Wabup Morowali Pimpin Rapat Konsolidasi Penguatan Fatwa MUI dan Surat Edaran Kemenag

  Kamis 23 April 2020   helman kaimu     332

Bungku – morowalikab.go.id - Bertempat di Ruang Pola Kantor Bupati Morowali, Rabu (22/04/20), Pemerintah Daerah Kabupaten Morowali (Pemkab) menggelar rapat konsolidasi bersama unsur Forkopimda Morowali dan Kementerian Agama (Kemenag) Morowali serta Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Morowali.

Rapat konsolidasi membahas penguatan Fatwa MUI beserta Surat Edaran Kemenag Morowali tentang panduan ibadah Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1441 H/2020 M, ditengah pandemi Covid-19.

Kegiatan yang dipimpin Wakil Bupati (Wabup) Morowali, Dr. H. Najamudin, S.Ag., S.Pd., M.Pd, dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Morowali, Kuswandi, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Morowali, Dr. H. Ahmad Hasni, Ketua Pengadilan Agama Bungku, Ibrahim Ahmad Harun, S.Ag, Ketua MUI Kabupaten Morowali, H. Mauludin, S.Ag., M.Fil.I, sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Pimpinan organisasi keagamaan dan tamu undangan lainnya.

Wabup Morowali, H. Najamudin mengatakan bahwa rapat konsolidasi ini merupakan bagian dari penguatan fatwa MUI beserta Surat Edaran Kementerian Agama tentang panduan beribadah dibulan suci Ramadhan dan hari Raya Idul Fitri 1441 H/2020 M ditengah pandemi Covid-19. ‘’Ini merupakan rapat konsolidasi penguatan Fatwa MUI yang harus kita pedomani seluruh masyarakat Kabupaten Morowali utamanya umat Muslim yang menjalankan ibadah puasa ditengan merebaknya virus Corona atau Covid-19. hal tersebut merupakan dari upaya memutus mata rantai penyebaran virus Corona di Kabupaten Morowali,’’ kata Najamudin saat memimpin rapat konsolidasi.

Selain itu, mantan Kandepag Kabupaten Poso tersebut mengungkapkan bahwa meskipun daerah kita masih berstatus zona hijau seluruh masyarakat Morowali tanpa terkecuali harus terlibat langsung melawan virus corona. ‘’Saat ini virus Corona atau Covid-19 sudah berstatus bencana nasional sehingga kita selaku Pemerintah Daerah (Pemda) dan seluruh unsur terkait utamanya tokoh agama penting untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat dalam memahami hukum agama secara benar dan utuh ditengan pandemi Covid-19,’’ tutur Najamudin.

Diketahui bahwa kesimpulan rapat konsolidasi, seluruh unsur terkait akan menindak lanjuti fatwa MUI dan Surat Edaran Kementeria Agama Kabupaten Morowali dalam bentuk sosialisasi diseluruh kecamatan se Kabupaten Morowali untuk menghentikan seluruh kegiatan yang mengumpulkan massa di dalam Masjid sekaligus akan mengerahkan aparat keamanan baik dari TNI, Polri maupun Polisi Pamong Praja (POL-PP).

Sumber: IKP Kominfo/Helman Kaimu/Octaviana/Qbl

  •    Dibuat oleh helman kaimu
  •   Dipublish oleh iqbalmirza