, dan damai.



Statistik Pengunjung
— Hari Ini
— Minggu Ini
— Bulan Ini
— Total Pengunjung
— Sedang Online