LPSE Gelar Pelatihan Aplikasi SPSE 4.3 bagi PPK dan PP
PPID - morowalikab.go.id - BUNGKU. Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 16 tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Yang Berbasis Elektronik, Bagian LPSE (Layanan Pengad...
PPID - morowalikab.go.id - BUNGKU. Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 16 tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Yang Berbasis Elektronik, Bagian LPSE (Layanan Pengadaan Secara Elektronik) gelar pelatihan tentang pengadaan barang/jasa pemerintah berbasis elektronik dengan penggunaan Aplikasi SPSE Versi 4.3. Pelatihan dilaksanakan selama 2 hari, bertempat di Ruang Pola Kantor Bupati Morowali, Kamis-Jumat, (25-26/07/19). Kegiatan dibuka oleh Sekertaris Daerah Morowali, H. Moh. Jafar Hamid. Pelatihan ini menyasar seluruh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Pejabat Pengadaan (PP) di lingkup Pemda Kabupaten Morowali.
Pelaksanaan pelatihan bertujuan untuk meningkatkan kompetensi PPK, PP serta Kasubag Program dan Tim LPSE dalam bidang pengadaan barang/jasa pemerintah. Hal ini merupakan langkah awal dalam mempersiapkan PPK, PP serta Kasubag Program dalam pelaksanaan pengadaan barang/jasa dan diterapkannya dalam Aplikasi Versi 4.3 pada Tahun 2019.
Sekda Morowali, H. Moh. Jafar Hamid mewakili Bupati Morowali, membuka secara resmi pelatihan tersebut sekaligus memberikan sambutan. Ia mangatakan bahwa pelatihan tersebut sangat penting, dengan ilmu yang diterapkan melalui kegiatan LPSE Pemerintah Daerah Morowali sudah bisa menentukan siapa yang patut dan wajar untuk di beri kepercayaan sebagai PPK (Pejabat Pembuat Komintmen) atau sebagai PP (Pejabat Pengadaan) barang dan jasa.
"Pelatihan ini sangatlah penting, olehnya sangat dibutuhkan keseriusan seluruh peserta pelatihan agar dapat mengikuti pelatihan ini sampai selesai. Hasil dari pelatihan ini akan dijadikan acuan dalam menentukan PPK dan PP di setiap OPD yang layak dan pantas", tegasnya.
"Komitmen dan karakter harus ditanamkan dalam jiwa PPK dan PP, karena walaupun sudah mengusasi seluruh aturan dan tata cara pengadaan barang/jasa, tapi tidak memiliki komitmen dan karakter diri yang kuat, maka dapat dipastikan akan ada masalah dalam implementasinya", lanjut Jafar Hamid.
"Banyaknya permasalahan yang selalu terjadi dikarenakan tidak adanya komitmen dalam diri untuk bekerja sebaik-baiknya. Kepintaran harus dibarengi dengan keimanan dan ketakwaan, tidak mengikutkan hawa nafsu karena dibalik semua itu ada aturan yang harus dipatuhi", tambahnya.
Jafar Hamid berpesan kepada seluruh peserta pelatihan agar dapat membangun daerah dengan baik dan bertanggung jawab, serta melanjutkan apa yang telah ditebar oleh para. Olehnya, pergunakan kesempatan pelatihan untuk meningkatkan kompetensi dengan pemahaman yang kuat tentang aturan pengadaan barang/jasa, sehingga dapat mengikuti perkembangan teknologi pengadaan.
Pelatihan ini akan saya monitor langsung, karena saya sangat pentingnya kegiatan ini, olehnya jangan ada yang meninggalkan tempat pelatihan hingga selesai dan akan menjadi bahan laporan kepada bupati", tutupnya. (IKP/kary&Tiya)