Home / Adipura / MONGKITA SARO ALAO

MONGKITA SARO ALAO

…MOTTO Morowali Moroa atau Morowali Bersih sedang gencar disosialisasikan kepada masyarakat. Motto ini merupakan implementasi dari Gerakan Revolusi Mental yang dicanangkan pemerintah pusat. Salah satu bagian dari Gerakan Revolusi Mental adalah Gerakan Indonesia Bersih. Dengan mengusung motto Morowali Moroa berarti Pemkab Morowali telah mengambil peran dalam upaya mewujudkan sebuah program nasional. Inti dari gerakan ini ditekankan pada perubahan perilaku masyarakat untuk makin sadar dengan kebersihan lingkungan sekitarnya.

Sebagai bagian dari Morowali Moroa diperkenalkan pula semboyan Mongkita Sara Alao dalam bahasa daerah Bungku yang bermakna: (jika) melihat sampah, ambil. Meskipun gerakan kebersihan lingkungan bukan lagi hal baru bagi pemerintah dan pemerintah daerah namun apa yang dicanangkan Pemkab Morowali saat ini lebih menyentuh pada aspek peran serta masyarakat melalui perubahan perilaku. Dimaksudkan agar kebersihan kelak menjadi bagian hidup dari masyarakat.

Pendekatan mobilisasi yang sering diterapkan selama ini rupanya tidak berdimensi jangka panjang karena tidak memberi efek pada perubahan perilaku. Makanya di berbagai daerah kerap ditemukan, lingkungan bersih hanya ketika ada lomba antardesa maupun ketika daerahnya sedang berkompetisi untuk memperoleh Piala Adipura.

Setelah lomba selesai dan tim penilai sudah pulang, maka semangat untuk menjaga kebersihan lingkungan pun mulai surut. Lingkungan yang semula bersih tanpa sampah pun pelan-pelan kembali ke wujudnya yang asli. Semua ini terjadi karena kebersihan belum menjadi kesadaran yang mewujud dalam perilaku keseharian.

Kita berharap dengan motto Morowali Moroa dan Mongkita Sara Alao yang diperkenalkan Bupati Anwar Hafid, dalam waktu yang tidak terlalu lama Kabupaten Morowali terutama di Bungku sebagai ibu kota, lingkungannya makin bersih, hijau, dan tertata. Dengan reputasi dan pengalaman yang dimiliki Bupati Anwar Hafid, kita optimistis bahwa apa yang telah dicanangkan saat ini akan membawa hasil di masa depan.

Kuncinya pada sentuhan perilaku masyarakat untuk menjadikan kebersihan sebagai budaya. Bukan lagi sekadar mobilisasi yang sifatnya temporal. Untuk mewujudkan hal ini maka sebanyak-banyak pihak perlu diajak terlibat. Terutama kalangan generasi muda, baik secara individu maupun yang berhimpun dalam berbagai komunitas, untuk mengambil bagian dalam gerakan bersama.

Perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Morowali dapat berkontribusi melalui program bina lingkungan di setiap perusahaan yang diarahkan untuk mendukung gerakan Morowali Moroa. Bila program ini sukses akan menjadi catatan yang indah dalam perjalanan pengabdian Anwar Hafid sebagai bupati Morowali dua periode.

About iqbal kominfo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *