Semangat Memerangi Narkoba Dalam Rangkaian Kegiatan HANI 2017
By MOROWALIKAB – Hari Anti Narkotika Internasiaonal ( HANI ) pada tahun ini mengusung Tema “Mendengarkan Suara Hati Anak –anak Dan Generasi Muda Merupakan Langkah Awal Untuk Memban...
By MOROWALIKAB – Hari Anti Narkotika Internasiaonal ( HANI ) pada tahun ini mengusung Tema “Mendengarkan Suara Hati Anak –anak Dan Generasi Muda Merupakan Langkah Awal Untuk Membantu Mereka Tumbuh Sehat Dan Aman Dari Penyalahgunaan Narkoba” Bertempat di kecamatan bahodopi.Kamis (13/07/2017).
Sekitar 300 peser
ta jalan santai di lepas oleh sekda morowali H.Moh.JafarHamid SH,MH.dan kepala BNN Kab.Morowali AKBP Ridwan,SH dari depan polsek bahodopi menujuh lapangan sepak bola bahodopi, di hadiri oleh para pejabat di lingkup pemda morowali dan antusias masyarakat bahodopi.
Dilanjutkan senam yang dipandu oleh Irma Jaharudin sebagai instruktur,diikuti oleh para peserta jalan santai dan diramaikan Oleh Masyarakat Bahodopi yang antusias menirukan gerakkan, senam yang berlangsung hampir dua jam
Kepala Badan Narkotika Kabupaten Morowali menyampaikan sambutannya Terima kasih kepada semua pihak yang telah turut serta mensukseskan program pencegahan dan pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika. Hari Anti Narkoba Internasional adalah sala satu keprihatianan,sehingga dibutuhkan sebuah gerakan untuk menyadarkan seluruh umat manusia terhadap penyalagunaan narkotika,
Berdasarkan hasil survey nasional penyalahgunaan dan peredaran narkoba BNN tahun 2016 diketahui penyalahgunaan narkotika pada kelompok pelajar dan mahasiswa sebesar 1,91 persen dari jumlah 33,135 orang kelompok pelajar mahasiswa dengan usia antara 10-30 tahun.
Hal ini terlihat dari fakta penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di masyarakat yang menunjukan kecendrugan semakin meningkat dengan korban yang meluas,terutama di kalangan Anak-Anak Remaja generasi Muda,oknum aparat sipil Negara,prajurit TNI,Angota kepolisian kepala daerah hingga dilingkungan pasantren.
Kondisi geografis Indonesia yang terbuka merupakan peluang bagi sindikat narkotika internasional untuk menjadikan Indonesia sebagai pasar peredaran gelap narkotika,mereka dapat masuk melalui jalur-jalur illegal.
Sepanjang tahun 2016,BNN telah melaksanakan tugas bidang,Demand Reducution berupa advokasi,sosialisasi,dan kampanye stop narkoba sebanyak 12.566 kegiatan yang melibatkan 9.177.785 orang dari berbagi kalangan,baik kelompok masyarakat,pekerja,maupun pelajar,tercatat sebanyak 894 instansi pemerintah dan swasta serta 834 kelompok masyarakat dan lingkugan pembangunan berwawasan pendidikan,yang di dorong BNN untuk peduli terhadap permasalahan narkotika.
Oleh karna itu seluruh elemen bangsa baik instansi pemerintah maupun komponen masyarakat hal ini dilakukan untuk memberikan keyakinan kepada public dan menyatakan perang terhadap narkotika. Demikian sambutan kepala Badan Narkotika Nasional Drs.Budi Waseso yang di Wakili Oleh Kepala BNNK Morowali AKBP RIdwan,SH.
Mewakili Bupati Morowali, Sekertaris Daerah H.Moh,Jafar Hamid, SH.MH. Membacakan Sambutan Presiden Republik Indonesia yang Mengusung tema “ Peran Aktif dan Pendayagunaan Seluruh Komponen dan Potensi Bangsa Dalam Menghadapi Keadaan Darurat Narkoba Menuju Indonesia Yang Sehat”.
Pencegahan merupakan langkah yang efektif untuk membangun kesadaran setiap individu untuk tidak memulai menyalahgunakan narkotika dan tidak ikut dalam jaringan peredaran narkotika karena hukumnya sangat berat,Sehinggah tepat apabila dikatakan”Mencegah Lebih Baik dari pada Mengobati”
Untuk menangkal ancaman penyalahgunaan dan peredaran narkotika perlu dilaksanakan upaya pencegahan yang dilakukan secara masif,berkesinambugan dan bersinergi di setiap lingkungan tempat tinggal.
Pertama masyarakat harus melakukan pencegahan penyalahgunaan narkotika mulai dari lingkungan keluarga dan tempat tinggal dan membentuk relawan anti narkotika.
Kedua masyarakat agar melaporkan kepada anggota penegak hukum apabila mengetahui bentuk penyalagunaan dan peredaran narkotika
Ketiga masyarakat agar tidak malu dan tidak khawatir melaporkan keluarganya yang menjadi pecandu untuk dilakukan rehabilitasi agar menjadi pulih.
Dalam Sambutan Presiden Juga mengucapkan terima kasih kepada dan penghargaan kepada aparat penegak hukum dan masyarakat yang telah berjasa membongkar peredaran gelap narkoba sehingga aparat penegak hukum dan masyarakat dapat di berikan piagam,tanda jasa/bentuk penghargaan.
Dalam kegiatan ini pula seluruh kepala Desa yang berada di kecamatan Bahodopi dan Forum Bikers Morowali mendeklarasikan diri sebagai penggiat melawan Narkotika dengan berikrar menyatakan diri bebas dari Narkotika. Dan pembacaan puisi tentang stop narkoba yg dibawakan oleh pelajar SDN 1 Bahodopi.
Takalah menarik diakhir acara di adakanya DOORPRIZE.dengan hadiah Yang Menarik,dan di lanjutkan foto bersama.{IK@RR}
ta jalan santai di lepas oleh sekda morowali H.Moh.JafarHamid SH,MH.dan kepala BNN Kab.Morowali AKBP Ridwan,SH dari depan polsek bahodopi menujuh lapangan sepak bola bahodopi, di hadiri oleh para pejabat di lingkup pemda morowali dan antusias masyarakat bahodopi.
Dilanjutkan senam yang dipandu oleh Irma Jaharudin sebagai instruktur,diikuti oleh para peserta jalan santai dan diramaikan Oleh Masyarakat Bahodopi yang antusias menirukan gerakkan, senam yang berlangsung hampir dua jam
Kepala Badan Narkotika Kabupaten Morowali menyampaikan sambutannya Terima kasih kepada semua pihak yang telah turut serta mensukseskan program pencegahan dan pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika. Hari Anti Narkoba Internasional adalah sala satu keprihatianan,sehingga dibutuhkan sebuah gerakan untuk menyadarkan seluruh umat manusia terhadap penyalagunaan narkotika,
Berdasarkan hasil survey nasional penyalahgunaan dan peredaran narkoba BNN tahun 2016 diketahui penyalahgunaan narkotika pada kelompok pelajar dan mahasiswa sebesar 1,91 persen dari jumlah 33,135 orang kelompok pelajar mahasiswa dengan usia antara 10-30 tahun.
Hal ini terlihat dari fakta penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di masyarakat yang menunjukan kecendrugan semakin meningkat dengan korban yang meluas,terutama di kalangan Anak-Anak Remaja generasi Muda,oknum aparat sipil Negara,prajurit TNI,Angota kepolisian kepala daerah hingga dilingkungan pasantren.
Kondisi geografis Indonesia yang terbuka merupakan peluang bagi sindikat narkotika internasional untuk menjadikan Indonesia sebagai pasar peredaran gelap narkotika,mereka dapat masuk melalui jalur-jalur illegal.
Sepanjang tahun 2016,BNN telah melaksanakan tugas bidang,Demand Reducution berupa advokasi,sosialisasi,dan kampanye stop narkoba sebanyak 12.566 kegiatan yang melibatkan 9.177.785 orang dari berbagi kalangan,baik kelompok masyarakat,pekerja,maupun pelajar,tercatat sebanyak 894 instansi pemerintah dan swasta serta 834 kelompok masyarakat dan lingkugan pembangunan berwawasan pendidikan,yang di dorong BNN untuk peduli terhadap permasalahan narkotika.
Oleh karna itu seluruh elemen bangsa baik instansi pemerintah maupun komponen masyarakat hal ini dilakukan untuk memberikan keyakinan kepada public dan menyatakan perang terhadap narkotika. Demikian sambutan kepala Badan Narkotika Nasional Drs.Budi Waseso yang di Wakili Oleh Kepala BNNK Morowali AKBP RIdwan,SH.
Mewakili Bupati Morowali, Sekertaris Daerah H.Moh,Jafar Hamid, SH.MH. Membacakan Sambutan Presiden Republik Indonesia yang Mengusung tema “ Peran Aktif dan Pendayagunaan Seluruh Komponen dan Potensi Bangsa Dalam Menghadapi Keadaan Darurat Narkoba Menuju Indonesia Yang Sehat”.
Pencegahan merupakan langkah yang efektif untuk membangun kesadaran setiap individu untuk tidak memulai menyalahgunakan narkotika dan tidak ikut dalam jaringan peredaran narkotika karena hukumnya sangat berat,Sehinggah tepat apabila dikatakan”Mencegah Lebih Baik dari pada Mengobati”
Untuk menangkal ancaman penyalahgunaan dan peredaran narkotika perlu dilaksanakan upaya pencegahan yang dilakukan secara masif,berkesinambugan dan bersinergi di setiap lingkungan tempat tinggal.
Pertama masyarakat harus melakukan pencegahan penyalahgunaan narkotika mulai dari lingkungan keluarga dan tempat tinggal dan membentuk relawan anti narkotika.
Kedua masyarakat agar melaporkan kepada anggota penegak hukum apabila mengetahui bentuk penyalagunaan dan peredaran narkotika
Ketiga masyarakat agar tidak malu dan tidak khawatir melaporkan keluarganya yang menjadi pecandu untuk dilakukan rehabilitasi agar menjadi pulih.
Dalam Sambutan Presiden Juga mengucapkan terima kasih kepada dan penghargaan kepada aparat penegak hukum dan masyarakat yang telah berjasa membongkar peredaran gelap narkoba sehingga aparat penegak hukum dan masyarakat dapat di berikan piagam,tanda jasa/bentuk penghargaan.
Dalam kegiatan ini pula seluruh kepala Desa yang berada di kecamatan Bahodopi dan Forum Bikers Morowali mendeklarasikan diri sebagai penggiat melawan Narkotika dengan berikrar menyatakan diri bebas dari Narkotika. Dan pembacaan puisi tentang stop narkoba yg dibawakan oleh pelajar SDN 1 Bahodopi.
Takalah menarik diakhir acara di adakanya DOORPRIZE.dengan hadiah Yang Menarik,dan di lanjutkan foto bersama.{IK@RR}