Home / Informatika / RAPAT KOORDINASI TENTANG KELANGKAAN DAN TINGGINYA HARGA JUAL GAS 3 KG

RAPAT KOORDINASI TENTANG KELANGKAAN DAN TINGGINYA HARGA JUAL GAS 3 KG

Morowalikab.go.id bungku Menyikapi kelangkaan dan tingginya harga jual gas, khususnya gas subsidi 3 Kg, pemerintah daerah Kabupaten Morowali melaksanakan rapat koordinasi yang dipimpin oleh Asisten II Bidang Adminstrasi Pembangunan dan Perekonomian, Drs, Harsono Lamusa. Turut hadir dalam rapat koordinasi tersebut Dra Juhaerah Lewa (Dinas Perdagangan dan Perindustrian), Kasi Ops Y. Sepang (mewakili Dandim 1311 Morowali), Fauzia Ismail, SE (Kabag Administrasi Perekonomian), dan Keisman Lom (agen PT Moiko), serta beberapa pangkalan resmi. akan tetapi, para pengecer tidak hadir dalam pertemuan yang berlangsung di Ruang Rapat Kantor Bupati Morowali, kamis  24/10/2018

Pada kesempatan tersebut, Drs Harsono menyampaikan bahwa sesuai dengan pantauan dari pemerintah daerah dan beberapa pihak yang terkait, serta berdasarkan laporan masyarakat bahwa banyak sekali pengecer, baik yang resmi maupun yang tidak resmi menaikan harga eceran gas 3 Kg. Para pengecer dengan seenaknya mempermainkan harga eceran gas 3 Kg, sehingga hal ini sangat memberatkan masyarakat, “Pemerintah daerah akan mengambil langkah tegas untuk segera menyelesaikan masalah kelangkaan dan tingginya harga gas 3 kg”, demikian ujar Harsono Lamusa.

Selanjutnya, Drs. Harsono Lamusa mengatakan bahwa sesuai dengan UUD 1945, Pasal 33, maka segala sesuatu yang berhubungan dengan hajat hidup orang banyak, termasuk masalah gas 3 kg yang akan berdampak pada kesejahteraan rakyat akan menjadi perhatian serius dari pemerintah daerah. Oleh karena itu, pemerintah daerah sangat mengharapkan adanya titik temu antara agen, pangkalan, dan pengecer dalam menyelesaikan masalah kelangkaan dan tingginya harga jual gas subsidi 3 kg.

Pada kesempatan tersebut, mewakili  Agen PT  Moiko, Keisman Lom, sebagai agen resmi yang mensuplay gas di Kabupaten Morowali mengatakan bahwa tahun lalu agen PT Moiko sudah mengajukan surat penambahan stok LO ke pemerintah daerah Kabupaten Morowali, tapi sampai saat ini belum ada balasan surat tersebut. Menurut Keisman Lom bahwa langkanya stok gas 3 kg karena pada dasarnya tidak terjadi keseimbangan antara kebutuhan masyarakat dengan ketersediaan gas. “Stok kami dari pertamina untuk gas 3 kg itu perbulan 4.040 tabung, jika dibandingkan dengan kebutuhan masyarakat Kabupaten Morowali, maka akan sangat kurang”, ujar Keisman Lom. Oleh karena itu, Keisman Lom sangat mengharapkan pemerintah daerah Kabupaten Morowali dapat segera memberikan tambahan stok LO gas 3 kg melalui jawaban rekomendasi dari surat resmi yang telah mereka ajukan beberapa waktu yang lalu. “Untuk pemakaian atau kebutuhan masyarakat Kecamatan Bahodopi sebagai Kawasan Industri Nasional saja tidak dapat dipenuhi sebab hitungannya tidak dapat disamakan dengan beberapa waktu yang lalu”, lanjut Keisman Lom.

Selanjutnya yang berhubungan dengan harga eceran gas 3 kg, Keisman Lom mengatakan bahwa oleh pihak yang berwenang telah menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk wilayah Kabupaten Morowali, yaitu: sebesar 27.ooo rp. Keisman Lom menegaskan bahwa pihaknya (PT. Moiko) tidak pernah menjual gas 3 kg di atas HET. “Silahkan dicek langsung ke perusahaan PT. Moiko ataupun kepada para pengecer jika kami pernah menjual gas 3 kg di atas HET, jika ditemukan perusahaan kami bersedia untuk diberikan sanksi”, ujar Keisman Lom. Lebih lanjut Keisman Lom mengatakan bahwa dia menduga tingginya harga gas 3 kg disebabkan banyaknya gas 3 kg yang berasal dari luar daerah yang digunakan untuk mensuplai kekurangan kuota di Kabupaten Morowali, sehingga banyak pengecer mempermainkan harga. Pada kesempatan ini juga, Keisman Lom menyampaikan permohonan maaf jika terdapat keterlambatan dalam proses distribusi gas 3 kg, hal ini bukanlah disengaja tetapi karena jauhnya jarak Stasiun Pengisian Gas (SPG) yang berada di Palopo dan Parigi.

Setelah melalui percakapan yang panjang dan alot, maka rapat koordinasi menyimpulkan: pertama, bahwa dalam penyaluran dan penjualan gas subsidi 3 kg harus tetap berpedoman pada SK Gubernur Sulawesi Tengah Nomor 11 tahun 2014, yang mana menyebutkan bahwa jarak  tempuh  481 km sampai 500 km adalah harga 27.000 rp. Kemudian dari jarak antara 500 km sampai 600 km itu harganya 28.000 rp, bagi agen PT. Moiko ke pangkalan morowali seharga 23.835 rp. Kedua, bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) tidak dibenarkan memakai gas 3 Kg karena itu diperuntukan bagi kalangan prasejatera. Untuk itu, oleh pemerintah daerah Kabupaten Morowali akan membuat aturan khusus yang mengatur tentang penggunaan gas 3 kg bagi ASN. Ketiga, kepada PT. Moiko diharapkan agar segera bermohon kembali kepada pemerintah daerah Kabupaten Morowali untuk penambahan kuota dan pangkalan gas 3 kg. Keempat, diperintahkan kepada pihak terkait (TNI, POLRI, POL. PP dan pihak-pihak terkait) untuk mengawasi proses distribusi gas ini, khususnya gas 3 kg yang berasal dari luar daerah. dan kelima, dalam waktu dekat pemerintah daerah Kabupaten Morowali akan membuat dasar hukum (SK Bupati) yang mengatur tentang penjualan, khususnya gas 3 kg dan BBM di tingkat pengecer. IKP/K4R7&IKSAN

About iksan kominfo

Check Also

Tiga Pimpinan DPRD Morowali Definitif Resmi Dilantik

PPID – morowalikab.go.id – Bungku – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Morowali menggelar rapat ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *