Memuat...
BUPATI TASLIM LEPAS MAHASISWA KKN UNS SURAKARTA SOLO DI DESA DONGKALAN
Kategori: posts Tanggal: 24 Februari 2019 Penulis: Penulis tidak tersedia Publisher: kary marunduh 2.482x dibaca

BUPATI TASLIM LEPAS MAHASISWA KKN UNS SURAKARTA SOLO DI DESA DONGKALAN

Morowalokab.go.id - Menkep - Bupati Morowali Drs.Taslim bersama Ketua TP-PKK Kabupaten Morowali, Ny. Asnoni Taslim  melepas mahasisiwa Universitas Sebelas Maret Surakarta Solo (UNS...

Morowalokab.go.id - Menkep - Bupati Morowali Drs.Taslim bersama Ketua TP-PKK Kabupaten Morowali, Ny. Asnoni Taslim  melepas mahasisiwa Universitas Sebelas Maret Surakarta Solo (UNS) yang telah melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) selama 40 hari di Desa Dongkalan, Kecamatan Menui Kepulauan. Kegiatan ini merupakan rangkaian dari kunjungan kerja Bupati Morowali di Kecamatan Menui Kepulauan sekaligus menutup acara Festival Dongkalan. Kegiatan ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Morowali, Drs Jafar  Hamid, SH, MM, Wakil Ketua DPRD, Irene Ilyas, Kadis Pendidikan, Amir Amirudin, S.pd, M.Pd, Kadis BPBD, Drs. Napsahu, M.Si, Kepala DPM-DPPPA, Alamsyah, S.STP, M.DEV.Ec, dan Camat Menui Kepulauan, serta para kepala desa setempat pada Sabtu, (23/02/2019).

Dalam laporannya, Kepala Desa Dongkalan, H. Aco menyampaikan bahwa penduduk desa Dongkalan berjumlah 583 jiwa, yang terdiri  dari 160 kk, dan  99 % memiliki pekerjaan sebagai nelayan. Ia juga melaporkan bahwa masalah pendidikan di desa Dongkalan hanya terdapat 2 guru PNS dan 4 Honorer, sehingga  proses belajar mengajar menjadi kurang efektif. Hal ini disebabkan yang bersekolah bukan saja dari Desa Dongkalan, tetapi juga dari desa-desa di sekitarnya. "Dengan melihat jumlah mirus yang besar, sekiranya keadaan tenaga pengajar diperhatikan, maka dapat dipertimbangkan untuk penambahan tenaga pengajar baik yang PNS maupun guru kontrak, sehingga sangat kami harapkan dapat menjadi pertimbangan bagi pemerintah daerah untuk mendirikan sekolah satu atap di Desa Dongkalan", tuturnya.

Pada kesempatan tersebut, Farry Izzudin selaku koordinator KKN UNS mengatakan bahwa telah banyak hal yang mereka pelajari termasuk arti dari Tepe Asa Moroso. Ia menambahkan,  selama 40 hari mereka telah membuat beberapa program kerja yang sudah dilaksanakan. "ada 4 (empat) program yang kami lakukan yaitu pendidikan, kesehatan lingkungan, agro complex serta sosial politik dan hukum", ujarnya.

Farry melanjutkan, untuk program pendidikan, mereka turut andil secara aktif membantu mengajar di sekolah melalui belajar mengajar yang telah ditentukan oleh sekolah itu sendiri. Untuk program kesehatan lingkungan, mereka mengajak masyarakat berpasrtisipasi dalam menjaga lingkungan. "Kami menghimbau masyarakat untuk bersama-sama membersihkan pantai dan membuat tempat pembuangan sampah agar sampah tidak mencemari lingkungan tempat masyarakat menggantungkan hidupnya, hingga sekarang sudah terdapat 16 tong sampah yang dibuat", kata Farry. lanjut.

"Untuk program agrokomplex, ada beberapa tanaman yang kami coba budidayakam, dan mengajarkan untuk  berperilaku hidup sehat agar masyarakat bisa mandiri dan memanfaatkan lingkungan yang ada", terangnya. Sedangkan untuk program sosial politik dan hukum, peserta KKN memberikan  pemahaman mengenai bagaimana membaca situasi politik secara cerdas. "untuk program sosial politik dan hukum, bersama masyarakat belajar tentang smart berpolitik yang mempersatukan masyarakat", imbuhnya. KKN ini juga melakukan kerja sama  dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk melaksanakan simulasi bencana bersama masyarakat.

Sementara itu, Bupati Morowali, Drs Taslim  mengatakan, demi meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan, pemerintah akan membangun infrastruktur yang sesuai dengan kebutuhan agar proses belajar mengajar menjadi efektif. "Kami akan mengadakan kapal sekolah untuk kebutuhan pendidikan, serta dengan melihat betapa pentingnya pendidikan ini,  pemerintah akan mengadakan  sekolah satu atap di Desa Dongkalan  demi terwujudnya pelayanan pendidikan yang baik", ungkap Taslim.

Bupati menambahkan, Pemerintah Kabupaten berkomitmen akan melanjutkan dan menjaga apa yang ditinggalkan dan dilakukan mahasiswa adalah sebagian dari visi misi pemerintah saat ini.  Olehnya itu, ia menghimbau kepada seluruh elemen masyarakat agar berperan aktif dalam melanjutkan hal positif yang telah mahasiswa berikan. "Mari kita bersama bergotong royong, hilangkan perselisihan, jangan terkotak kotak karena pemilihan sudah selesai. Yang harus dilakukan adalah menjaga apa yang di tinggalkan adik-adik mahasiswa ini menjadi tugas kita untuk melanjutkan dan menjaganya, secara khusus menjaga kebersihan laut dari sampah plastik", Jelas Taslim.

Kedepannya, Bupati Taslim berharap agar mahasiswa turut memperkenalkan potensi wisata yang ada di Kabupaten Morowali, sehingga semakin banyak wisatawan berkunjung ke Kabupaten Morowali. "Sangat kami harapkan ketika adik-adik mahasiswa KKN telah kembali ke Jawa agar jangan lupa untuk mempromosikan destinasi wisata  di Kabupaten Morowali yang kita kenal dengan Kepulauan Sombori agar semakin mendunia", harap Bupati Taslim.

Di akhir acara, Bupati Morowali, Drs Taslim menerima cendera mata dari mahasiswa UNS, Solo - Jawa Tengah, dan dilanjutkan dengan peninjauan ruang baca dan lokasi pembuangan sampah di Desa Dongkalan, serta penyerahan hadiah bagi pemenang lomba yang diseenggarakan oleh mahasiswa UNS. (Kominfo-ikp/k4r7 & iksan)

 
Statistik Pengunjung
Hari Ini
Minggu Ini
Bulan Ini
Total Pengunjung
Sedang Online