Yang Harus Dilakukan Saat Menghadapi Tsunami
Morowalikab.go.id.- Bungku- Tsunami berasal dari bahasa Jepang, tsu yang artinya pelabuhan, dan nami yang artinya gelombang. Tsunami dikenal sebagai gelombang pelabuhan karena daya...
Morowalikab.go.id.- Bungku- Tsunami berasal dari bahasa Jepang, tsu yang artinya pelabuhan, dan nami yang artinya gelombang. Tsunami dikenal sebagai gelombang pelabuhan karena daya hancurnya baru tampak ketika gelombang itu sampai ke pelabuhan atau pantai. Gerakan lapisan tanah dasar laut, dapat menyebabkan gelombang tsunami. Gelombang tsunami memiliki pola kecepatan dan tinggi gelombang. Semakin gelombang menghampiri pantai, ketinggiannya akan meningkat sementara kecepatan menurun.rnrnBerikut adalah beberapa informasi dari Palang Merah Indonesia (PMI) yang harus Anda ketahui mengenai tsunami.rn
rn
Dampak bencana tsunami
rn1. Banjir dan genangan air
rnDi beberapa kawasan Banda Aceh, tsunami menimbulkan genangan air laut sekitar 20-60cm, dan meninggalkan endapan lumpur setebal 10-20cm.rn2. Kerusakan sarana dan prasarana
rnDi Banda Aceh, sekitar 120 hektar lahan pertanian rusak dan tergenang air laut. Kerusakan ini belum termasuk kerusakan gedung, jembatan, dan jalan.rn3. Pencemaran lingkungan
rnTsunami menghanyutkan benda-benda dari lautan maupun daratan. Benda-benda yang terdampar dan tak berguna akan menjadi sampah. Selain itu, sumber-sumber air bersih juga akan dicemari air laut.rn4. Korban harta dan jiwa
rnDengan kekuatan gelombang, tsunami dapat memusnahkan benda-benda yang dilaluinya. Seperti tiga peristiwa tsunami yang telah disebutkan di atas, tsunami merupakan salah satu bencana alam yang banyak menelan korban jiwa.rnrn
rnApa yang harus dilakukan dalam menghadapi tsunami?
rnSebelum tsunami
rn- rn
- Kenalilah tanda-tanda terjadinya tsunami. Tsunami biasanya didahului oleh gempa besar yang paling tidak berkekuatan 6,5 skala richter. Sebelum gelombang tsunami datang, air laut akan surut melewati garis pantai normal dan biasanya akan tercium juga aroma garam yang menyengat. rn
- Jika Anda tinggal di tepi pantai, ketahuilah jalur evakuasi ke tempat yang aman jika tsunami terjadi. Seperti jalur tercepat ke tempat tinggi yang tidak terjangkau oleh gelombang tsunami atau pilihlah gedung tinggi (minimal 3 lantai) dengan kontruksi yang kuat. rn
- Waspadalah selalu karena bencana tsunami akan datang secara tiba-tiba. rn
Saat tsunami datang
rn- rn
- Janganlah panik. Anda harus bertindak cepat saat tsunami datang. Kepanikan akan menghambat Anda untuk berpikir dengan jernih dalam mencari jalan keluar. rn
- Bergeraklah sesuai dengan jalur evakuasi tsunami. Jika Anda tidak mengetahui jalur evakuasi, bergeraklah ke tempat yang lebih tinggi (ingat ketinggian genangan air akibat gelombang tsunami bisa mencapai 24 meter). rn
- Jika Anda yakin bahwa tanda-tanda yang Anda temui adalah tanda-tanda terjadinya gelombang tsunami, peringatkan semua orang. Ajaklah keluarga dan orang-orang sekitarmu ikut menyelamatkan diri. rn
- Jika tidak menemukan dataran tinggi, carilah gedung yang konstruksinya kuat. Paling tidak terdiri atas tiga lantai. Jangan pilih gedung yang kelihatan rapuh dan tua. Berlindunglah di lantai yang aman, dan tunggu hingga keadaan membaik. rn
- Jika gelombang tsunami menghanyutkan Anda, carilah benda-benda terapung yang dapat dijadikan rakit, misalnya batang pohon. Usahakan tidak meminum air laut dan tetep di permukaan air untuk bernapas. rn
- Jika gelombang membawa Anda ke tempat yang tinggi, misalnya atap rumah, cobalah bertahan di situ dan tunggu hingga air surut dan keadaan tenang. rn