Wabup Najamudin, Revolusi Mental Merubah Pola Kerja Birokrasi
PPID - morowalikab.go.id - BUNGKU. Bertempat di Halaman Kantor Bupati Morowali, upacara rutin setiap tanggal 17 bulan berjalan dilaksanakan oleh Dinas Perhubungan Kabupaten Morowal...
PPID - morowalikab.go.id - BUNGKU. Bertempat di Halaman Kantor Bupati Morowali, upacara rutin setiap tanggal 17 bulan berjalan dilaksanakan oleh Dinas Perhubungan Kabupaten Morowali, Rabu (17/7/19). Bertindak selaku Perwira Upacara, Kadis Perhubungan, Rizal Baduddin dan Inspektur Upacara oleh Wakil Bupati Morowali, H. Najamudin, diikuti oleh Pejabat Eselon II, III, IV, dan seluruh staf ASN serta seluruh Staf Honorer, di lingkup Pemerintah Daerah Kab. Morowali.
Pelaksanaan upacara setiap tanggal 17 bulan berjalan merupakan salah satu upaya membangun karakter ASN dan Honorer. Revolusi mental dengan merubah pola kerja agar terus disiplin dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya. Budaya kerja yang melayani serta mengembangkan tanggung jawab yang lebih luas demi demi mewujudkan kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat yang dilandasi dengan nilai- nilai pancasila dan UUD 1945.
Pada kesempatan tersebut, Wakil Bupati, Najamudin, mengawali sambutan dengan menyampaikan terkait kedatangan Direktur Pembangunan Desa Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indinesia dalam rangka menyelesaikan lahan tarasmigrasi yang tumpang tindih antara PT. Citra Lambang di Kec. Bungku Barat yang sebagian juga merupakan lahan milik masyarakat setempat.
"Pemda Morowali merasa bersyukur dan memberikan pengharagaan yang setinggi-tingginya kepada kementerian terkait, jika akhirnya masalah tumpang tindih lahan antara lahan transmigrasi, lahan PT. Citra Lambang, dan masyarakat setempat mendapat perhatian pemerintah pusat yang berwenang dalam penyelesaian masalah tersebut", kata Najamudin.
Ia juga menegaskan jika masalah lahan yang ada sering kali dijadikan isu politik di setiap kontestasi kekuasaan untuk dikonversi dalam janji-janji politik kandidat, baik dalam pilkada maupun pileg.
"Selain pemda memberikan apresiasi kepada kementerian terkait, harus juga dipahami bahwa masalah sengketa lahan kemudian digunakan isu politik dalam urusan-urusan politik. Masalah sengketa lahan menjadi janji untuk selesaikan masalah baik di DPRD maupun dari peserta pilkada, oleh karena itu mari kita dukung sama-sama lahan tumpang tindih agar dapat selesai", tegas Najamudin.
Najamudin juga menambahkan mengenai agenda daerah berhubungan dengan Ibadah Haji. Ia mengharapkan agar pemda dapat memberikan pelayanan yang maksimal, agar calon jemaah haji dapat menunaikan ibadah haji dengan baik. Beliau berpesan agar setiap calon jemaah haji mempersiapkan kesehatan fisik maupun mental.
"Dalam menunaikan ibadah haji sangat dibutuhkan kesiapan fisik dan mental, sehingga dapat menunaikan ibadah haji dengan baik. Untuk memberikan dukungan, maka pemda wajib memberikan pelayanan yang maksimal kepada seluruh jemaah, mulai dari keberangkatan hingga kembali di Morowali", tutupnya. (IKP/ Tiya, Iksan).