Home / Pemerintahan / Sosialisasi Deteksi Dini untuk Wujudkan Keamanan dan Ketertiban

Sosialisasi Deteksi Dini untuk Wujudkan Keamanan dan Ketertiban

PPID – morowalikab.go.id – BungkuBadan Kesbangpol Morowali melaksanakan Sosialisasi Pembinaan Deteksi Dini di Ruang Pola Kantor Bupati, Jumat, (18/10). Sosialisasi ini bertujuan agar masyarakat mampu mendeteksi secara dini tentang ancaman keamanan atau hal-hal yang berpotensi menjadi konflik. Melalui pendeteksian tersebut, masyarakat mampu melakukan tindakan preventif sehingga keamanan dan ketertiban di Kab. Morowali dapat terjaga.

Kegiatan dihadiri oleh Dandim 1311 Morowali, Raden Yoga Raharja, Kaban Kesbangpol, Abdul Wahid Hasan, Kapolsek Bungku Tengah, Afanzet Rapar, beberapa pimpinan OPD dan jajarannya, tokoh agama, tokoh perempuan, tomastu dan pers serta pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kab. Morowali.

Dalam laporannya Kaban Kesbangpol, Wahid menyebut meski Morowali termasuk wilayah yang aman bukan berarti tidak ada potensi konflik. Olehnya ia berujar bahwa langkah-langkah preventif mesti dilakukan sejak dini agar masyarakat dapat turut menjaga stabilitas keamanan daerah.

“Tidak menutup kemungkinan bisa terjadi hal-hal atau perpecahan di daerah kita yang tidak bisa dideteksi sebelumnya. Untuk itu, sosialisasi ini bertujuan agar kita bisa mendeteksi hal-hal yang dapat merongrong keamanan dan kenyamanan daerah” ucap Wahid.

Hal senada diungkapkan Wabup Morowali, H Najamudin, saat membuka kegiatan tersebut ia berujar bahwa sosialisasi ini sangat penting untuk diikuti sebab peserta mampu mendeteksi potensi-potensi yang menimbulkan gesekan di tengah masyarakat sekaligus dapat melakukan upaya untuk mengantisipasi terjadinya konflik. “Setelah kita mengetahui potensi konflik, lalu kita akan mengetahui langkah-langkah apa yang perlu kita lakukan untuk memberikan solusi atau menghalangi sebelum konflik itu pecah” tandasnya.

Ia juga mengimbau agar setiap program yang dibuat mesti melibatkan orang-orang yang memiliki power dan massa sehingga apa yang disosialisasikan dapat mereka sampaikan kembali kepada struktur di bawahnya sehingga esensi dari sosialisasi tersebut dapat tercapai.

“Peserta yang mesti diundang dalam kegiatan seperti ini harus dari tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh pendidik sehingga ketika mereka mengetahui ilmu deteksi dini dan langkah-langkah antisipasi tersebut ia bisa sampaikan kepada struktur di bawah atau massanya” urai dia.

Najamudin juga berasumsi bahwa pembangunan infrastruktur yang tidak dibarengi dengan bekal mental spiritual SDM akan sia-sia. Sebab menurut dia, pembangunan revolusi mental memiliki pengaruh besar akan lahirnya sebuah konflik. “Percuma membangun infrastruktur hingga menelan angka triliyun namun dirusak dalam sekejap oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab. Jadi, pembangunan mental dan spritual SDM sangatlah penting. Membangun jalan dan infrastruktur kalau ada dananya ia mudah dan cepat selesai, tetapi membangun revolusi mental dan spritual bukan hal yang mudah”, pungkasnya.

Pembukaan kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi. Pada kesempatan tersebut, Dandim 1311, Letkol Yoga Raharja bertindak selaku narasumber membawakan materi tentang peran TNI dalam menjaga keutuhan NKRI. Sedangkan Kapolsek Bungku Tengah, AKBP Afanzet Rapar, membawa materi tentang analisis kemampuan deteksi dini oleh POLRI dalam implementasi polisi masyarakat desa (BHABINKAMTIBMAS). (IKPWinda)

About Winda Bestari

Check Also

Bupati Morowali: Semua Pihak Bersinergi Cegah Stunting Sampai Ketingkat Desa

PPID – morowalikab.go.id – Bungku – Bupati Morowali, Drs. Taslim, memimpin Rapat Kerja Pemetaan Program ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *