Memuat...
Sekda Yusman Mahbub Buka Rembuk Stunting Kabupaten Morowali Tahun 2024
Kategori: posts Tanggal: 31 Mei 2024 Penulis: Maisarah Publisher: albakarah firmansyah 1.035x dibaca

Sekda Yusman Mahbub Buka Rembuk Stunting Kabupaten Morowali Tahun 2024

Morowalikab.go.id -Bungku- Pemerintah Kabupaten Morowali menggelar rembuk stunting Tahun 2024 dalam rangka melakukan komitmen bersama untuk pencegahan, pengendalian dan penurunan s...

Morowalikab.go.id -Bungku- Pemerintah Kabupaten Morowali menggelar rembuk stunting Tahun 2024 dalam rangka melakukan komitmen bersama untuk pencegahan, pengendalian dan penurunan stunting di Kabupaten Morowali, Jumat (31/05).

WhatsApp Image 2024-05-31 at 12-45-30_edeb11d7

Rembuk stunting tersebut secara resmi dibuka oleh mewakili Pj Bupati Morowali, Sekda Morowali Drs.Yusman Mahbub, M,Si yang berlangsung di Aula Bappelitbangda, Kompleks Perkantoran Fonuasingko, Desa Bente, Kecamatan Bungku Tengah.

WhatsApp Image 2024-05-31 at 13-23-58_f08f2d68

Dalam kegiatan tersebut, turut dihadiri Unsur Forkopimda, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Abd.Mutaqqin, Kaban Bappelitbangda, Hasyim, S.Pi, Kadis Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan KB, Ashar M.Maruf, SE.,M.Si, Perwakilan TP-PKK Morowali, Ketua DWP Morowali, Ny.Fawakihah Yusman Mahbub, Para camat, kepala desa se Kabupaten Morowali, serta tamu undangan yang terlibat dalam tim percepatan penurunan stunting di Kabupaten Morowali.

WhatsApp Image 2024-05-31 at 12-45-33_dad3a99c

Sekda Morowali, Drs.Yusman Mahbub, M,Si dalam sambutannya membacakan sambutan tertulis Pj Bupati Morowali menuturkan penanganan stunting merupakan komitmen bersama dari pemerintah daerah dan Lembaga non pemerintah termasuk pihak swasta untuk bersinergi dalam melakukan upaya percepatan penurunan dan pencegahan stunting yang dilakukan melalui dua bentuk intervensi yaitu spefisik dan sensitif.

“melalui rembuk ini semua pihak untuk bekerja sama dalam mendukung terwujudnya masyarakat dengan komsumsi gizi seimbang, percepatan perbaikan gizi, pemenuhan sanitasi dasar dengan menyusun rencana kegiatan dan penganggaran sesuai dengan lokus yang disepakati bersama-sama.” Ungkapnya.

Lanjutnya, dirinya menekankan kepada semua camat, lurah dan kepala desa agar memperhatikan kondisi kesehatan masyarakat terutama ibu hamil dan balita diwilayahnya dengan melibatkan unsur ketua RT dan lembaga kemasyarakatan lainnya dan memaksimalkan fungsi kader kesehatan sehingga setiap program yang dibuat oleh perangkat daerah maupun swasta melalui CSR dapat dilaksanakan dengan tepat guna.

“mari bersama, bergerak cepat melakukan langkah-langkah kongkrit untuk menurunkan angka stunting di Kabupaten Morowali ke arah yang lebih baik.” Tutupnya.

WhatsApp Image 2024-05-31 at 12-51-12_2473d57e

Adapun kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh narasumber dan penandatanganan MoU serta komitmen bersama.

Statistik Pengunjung
Hari Ini
Minggu Ini
Bulan Ini
Total Pengunjung
Sedang Online