Memuat...
Pemkab Morowali Dorong Pelestarian Adat dan Budaya Tobungku
Kategori: posts Tanggal: 30 Agustus 2026 Penulis: kominfo Publisher: kominfo 11x dibaca

Pemkab Morowali Dorong Pelestarian Adat dan Budaya Tobungku

Morowalikab.go.id – Bungku – Pemerintah Kabupaten Morowali bersama Dewan Adati Pebotoa Tobungku menggelar Musyawarah Adat II Tahun 2026 sebagai upaya memperkuat pelestarian adat da...

Morowalikab.go.id – Bungku – Pemerintah Kabupaten Morowali bersama Dewan Adati Pebotoa Tobungku menggelar Musyawarah Adat II Tahun 2026 sebagai upaya memperkuat pelestarian adat dan budaya Tobungku sebagai bagian dari identitas masyarakat Morowali.

Kegiatan yang mengusung tema “Lestarikan Adat Budaya Tobungku Menuju Morowali Maju, Mandiri dan Berkeadilan” tersebut berlangsung di Aula Hotel Grand Safanah, Desa Ipi, Kecamatan Bungku Tengah, Minggu (30/8/2026), dan dijadwalkan berlangsung hingga 2 September 2026.

Musyawarah adat tersebut dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Morowali, Yusman Mahbub Mewakili Bupati Morowali. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut dan berharap musyawarah dapat menjadi momentum memperkuat komitmen bersama dalam menjaga serta melestarikan adat dan budaya Tobungku.


Menurut Yusman, adat dan budaya merupakan bagian dari sejarah dan identitas masyarakat yang perlu dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang.

“Dewan adat merupakan salah satu wadah pemersatu dalam melestarikan budaya. Mari bersama-sama memberikan masukan dan pemikiran kepada pemerintah daerah untuk pengembangan adat dan budaya Tobungku,” ujarnya.


Ia juga mendorong penguatan sarana pendukung pelestarian budaya, termasuk kemungkinan pembangunan rumah adat. Menurutnya, pelestarian adat dan budaya yang dilakukan secara bersama dapat memperkuat persatuan masyarakat Morowali.


Sementara itu, Ketua Dewan Adati Pebotoa Tobungku, Maidhzun Ilwan Ridwan Hadie, menyampaikan bahwa masa kepemimpinannya telah genap lima tahun dan berakhir pada pelaksanaan Musyawarah Adat II Tahun 2026 sesuai dengan Surat Keputusan Bupati Morowali.

Selama lima tahun kepemimpinannya, sejumlah program telah dilaksanakan, di antaranya pengembangan dan pendaftaran batik Tobungku, batik Iksara, serta permainan tradisional Ndengu-Ndengu.

Maidhzun mengatakan, masih terdapat sejumlah program yang perlu dilanjutkan oleh kepengurusan berikutnya, termasuk pengukuhan lembaga adat di Kecamatan Bahodopi dan Sambori.

Ia juga menyampaikan bahwa berbagai kelengkapan administrasi dan peralatan kantor Dewan Adati Pebotoa Tobungku telah tersedia sebagai bagian dari dukungan terhadap pelaksanaan program kepengurusan selanjutnya.

“Jabatan memang berakhir, tetapi kecintaan kepada adat dan budaya tetap berjalan,” ungkapnya.

Ia berharap berbagai program yang telah dirintis dapat terus dilanjutkan dan dikembangkan oleh kepengurusan berikutnya demi kemajuan Tana Adati Tobungku.


Pembukaan Musyawarah Adat II Dewan Adati Pebotoa Tobungku ditandai dengan pemukulan gong sebagai simbol dimulainya rangkaian kegiatan musyawarah.Turut hadir Asisten II, Asisten III, Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Morowali, para kepala OPD, Ketua dan pengurus Dewan Adati Pebotoa Tobungku, Ketua Dharma Wanita, serta tamu undangan lainnya.


Statistik Pengunjung
Hari Ini
Minggu Ini
Bulan Ini
Total Pengunjung
Sedang Online