Home / Pertanian / BUPATI MOROWALI PANEN PADI DI DESA BUMI HARAPAN

BUPATI MOROWALI PANEN PADI DI DESA BUMI HARAPAN

MOROWALOKAB.GO.ID.Bungku. Bupati Morowali Drs Taslim, mengadiri panen padi di Desa Bumi Harapan, Kecamatan Witaponda, serta berdialog langsung dengan para petani. Kegiatan panen padi ini dilaksanakan oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan. Dalam panen padi ini, Bupati didampingi oleh Ketua DPRD, Irwan Arya S Sos, anggota DPRD Ibu Nuraini, Ketua Tim Pengerak PKK Kabupaten Morowali Hj. Asnoni Taslim, Kadis Perdagangan dan Perindustrian Dra. Juhaerah Lewa, Kapolsek, Kasdim, Camat Bungku Barat, Camat Bumi Raya, dan Camat Wita Ponda. Minggu 4/11/2018

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Andi Irman S.STP, MM dalam laporannya mengatakan bahwa yang hadir dalam acara panen padi perdana ini adalah para kelompok Tani, PPL, dan Ketua PERPADI. Kegiatan panen padi ini sudah sering dilakukan setiap tahunnya. Panen padi saat ini adalah musim panen kedua, dimana dalam setahun dapat dilaksanakan 2 (dua) kali musim panen. Akan tetapi, kendala saat ini adalah Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan belum perna mengadakan alat pembasmi hama. Dimana alat ini sangat dibutuhkan oleh petani, sehingga dapat meningkatkan produksi padi. Selain itu, pengendalian hama dapat juga dilakukan dengan menyatukan persepsi petani dalam mengelola musim tanam untuk mengendalian hama, sehingga musim tanam bisa serentak dilakukan para petani.

Selanjutnya, Andi Irman melaporkan kepada Bupati Morowali bahwa untuk Kabupaten Morowali sendiri memiliki luas sawah 6.900 Hektar. Khusus untuk Kecamatan Wita Ponda kurang lebih 2.300 Hektar, untuk luas tanam Kecamatan Wita Ponda kurang lebih 4.937 Hektar.  Data sementara menyebutkan bahwa padi siap panen di Kabupaten Morowali secara keselurunan kurang lebih 5.974 Hektar. Sedangkan untuk Kecamatan Wita Ponda kurang lebih 2.183 Hektar, yang produktifitasnya kurang lebih 6 Ton/Hektar. Namun kendala yang terjadi saat ini adalah masih kurangnya alat panen (combain). Para petani mengharapkan dengan kehadiran Bupati Morowali dan Ketua DPRD secara langsung dapat memberikan solusi bagi pengadaan alat panen (combain) yang sangat dibutuhkan oleh petani.

Sebelum acara panen padi, Bupati Morowali melakukan dialog dengan para petani. Pada kesempatan itu, para petani menyampaikan beberapa hal yang menjadi kendala, diantaranya mengenai irigasi, pupuk, bibit unggul, teknologi pertanian, hama, alat panen, sampai pada masalah pemasaran beras. Bupati Drs. Taslim menyampaikan agar perlu diketahui bahwa bidang pertanian merupakan salah satu unggulan dari Kabupaten Morowali saat ini. Mewujudkan Kabupaten Morowali Sejahtera Bersama melalui peningkatan produktivitas padi menjadi salah satu program unggulan dari pemerintahan “TAHAJUD”. “Oleh karena itu, panen padi saat ini dapat dijadikan momentum dalam meningkatakan ekonomi masyarakat”, ujar Taslim. “Melalui panen padi ini menjadi langkah awal kita dalam mengevaluasi apa saja yang pemerintah daerah telah lakukan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat petani, serta untuk menentukan langkah ke depan yang lebih terstruktur dan sinergi dalam melayani masyarakat petani, sehingga harapan mewujudkan masyarakat sejahtera bersama benar-benar akan terwujud”, lanjut Bupati.

Lebih lanjut, Taslim mengatakan bahwa hasil panen berupa beras, selain ditangani BULOG, pemerintah daerah akan membahas dengan PT. IMIP agar beras petani dapat masuk di perusahaan melalui Perusahaan Daerah (Perusda). Langkah ini diharapkan dapat berdampak langsung secara ekonomis kepada petani.

Selanjutnya, berhubungan dengan pengelolaan Hand Tractor, Bupati Taslim menegaskan agar dirubah cara pengelolaannya. “Melalui program 1 (satu) kelompok tani, 1 (satu) hand tractor sebenarnya telah banyak membantu petani. Akan tetapi yang masih membebani petani adalah tata cara pengelolaannya”, kata Taslim. Melalui pengelolaan hand tractor yang baik akan dapat menekan biaya produksi, sehingga berdampak pada peningkatan kesejahteraan petani. “Saya ingatkan kepada Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan agar benar-benar memperhatikan masalah pengelolaan hand tractor ini”, lanjut Bupati Taslim.

Di akhir dialog, Bupati Morowali Drs. Taslim menegaskan bahwa pemerintah daerah dan petani harus menjalin kerja sama dan menciptakan komunikasi yang baik. Melalui kerja sama dan kemunikasi yang baik, diharapkan Kabupaten Morowali dapat dijadikan kabupaten percontohan dalam hal meningkatkan perekonomian petani. Potensi lahan pertanian sawah yang luar biasa dianugerahkan Tuhan untuk morowali, sudah seharusnya kita manfaatkan secara maksimal. Oleh karena itu, petani juga diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan di bidang pengelolaan sawah berbasis ekologis yang ramah lingkungan, sehingga ekonomi petani dapat ditingkatkan dengan tidak merusak lingkungan. (COMBAIN.IKP/Iksan)

Video dibuat oleh Ilham /Iqbal

About iksan kominfo

Check Also

BUPATI MOROWALI APRESIASI PROGRAM REPLANTING KELAPA SAWIT

Morowali: Berdasarkan Surat Keputusan Dirjen Perkebunan No: 247/KPTS/KB.120/8/2018 Tanggal 3 Agustus 2018 tentang pedoman peremajaan ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *