Forum Komunikasi III DWP se-Sulawesi Tengah di Morowali, Perkuat Perempuan Berintegritas Menuju Sulteng Nambaso
Morowalikab.go.id -Bungku- Kabupaten Morowali menjadi tuan rumah Forum Komunikasi III Dharma Wanita Persatuan (DWP) se-Sulawesi Tengah Tahun 2026 yang dilaksanakan pada hari Kamis...
Morowalikab.go.id -Bungku- Kabupaten Morowali menjadi tuan rumah Forum Komunikasi III Dharma Wanita Persatuan (DWP) se-Sulawesi Tengah Tahun 2026 yang dilaksanakan pada hari Kamis (08/10/2026) di GOR Peapua Abdurrabie, Desa Bente, Kecamatan Bungku Tengah.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Forum Komunikasi (Forkom) III DWP Sulawesi Tengah 2026 yang berlangsung di Kabupaten Morowali pada 7–8 Oktober 2026. Forum ini menjadi ajang silaturahmi dan koordinasi antar pengurus DWP se-Sulteng untuk memperkuat peran organisasi dalam pembangunan daerah.
Forkom III secara resmi dibuka oleh Gubernur Sulawesi Tengah Dr.H.Anwar Hafid, M.Si, dan diikuti para peserta dari 13 Kabupaten/Kota se Sulawesi Tengah, dengan mengusung tema “Penguatan Personal Branding DWP untuk Mewujudkan Perempuan Berintegritas, Berdaya dan Berkarakter Menuju Sulteng Nambaso.”
Hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Bupati Morowali Iriane Iliyas, Penasehat Dharma Wanita Persatuan Provinsi Sulteng Ir. Hj. Sry Nirwanti Bahasoan, Unsur Forkopimda, Ketua DWP Sulteng beserta jajaran pengurus, para Penasehat DWP se-Kabupaten/Kota, serta para Kepala OPD Provinsi Sulteng dan Kabupaten Morowali dan tamu undangan lainnya.
Wakil Bupati Morowali, Iriane Iliyas, atas nama Pemerintah Kabupaten Morowali menyampaikan selamat datang dan apresiasi kepada seluruh peserta. “Merupakan suatu kehormatan bagi kami menjadi tuan rumah kegiatan ini. Semoga kehadiran ibu-ibu di Morowali tidak hanya menjadi bagian dari agenda organisasi, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat persaudaraan, membangun komunikasi dan memperkuat sinergi Dharma Wanita Persatuan se-Sulawesi Tengah,” ujarnya.
Iriane Iliyas menuturkan, melalui Forum Komunikasi III ini diharapkan DWP dan anggotanya mampu menjadi perempuan yang berintegritas dalam sikap, berdaya dalam karya dan berkarakter dalam kehidupan.
“Dharma Wanita Persatuan memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan bangsa dan daerah. Olehnya itu, peran perempuan sangat penting dalam menciptakan keluarga yang harmonis, tangguh dan mampu menghadapi berbagai tantangan perubahan zaman,” ujarnya.
Sementara itu, Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid menegaskan bahwa pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat membutuhkan dukungan seluruh komponen, termasuk Dharma Wanita Persatuan.
“Saya ingin menegaskan bahwa Dharma Wanita adalah salah satu pilar demokrasi kita. Demokrasi tidak akan kokoh tanpa keluarga yang kuat, dan keluarga yang kuat lahir dari perempuan yang hebat,” Ujarnya.
Anwar Hafid juga menekankan empat pilar personal branding birokrat yang harus dipegang, yakni pergeseran paradigma dari penguasa menjadi pelayan rakyat, penerapan meritokrasi dan bekerja secara totalitas, pemanfaatan digitalisasi untuk kemudahan pelayanan, serta mewujudkan pelayanan yang transparan.
Di akhir sambutannya, Ia menegaskan bahwa Pemerintah Sulawesi Tengah terus mendorong pembangunan yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dalam mewujudkan hal tersebut, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri, dibutuhkan dukungan seluruh komponen masyarakat, termasuk organisasi perempuan seperti Dharma Wanita Persatuan.
“Saya berharap DWP dapat terus mengambil bagian dalam mendukung berbagai agenda pembangunan, khususnya melalui penguatan keluarga, pemberdayaan perempuan, peningkatan kualitas sumber daya, membangun kebersamaan dan bergerak dalam satu tujuan,” Tutupnya.
Acara kemudian dilanjutkan dengan penyerahan cenderamata kepad Penasehat DWP Prov Sulteng dan Ketua DWP Kabupaten/Kota serta foto bersama.