Bupati Iksan Baharudin Abdul Rauf Pimpin Rapat Evaluasi, Tekankan Sinkronisasi Program dan Komunikasi Antarjenjang Birokrasi
Morowalikab.go.id – Bungku – Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf, memimpin rapat evaluasi antara pimpinan dan jajaran pelaksana program yang tersebar di masing-masing Organ...
Morowalikab.go.id – Bungku – Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf, memimpin rapat evaluasi antara pimpinan dan jajaran pelaksana program yang tersebar di masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD), di Aula Lantai II Kantor Bupati Morowali, Senin (28/9/2026). Rapat tersebut membahas evaluasi pelaksanaan program sekaligus mengidentifikasi berbagai kendala koordinasi dan komunikasi dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah.
Rapat yang dimoderatori Asisten III Bidang Administrasi dan Umum, Afridin, turut dihadiri Wakil Bupati Morowali Iriane Iliyas, Sekretaris Daerah Morowali Yusman Mahbub, Staf Ahli Bambang S. Soerojo, serta sejumlah kepala OPD, sekretaris, dan kepala subbagian program masing-masing OPD.
Bupati Iksan dalam arahannya menegaskan bahwa evaluasi tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung berbagai persoalan yang terjadi dalam penerjemahan kebijakan dan program dari tingkat pimpinan hingga jajaran pelaksana. “Pertemuan hari ini adalah rapat evaluasi lapangan. Kita ingin melihat apakah tekanan program tidak tersampaikan dari atas ke bawah, atau justru ada persoalan dalam menerjemahkan keinginan pimpinan,” ujar Iksan.
Ia menekankan bahwa tanggung jawab terhadap visi, misi, dan program Pemerintah Kabupaten Morowali tidak hanya berada pada kepala OPD atau pejabat eselon II, tetapi juga menjadi tanggung jawab sekretaris, kepala bidang, hingga kasubag program sebagai bagian penting dalam menjalankan roda organisasi.
Menurut Bupati, terputusnya komunikasi antara pimpinan dan bawahan dapat menyebabkan pelaksanaan program tidak berjalan optimal. Karena itu, ia meminta seluruh jajaran terkait memperkuat koordinasi dan berdiskusi dalam menyusun program pelayanan masyarakat, terutama pada sektor yang berkaitan langsung dengan pencapaian visi dan misi daerah, seperti kesehatan, pemerintahan desa, sosial, pertanian, pendidikan, perikanan, serta pekerjaan umum dan perumahan rakyat. Ia juga menekankan pentingnya validitas data dalam penanganan kemiskinan dan penyaluran bantuan agar tepat sasaran, berkeadilan, serta tidak dipengaruhi kepentingan kelompok, kedekatan maupun hubungan keluarga. “Kalau kita berbicara maju, maka kita harus adil. Keadilan akan kita munculkan dalam sebuah pendataan yang baik,” tegasnya.
Iksan juga meminta agar data penerima program, termasuk dalam penanganan kemiskinan dan bantuan perumahan, dikolaborasikan antar-OPD terkait sehingga dapat dilakukan evaluasi secara menyeluruh. Data dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Dinas Sosial, Dinas Perikanan, maupun perangkat daerah lainnya perlu disinkronkan untuk menghasilkan data yang lebih akurat. Ia menambahkan, pelaksanaan bantuan perumahan harus terlebih dahulu melalui verifikasi langsung di lapangan agar bantuan yang diberikan benar-benar sesuai kondisi dan kebutuhan masyarakat. Selain itu, komunikasi lintas OPD perlu diperkuat untuk mencegah terjadinya tumpang tindih program.
Sementara itu, Wakil Bupati Morowali Iriane Iliyas menekankan pentingnya setiap OPD menjalankan struktur organisasi secara efektif. Menurutnya, tata kelola pemerintahan akan berjalan baik apabila setiap jenjang organisasi, mulai dari kepala OPD, sekretaris, kepala bidang, kepala seksi hingga kasubbag, menjalankan tugas dan fungsinya secara proporsional. Ia juga mengingatkan pentingnya komunikasi yang terbuka antarpejabat dan meminta agar tidak berkembang kelompok-kelompok yang justru dapat menghambat koordinasi dalam pemerintahan.
Sekretaris Daerah Morowali Yusman Mahbub menegaskan bahwa penyusunan program dan anggaran harus mengacu pada dokumen perencanaan daerah, termasuk Renstra OPD, sehingga target RPJMD dapat dicapai. Ia meminta OPD memastikan setiap program yang disusun untuk tahun anggaran 2027 memiliki keterkaitan yang jelas dengan target pembangunan daerah serta memperbaiki pembagian tugas dan fungsi apabila terdapat program yang tumpang tindih antar-OPD.
Asisten III Bidang Administrasi dan Umum Afridin selaku moderator mengatakan, rapat tersebut menjadi ruang komunikasi dua arah antara pimpinan dan jajaran pelaksana. Menurutnya, pejabat pada jenjang eselon III dan IV memiliki peran penting sebagai penggerak organisasi, khususnya dalam menerjemahkan dan menjalankan program kerja OPD. “Hari ini kita ingin mendengarkan berbagai persoalan yang ada. Di hadapan kita juga ada para pimpinan yang dapat memecahkan persoalan tersebut, sehingga komunikasi antara pimpinan dan bawahan dapat berjalan lebih baik,” jelasnya.