Advokasi Kelembagaan Desa, PJAS Dan Pasar Aman, Pemkab Morowali Jalin Kerjasam BPOM Palu
Morowalikab.go.id/BungkuTengah- Bertempat di Aula Kantor Bupati Morowali, Kamis (30/01/2020) Bupati Morowali, Drs. Taslim Membuka secara resmi Advokasi Kelembagaan Desa, Pangan Ja...
Morowalikab.go.id/BungkuTengah- Bertempat di Aula Kantor Bupati Morowali, Kamis (30/01/2020) Bupati Morowali, Drs. Taslim Membuka secara resmi Advokasi Kelembagaan Desa, Pangan Jajanan Anak Sekolah dan Pasar Aman dari bahan berbahaya kerjasama Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kota Palu.
Turut hadir Kepala BPOM Kota Palu, Fauzi Ferdiansyah, S.Si, Apt, Kepala Dinas Perindakop Kabupaten Morowali, H. Zaenal, SE., MM, Kadis Kesehatan, Ashar Ma'aruf, SE, M.Si, Kadis Pendidikan, Amir Amirudin, S.Pd., M.M, Kadis Kominfo, Drs. Syahrur, M.M, Camat se-Kabupaten Morowali dan Kepala sekolah serta ibu PKK Desa se-kabupaten Morowali.
Kepala BPOM Palu, Fauzi Ferdiansyah, S.Si Apt, dalam sambutannya mengatakan BPOM memiliki program yang sudah berjalan dari tahun sebelumnya, BPOM memiliki 3 program yaitu gerakan pangan desa, gerakan pasar aman, dan gerakan sekolah.
''Gerakan keamanan pangan desa dan pasar aman serta pengawasan jajanan anak sekolah itu sudah berlangsung secara rutin bahkan dari tahun ke tahun telah kami lakukan di berbagai daerah secara bergantian,'' ujarnya.
Ia menambahkan, Meskipun memiliki banyak keterbatasan di Tahun 2019, BPOM akan terus berupaya menjalankan tupoksinya sebaik mungkin dengan tetap bekerjasama seluruh instansi terkait baik pusat maupun daerah, khususnya dalam melakukan intervensi terhadap wilayah yang ditetapkan untuk penanganan Stunting.
Lebih lanjut, Fauzi Ferdiansyah, mengungkapkan dalam menjalankan tupoksinya, BPOM selalu mengkoordinasikan serta mensingkronkan pelaksanaan program keamanan pangan jajanan anak sekolah di daerah sehingga menghasilkan rekomendasi hasil advokasi diskusi yang baik. ''Ini akan berlangsung selama tahun 2020, BPOM palu akan sering berkoordinasi dengan Pemda Morowali dalam melaksanakan program kegiatannya,'' tuturnya.
sementara itu, Bupati Morowali, Taslim juga mengatakan bahwa ke depan ini akan ada sinkronisasi keterlibatan semua stakeholder dalam menyatukan persepsi untuk bisa melakukan pengawasan terhadap obat dan makanan yang ada di masyarakat. "Hari ini saya menyatakan bahwa kondisi pangan yang beredar di masyarakat sudah boleh dikatakan dalam kondisi yang memprihatinkan. Hal ini akibat banyaknya keluhan masyarakat dan juga para orang tua, khususnya yang berkaitan dengan jajanan yang dikonsumsi oleh anak-anak kita, baik yang diproduksi pabrik maupun olahan rumahan." ungkapnya.
Mantan Anggota DPRD 2 periode tersebut berharap semua stakeholder dapat memiliki pemahaman yang sama dalam mengawasi peredaran obat dan makan ''Saya berharap semua stakeholder terkait menyatukan persepsi dalam mengawasai peredaran obat dan makanan yang sudah tidak layak konsumsi, sehingga masyarakat khususnya anak-anak bisa terhindar dari bahaya makanan yang sudah kadaluarsa. olehnya mari kita memberikan edukasi kepada masyarakat terhadap dampak atau efek dari pada bahan makanan yang berbahaya,'' tegasnya
Taslim melanjutkan, dengan di adakannya advokasi pada pertemuan diskusi dengan para OPD dan BPOM dapat menambah wawasan dan pengetahauan tentang pentingnya informasi yang disampaikan kepada anak-anak untuk menjaga kesehatan dari makan yang kita konsumsi sehari-hari. ''Dinas Perdagangan dan Perindustrian harus betul-betul proaktif di lapangan dalam mengawasi peredaran obat dan makanan sehingga nantinya tidak menjadi ancaman bagi masyarakat kita ke depan,'' pungkasnya
Kegiatan yang dipandu, Rahyianti, S.Sos., SH, menghadirkan narasumber dari BPOM Palu, Riyati. Y.E, S.Si., Apt, dan Muthiawati , S.Si., Apt., M.Kes. Jurnalis-IKP-Iksan Sondeng